Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:3)

0
425 views

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Pendapat Ammâr bin Yâsir Tentang Kemunafikan Mu’awiyah Adalah Pendapat Para Sahabat Nabi saw. Yang Ikut Serta Dalam Perang Badar Dan Bai’at Ridhwan!

ilustrasi-_110421060538-736Seperti telah Anda baca dalam edisi sebelumnya bagaimana Ammâr dengan tegas bersumpah bahwa Mu’awiyah masih tetap kafir dan memusuhi Allah dan Rasul-Nya, hanya saja ia rahasiakan kekafiran dan kedengkian itu sehingga ketika ia mendapatkan kesempatan untuk melampiaskannya, ia tampakkan kekafiran dan kedengkian itu! Dan seperti telah disinggung pula bahwa data yang saya sebutkan bukan satu-satunya data yang menegaskan sikap tegas Sayyidina Ammâr ra. tentang Mu’awiyah. Selain data tersebut masih banyak puluhan data lain dengan berbagai jalur periwayatan yang kebanyakan darinya telah memenuhi syarat diterimanya sebuah riwayat.

Pernyataan Ammâr tersebut memiliki kekuatan hukum sabda Nabi saw. dalam arti, ia tidak mungkin bersikap setegas itu melainkan kuat kemungkinan (bahkan bisa jadi pasti) bahwa ia memiliki sumber dari Nabi saw.

Sekilas Tentang Perjuangan Sayyidina Ammâr ra.

Tidak ada yang tidak kenal siapa Ammâr ra. dan bagaimana kegigihan beliau dalam berjuang bersama Rasulullah saw. demi tegaknya agama Allah SWT. Beliau ikut serta berjuang bersama Nabi saw. dalam parang Badar, Uhud, Khuandaq, Khaibar, bani Quraidhah, Fathu Mekkah dan peparangan Hunain (yang keikut sertaan Abu Sufyan dibanggakan oleh Ustadz Firanda, walaupun di dalamnya Abu Sufyan membuktikan kemusyrikan dan kekafirannya, seperti telah saya kupas dalam sebuah edisi khusus). Dan sebagian pernyataan Ammâr ra. ketika memotivasi para sahabatnya untu bangkit memerangi Mu’awiyah (sang penganjur kepada api neraka seperti dalam riwayat Imam Buukhari dalam Sahahih-nya), beliau menyebut-nyebut tiga paperangan yang beliau hadiri bersama Nabi saw. yaitu parang Badar, Uhud dan Khandaq. Sepertinya Ammaâr ra. sengaja menyebut ketiga peperangan itu mengingat Mu’awiyah saat itu bersama bapaknya dan kaum Musyrik lain dari keluarganya berada di barisan kaum Musyrik memerangi Nabi saw. bahkan merekalah yang berada di garis komando terdepan! (walaupun untuk keikut sertaan Mu’awiyah dalam parang Badar masih diperselisihkan dalam sejarah!).

Ammâr ra begitu yakinnya bahwa Mu’awiyah benar-benar berada di atas kesesatan yang nyata, betapapun mungkin ia dengan kelicikinnya dapat meraih kemenangan sesaat.

Perhatikan Sayyidina Ammâr ra berkata:

والله لو ضربونا بأسيافهم حتى يبلغونا سعفات هجر لعرفت أنا على حق وهم على باطل، وأيم الله لا يكون سلما سالما أبدا حتى يبوء أحد الفريقين على أنفسهم بأنهم كانوا كافرين،

“Demi Allah, andai mereka memukul kita dengan pedang-pedang mereka sehingga kita terdesak mundur sampai pedalaman desa Hajar niscaya aku tetap yakin bahwa aku di atas kebenaran, al haq dan mereka di atas kebatilan. Demi Allah, tidak akan perdamaian sehingga salah satu dari kedua puak ini menyaksikan atas diri bahwa mereka adalah KAFIR.”[1]

Ketegasan sikap dan pandangan Sayyidina Ammâr ra tentang Mu’awiyah ini tidak mungkin tanpa dasar adanya nash pasti dari Nabi saw. riwayat Imam Muslim dari Ammâr ra. juga mendukung bahwa beliau memandang Mu’awiyah sebagau MUNAFIK yang hanya berpura-pura menampakkan keislamannya. Ammâr berkata, “Tetapi Hudzaifah mengabarkan kepadaku bahwa di antara sahabat Nabi saw. itu ada dua belas orang munafik.” Hadis itu disampaikan Ammâr dalam konnteks Mu’awiyah sehingga jalas sekali bahwa beliau meyakini bahwa Mu’awiyah adalah salah satu dari gembong munafik yang disebuatkan Nabi saw. dalam hadis Imam Muslim tersebut!

Para Sahabat Ahli Badar Bergabung Membela Khalifah Ali ra.

Sejarah mencatat bahwa ratusan sabahat mulia Nabi saw. di antara mereka puluhan Ahli Badar bergabung bersama Khalifah Ali ra. membelanya menumpas para pembangkang yang memberontak di bawah pimpinan Mu’awiyah (sisa-sisa pelopor parang Ahzâb)… karenanya Ammâr ra dalam sikapnya itu tidak sedang menyatakan sikap pribadinya. Akantetapi ia mewakili sikap dan pandangan para sahabat mulia khususnya Ahli Badar yang bergabung di bawah satu bendera membela agama Allah SWT yang sedang diperangi Mu’awiyah!

Dalam parang Shiffîn, Ammâr bangkit sebagai panglima yang membawahi para sahabat dan pembela Khalifah Ali ra. mereka mengikuti Ammâr kemanapun ia mengarah seakan Ammâr dijadikan kompas.

Abu Abdirrahman as Sulami mengisahkan:

شهدنا مع علي رضي الله عنه صفين فرأيت عمار بن ياسر لا يأخذ في ناحية ولا واد من أودية صفين إلا رأيت أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم يتبعونه كأنه علم لهم

“Aku ikut serta bersama Ali ra. dalam parang Shiffîn, maka aku saksikan Ammâr bin Yâsir tiada ia mengarah ke sebuah arah atau lembah melainkan aku saksikan para sahabat (Nabi) Muhammad saw. mengikutinya. Seakan ia dijadikan panji.”[2]

Sanad riwqayat di atas adalah shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim. Dengan demikian maka sikap dan pandangan Ammmâr tentang Mu’awiyah mewakili sikap dan pandangan delapan puluh sahabat Ahli Badar dan delapan ratus sahabat Nabi yang pernah berbai’at Baiat Ridhwân.

Inilah sikap dan akidah Salaf Shaleh tentang kemunafikan Mu’awiyah!Sikap mereka tidak dapat dibandingkan dengan sikap sebagian sahabat yang enggan bergabung dengan kedua kelompok yang sedang berparang, seperti Ibnu Umar, Sa’ad bin Abi Waqqâsh dan lainnya…. sebab selain terbukti bahwa mereka sangat menyesali karena tidak bergabung bersama Khalifah Ali ra. untuk menumpas pemberontakan Mu’awiyah, mereka juga tidak akan dapat menandingi pihak Ammâr dan para sahabat lainnya yang bergabung bersama Khalifah Ali ra.

Namun kenyataannya sekarang adalah bahwa kaum Salafi Wahhâbi sekarang aakan menyingkirkan sikap Ammâr dan para sahabat mulia kemudian mengedepankan sikap-sikap mereka yang tidak bernilai seperti Ibnu Taimiyah Cs. Sungguh celaka mereka yang menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai panutannya dan meninggalkan Sayyidina Ammâr dan para sahabat mulai lainnnya!

Sekali lagi! Inilah yang disebut dengan Salafi sejati… pengikut Salaf Shaleh; Ammâr dan para sahabat mulia… bukan Salafi gadungan yang hanya menjadikan kaum Nashibi; pembenci Khalifah Ali ra. dan menyembah pohon terkutuk dalam Al Qur’an sebagai Salaf idola dan pujaannya!

Siapakah yang terbutki membangun akidahnya tentang Mu’awiyah di atas sikap dan pandangan Salaf Shaleh, para pemuja Mu’awiyah, seperti Ustadz Firanda, atau kami abusalafy?

Karenanya, salahkan jika saya menyebut diri saya dengan abusalafy?!

Jadi kenalilah siapa Salafi Sejati itu!!

(Bersambung insya Allah)


[1] Waq’at Shiffîn; Nash bin Muzâhim,1/320.

[2] al Istî’âb; Ibnu Abdil Barr,1/352.

 

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

NO COMMENTS