Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:4)

0
502 views

perang1112

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Sayyidina Ali ra. Menegaskan Kemunafikan Mu’awiyah!

Sayyidina Ali ra adalah Pimpinan Tertinggi Ahlusunnah di zamannya. Sikap dan pandangan beliau adalah sikap dan pandangan Ahlusunnah sejati. Sayyidina Ali ra adalah puncak tertinggi hirarki Salaf Shaleh! Kenyataan ini saya katakan kepada seluruh kaum Mulsimin, khususnya dari kalangan Salafi Wahhâbi. Karena mereka sangat gemar mengobral sikap dan pandangan Salaf sebagai hujjah, seakan Sayyidina Ali ra. dan para sahabat Ahli Badar bukan Salaf Shaleh! Dan Salaf Shaleh itu hanya orang-orang yang dianggap mendukung penyimpangan akidah mereka semata! Dan akibatnya, mereka terjebak dalam kesesatan berpikir dan berakidah dengan berbagung kepada kelompok penganjur ke dalam api neraka, al Fiatul Bâghiyah!

Dan adalah kekeliruan fatal ketika ada anggapan bahwa Sayyidina Ali ra. hanya sekedar musuh Mu’awiyah. Sebagaimana kaum Salafi Wahhâbi tidak mungkin menganggap bahwa Khalifah Abu Bakar ra. sekedar musuh Musailah al Kadzdzâb… Demikian juga semestinya, mereka harus mengakui bahwa Ali ra tidak sekedar musuh Mu’awiyah! Adapun mereka menganggap Abu Bakar pucuk Pimpinan Salaf di masanya, Umar ra pucuk Pimpinan Salaf di samanya dan Utsman pucuk Pimpinan Salaf di zamannya, lalu kemudian ketika giliran sampai kepada Ali ra. mereka hanya menganggap Ali sekedar musuh Mu’awiyah… Terlebih lagi, kenyataannya bahwa para Salafi Wahhâbi selalu bersungguh-sungguh dalam membela musuh-musuh Sayyidina Ali ra. seperti Mu’awiyah dan Amr bin al Âsh dan menposisikan mereka sebagai Penggede Salaf…. Ini jelas-jelas adalah penistaan atas nama agama!

Saya katakan demikian dengan penuh keyakinan… Ali adalah Imamnya Ahlusunnah di masanya! Silahkan yang setuju untuk setuju dan yang menentang untuk menentang! Sikap dan pandangan Sayyidina Ali ra. adalah pelerai akhir yang tidak dapat ditawar-tawar atau digugat! Karena selain ia adalah sikap Ali ra ia juga sesuai dengan nash-nash Islam yang muttafaqun ‘alaih!

Telah dinukil dari Sayyidina Ali ra. riwayat-riwayat yang mutawatir tentang sikap dan pandangannya tentang kemunafikan Mu’awiyah dan kecaman beliau atasnya! Berawal dari sekedar al baghyu, membangkang dan memberontak, naik menjadi kemunafikan dan puncaknya menampakkan kekafiran nyata tanpa tedeng aling-aling!

Saya tidak akan menganggap Sayyidina Ali ra., Sayyidina Ammâr ra. dan para sahabat Ahli Badar bukan Salaf panutan saya hanya untuk mebela Mu’awiyah si Penganjur ke dalam api neraka! Jika teman-teman Salafi Wahhâbi siap dan sanggup itu urusan mereka!!

Telah Mutawâtir Sikap Tegas Sayyidina Ali ra. Tentang Kemunafikan Mu’awiyah!

Penukilan sikap dan pendangan Sayyidina Ali ra. yang mengecam Mu’awiyah karena kemunafikannya adalah sangat banyak dan telah mencapai derajat mutawâtir… mu’awiyah hanya menyerah dan tidak menerima Islam secara benar dengan dibarengi keimanan! Dan apa yang beliau katakan bukan hasil analisa bekela dari tindak-tanduk dan sepak terjang Mu’awiyah…walaupun semua itu juga telah jelas menujukkan kemunafikannya! Akan tetapi beliau ra. yakin akan kemunafikan Mu’awiyah dari sanda suci baginda Rasulullah saw…. Jadi jika para Salafi Wahhâbi keberatan terhadap Sayyidina Ali ra. dan mengancam, mislanya dengan mau murtad massal, ya silahkan saja… saya yakin semua kaum Muslimin tidak akan ada yang keberatan!

Toh Sayyidina Ali ra juga tidak sendirian dalam keyakinan tersebut… para sahabat mulia dan kaum tabi’în yang shaleh juga banyak yang sependapat dengan beliau ra.! kendati di kemudian hari, berkat usaha keras sebagian pendukung pohon terkutuk mampu memutar balikkan kenyataan dan merasiakan kebenaran sehingga kenyataan itu menjadi samar bagi banyak kaum Muslimin! Dan akhirnya, mereka tertipu dan membanggakan Mu’awiyah sebagai Pencatat Wahyu, Khâlul Mukminin, Khalifah Rasulillah dan lain sebagainya dari kepalsuan-kepalsuan yang disebarkan kaum Salafi Wahhâbi tidak terkecuali Ustadz Firanda yang tidak pernah melek kebenaran sebab yang ia terima hanya islam versi bani Umayyah bukan Islamnya yang Rasulullah ajarkan dan diwariskan oleh Salaf Shaleh; Ali, Ammâr dan para sahabat mulai lainnnya!

Andai bukan karena kerja keras musuh-musuh Salaf Shaleh; Ali dan kawan-kawan pastilah kenyataan akan kemunafikan Mu’awiyah ini tidak akan samar bagi seluru kaum Muslimin…

Kenyataan ini harus dimengerti oleh setiap Muslim agar tidak mudah ditipu oleh “Salafi Gadungan” yang hanya tertaklid kepada para pemuja Mu’awiyah dan kesesatan bani Umayyah! Dengan klaim-klaim palsu dan intimidasi bahwa sesiapa yang tidak mencintai Mu’awiyah, mengakuinya sebagai sahabat mulia yang banyak andilnya dalam Islam maka ia adalah Ahli Bid’ah dan akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam!

Jangan gentar dengan intimidasi para pemuja Mu’awiyah dan kesesatan bani Umayyah… murkan Allah harus lebih menjadi pertimbangan ketimbang sekedar ancaman kaum Salafi Wahhâbi!

Jika Anda masih maragukan bahwa Sayyidina Ali ra. adalah sahabat teralim, terfaqih, terafdha dll maka paling tidak beliau adalah yang paling afdhal, paling pandai, paling adil di zamannya dan beliau adalah Pimpinnan Tertinggi Salaf di masanya! Lalu salahkan jika Anda membangun agama dan akidah Anda di atas sikap dan pandangan Sayyidina Ali ra.?!

Ini minimal yang harus kita katakan… dan jika Anda mengatakan selain ini maka dikhawatirkan Anda sedang terjangkit kemunafikan. Wal iyâadzu billah!

Sikap Tegas Sayyidina Ali ra.

Seperti telah saya singgung sikap dan pandangan Sayyidina Ali tentang kemunafikan Mu’awiyah telah banyak diriwayatkan dengan berbagai redaksi dan dalam berbagai kesempatan dan dari berbagai jalur.

Dan saya khawatir sebagian kaum Salafi Wahhâbi berbalik mengecam dan mengutuk Sayyidina Ali ra. karena terbukti beliau menegaskan kemunafikan tuan pujaan mereka; Mu’awiyah bin Abi Sufyan! Semua itu bisa saja terjadi, sebab kemunafikan dan kedengkian apabila telah menguasai jiwa seorang ia pasti akan kehilangan kontrol keseimbangan jiwa dan pikirannya! Ketidak sukaan kepada Sayyidina Ali ra. bukan halbaru. Ia telah ada sejak lama selama adanya kemunafikan dan selama rasa hasut masih menguasai jiwa sebagian umat Islam! Karenanya, ketika sahabat mulia Hudzaifah bin al Yamân (yang dikenal banyak diberi-tau Rasulullah saw. tentang rahasia-rahasia) menasihati umat Islam agar bergabung memsama Ammâr, sebagian dari mereka membantahnya dengan mengatakan,“Bagaimanna Anda memerintah kami bergabung bersama Ammâr, sementra Ammâr itu tidak pernah berpisah dari membela Ali?! Maka Hudifah ra. menjawab: “Sesungguhnya rasa hasut telah menghancurkan kalian. Apaka sesungguhnya yang membuat kalian lari dari Ammâr itu karena ia selalu dekat dengan Ali? Demi Allah Ali benar-benar lebih utama dari Ammâr seperti jauhnya tanah dari awan. Dan sesungguhnya Ammâr adalah orang yang sangat baik.”[1]

Pernyataan Sikap Sayyidina Ali ra. Dalam Riwayat Qais bin Abi Hâzim

Di bawah ini saya akan sebutkan pernyataan sikap Sayyidina Ali ra. dari riwayat Imam al Bazzâr dalam Musnad-nya,2/191 dari Qais bin Abi Hâzim:

حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا السَّيِّدُ بْنُ عِيسَى ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ ، قَالَ : قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : انْفِرُوا بِنَا إِلَى بَقِيَّةِ الأَحْزَابِ ، انْفِرُوا بِنَا إِلَى مَا قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ، إِنَّا نَقُولُ : صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ، وَيَقُولُونَ : كَذَبَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ.

“… dari Qais bin Abi Hâzim, ia berkata, “Ali ra. berkata, ‘Bangkitlah kalian bersama kami menuju sisa-sisa pasukan Ahzâb (pasukan kafir musyrik bentukan Abu Suyfan dalam perang Khandak_pen)! Bangkitkan kalian bersama kami menuju apa yang difirmankkan Allah dan rasul-Nya. Kami berkata, “Maha benar Allah dan Rasul-Nya. Mereka berkata, ‘Berbohonglah Allah dan rasul-Nya.’”

Dan ada riwayat serupa dengan jalur lain. Dan kedua sanadnya kuat.

Riwayat Serupa dalam Kitab as Sunnah-nya Ahmad bin Hanbal

Anda juga dapat menemukan riwayat yang sama dalam kitab as Sunah,3/253:

حدثني محمد بن حميد الرازي ، نا جرير ، عن الأعمش ، عن الحكم ، عن عتيبة ، عن قيس بن أبي حازم ، قال: سمعت عليا رضي الله عنه يقول : انفروا إلى كذا انفروا إلى بقية الأحزاب إلى من يقول : كذب الله ورسوله ونحن نقول : صدق الله ورسوله

“… dari Qais bin Abi Hâzim, ia berkata, “Aku mendengar Ali ra. berkata, ‘Bangkitlah kalian bersama kami menuju ini…. Bangkitlah kalian bersama kami menuju sisa-sisa pasukan Ahzâb! Menuju orang yang berkata, ‘Berbohonglah Allah dan rasul-Nya. Adapun kami, kami berkata, Maha Benar Allah dan rasul-Nya.’”

Riwayat Abu Ahmad al ‘Askari dalam kitab Tash-hîfâtul Muhadditsîn.10551 juga dari jalur Qais bin Abi Hâzim, bahwa Sayyidina Ali ra. berkata:

انفروا الى بقية الأحزاب انفروا الى أولياء الشيطان انفروا الى من يقول كذب الله ورسوله

“Bangkitlah menuju sisa-sisa pasukan Ahzâb! Menuju prajurit setan! Menuju orang-orang yang berkata, “Dustalah Allah dan Rasul-Nya!”

Dan selain beberapa sumber terpercaya di atas masih banyak buku-buku lain yang mengabadikan pidato Sayyidian Ali ra.

Khulashah!

Jelas sudah bahwa Sayyidina Ali ra benar-benar telah menegaskan bahwa Mu’awiyah adalah sisa-sisa pasukan kaum musyrik di perang Ahzâh… orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya dan menuduh Allah dan Rasul-Nya sebagai berdusta! Dan hal ini adalah kekafiraan nyata! Hanya saja, Khalifah Ali ra. memperlakukan Mu’awiyah, ‘Amr bin al ‘Âsh dan pasukan Syam sesuai dengan dzahir keadaan mereka! Persis seperti Nabi saw. memperlakukan kaum munafikin dengan secara lahiriyah islam mereka! Tetapi Allah telah menegasskan kaum munafikin itu adalah pendusta!

Pernyataan Sikap Kedua Sayyidina Ali ra.

Pernyataan kedua Sayyidina Ali ra. ini redaksinya sama dengan pernyataan Ammâr yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Nashr bin Muzâhim dalam kitab Shiffîn-nya, 215 meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Ali berkata:

والذي فلق الحبة وبرأ النسمة ما أسلموا ولكن استسلموا وأسروا الكفر فلما وجدوا أعواناً رجعوا إلى عداوتهم منا إلا أنهم لم يدعوا الصلاة!

“Demi Dzat yang membelah biji-bijian dan mencipta jiwa, mereka tidak berislam akan tetapi mereka hanya menyerah. Mereka merahasiakan kekafiran dan ketika mereka mendapatkan para pendukung mereka kembali kepada permusuhan mereka kepada kami. Hanya saja mereka tidak meninggalkan shalat.”

Abu Salafy:

Dari pernyataan Sayyidina Ali ra. semakin menjadi jelas siapa sejatinya Mu’awiyah yang selama ini dibanggakan kaum Salafi Wahhâbi… dan karenanya mereka mengobarkan permusuhan dan peperangan kepada siapapun yang tidak mengimmani dalam akidahnya bahwa Mu’awiyah adalah Sahabat Agung, Khalifah Mulia, paman kaum Mukminin, Penulis Wahyu suci ilahi dll dari dusta dan kepalsuan murahan yang memalukan!

Semua bukti pasti akan mereka abaikan… kebenaran pasti akan mereka campakkan! Hanya Mu’awiyah dan kaum munafik yang harus mereka selamatkan!

Sobat abusalafy yang cerdas… selain data-data di atas masih sangat banyak pernyataan para pembesar sahabat dan tabi’în yang meyakinkan kita akan kemunafikan Mu’awiyah… hanya kaum Salafi Wahhâbi sajalah yang menutup mata hati dan pikirannya untuk menerimanya… semua hanya karena fanatik buta kepada para pemuja bani Umayyah… karena kecintaan kepada pohon terkutuk telah merasuki setiap lorong jiwa mereka.

Semoga Allah menyalamatkan kita dari kesesatan dan membela kaum munafik!Amîn Ya Rabbal Âlamîn.

(Bersambung Insya Allah)


[1] Hadis ini telah diriwayatkan oleh ath Thabarani dengan sanad yang shahih.

NO COMMENTS