Mulai Panik, Saudi Tangkapi Puluhan Tersangka Teroris

0
598 views

aparat-saudiRiyadh, LiputanIslam.com – Pemerintah Arab Saudi yang kerap disebut-sebut sebagai pendukung utama kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak belakangan terlihat mulai panik terhadap ancaman serangan teror. Kementerian Dalam Negeri Saudi Selasa (2/9) merilis statemen mengumumkan bahwa aparat keamanan negara ini telah menangkap 88 orang yang diduga merencanakan serangkaian aksi teror di dalam dan di luar Saudi.

Menurut laporan Reuters dari Riyadh, dalam statemen itu pemerintah Saudi menyatakan bahwa puluhan orang itu sebelum diringkus sudah dipantau secara intensif oleh aparat keamanan.

“Orang-orang ini sudah siap melancarkan operasi (teror)… Sudah sekian bulan dilakukan pengawasan dan pemantauan keamanan. Dokumen untuk penangkapan tersangka dan penggagalan rencana operasi di dalam dan luar negeri sudah disiapkan,” ungkap statemen tersebut.

Saudi mulai pasang badan membendung ancaman kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah kelompok takfiri Salafi/Wahabi ini mencatat Saudi sebagai salah satu negara yang menjadi target serangannya, dan tak peduli bahwa Saudi adalah satu di antara negara-negara Arab pesisir Teluk Persia yang turut mensponsori gerakan ekstrimis di Suriah, termasuk ISIS, untuk menggulingkan pemerintah Damaskus dan mengacaukan keamanan Irak.

Beberapa hari lalu pemerintah Saudi juga telah menangkap delapan pemuda Saudi yang terlibat promosi perekrutan anggota kelompok-kelompok teroris di luar negeri.

Maraknya penangkapan ekstrimis di Saudi bahkan mengobarkan kemarahan ISIS hingga mengancam akan menghabisi sejumlah tokoh agama Saudi. (Baca: Para Ulama Salafi/Wahabi ini Masuk Dalam “Daftar Hitam” ISIS)

ISIS gentayangan di Suriah sejak 2012 dan dilaporkan telah banyak menebar kejahatan di negara ini. Sejak tiga bulan lalu ISIS juga menyerbu Irak dan berhasil menguasai beberapa kawasan di bagian utara Negeri 1001 Malam ini. (mm)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS