Lima Teori Tentang Munculnya Terorisme (3)

0
440 views

terorisme-41Teori Ketiga : Terorisme Lahir dari Kebencian Kepada Barat (Amerika).

Terorisme muncul sebagai salah satu isu politik terpenting di Amerika Serikat. Sebagian pejabat dan pengamat di AS mengaitkannya dengan militant Islam, khususnya Iran. Militer Luar Negeri AS, Warren Christopher mengatakan, “Iran adalah negara sponsor terorisme nomor satu di dunia”, dan Iran merepresentasikan “salah satu ancaman terbesar atau bahkan ancaman terbesar bagi kedamaian dan stabilitas di kawasan ini”. (Fawaz A. Gerges, 1999 : 55) Jadi, isu terorisme Islam muncul ke permukaan pasca Revolusi Iran, dimana pada tahun 1980 AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan pada 1984 menempatkan Iran dalam daftar pendukung terorisme. (Fawaz : 155). Bagi media massa Amerika, setiap kelompok Islam yang mereka duga akan menjadi penghalang kepentingan politik negaranya, semuanya secara sederhana mereka kelompokkan sebagai fundamentalis.  Media massa Barat juga seringkali pula menggunakan istilah fundamentalis kepada hampir semua gerakan-gerakan kegamaan yang cendrung menggunakan kekerasan di dalam mencapai tujuannya. Sebutan seperti ini lazim diberikan kepada kelompok-kelompok politik Palestina, al-Jazair, Iran, Mesir, Afghanistan, dan lain-lain.

Meluasnya ketidakpuasan kelompok-kelompok teroris di dunia Muslim terhadap kebijakan politik luar negeri Amerika dalam masalah-masalah Timur Tengah, pendudukan Israel di Palestina, dan trauma kolonialisme memiliki peran besar dalam memicu rasa benci dan curiga terhadap Barat. Belum lagi ditambah dengan dukungan Amerika terhadap Israel dan berbagai rezim yang represif di negara-negara Arab, eksploitasi Amerika atas kekayaan minyak Timur Tengah, dan pendudukan tentara Amerika di dunia Arab serta penempatan pangkalan militer di Arab Saudi yang merupakan “tanah suci” Islam. Kebencian, kemarahan, dan frustasi akhirnya berkulminasi pada serangan terorisme, seperti kasus WTC. Ziauddin Sardar dan Merryl Wyn Davies dengan baik telah memetakan beragam persoalan yang menyebabkan orang membenci Amerika dalam karyanya Why do People Hate America? (2004).

Adapun menurut Marx Juergensmeyer dalam Menentang Negara Sekuler (1998), ada empat alasan utama kenapa terorisme Islam radikal diarahkan kepada Amerika. Pertama, karena Amerika adalah pendukung rezim sekuler di negeri-negeri muslim yang menindas mereka;Kedua, Amerika telah memasukkan kebudayaan dan pandangan hidup modern yang bertentangan dengan nilai-nilai moral Islam dengan kekuatan media massa, teknologi, dan budayanya; Ketiga, Perusahaan-perusahaan transnasional Amerika telah menguasai negeri-negeri Muslim. Negara dan perusahaan Amerika tersebut memandang Islam sebagai penghalang ambisi mereka menguasai ekonomi negeri-negeri Muslim dan mereka dinilai sebagai kolonialis yang akan menyengsarakan umat Islam; keempat, Amerika dinilai sebagai teroris terbesar di dunia, yang menduduki negeri-negeri Muslim, merampas kekayaannya, dan mendikte penguasanya.

Kenyataan politik tersebut mendorong Graham E. Fuller, mantan wakil ketua intelejen di CIA sekaligus penulis sejumlah buku tentang Timur Tengah, untuk melancarkan kritik terhadap kebijakan Amerika yang terbukti memicu konflik. Dia berkata, “Yang seharusnya menjadi pertanyaan bukan mengapa tragedi 11 september bisa terjadi, tetapi mengapa tragedi itu tidak terjadi lebih cepat?”

Karena itu, dalam bukunya A World Without Islam, Fuller menegaskan bahwa terorisme di Timur Tengah dan belahan bumi yang lain tidak ada hubungannya dengan Islam. Seandainya tidak ada agama Islam di muka bumi, terorisme akan tetap terjadi. Fenomena teroris adalah respons terhadap kondisi geopolitik dan berbagai isu sosial  yang melibatkan komunitas muslim di dunia. Fuller meyakini bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme dan kekerasan destruktif; yang terjadi adalah Islam yang mengajarkan jihad disalahgunakan untuk menjustifikasi kepentingan politik. Dengan pernyataan itu, Fuller hendak mengatakan bahwa kebijakan politik luar negeri Amerika dan sekutunya menjadi faktor pemicu terorisme. (hd/liputanislam.com)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS