Lawakan Baru Saudi, Serukan Intervensi untuk Selamatkan Suriah

0
853 views

irak-korban-massacre04

Oleh: Khadija, Blogger

Perkembangan politik di dunia Arab kian memanas, apalagi setelah Arab Saudi, melalui Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal  – meminta masyarakat internasional agar campur tangan dalam konflik Suriah demi mengakhiri penderitaan rakyatnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat berbicara pada pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Rabu, 18 Juni 2014. Ia mengatakan krisis Suriah semakin memburuk setelah kegagalan konferensi Jenewa 2.

“Kegagalan Jenewa 2 telah mengakibatkan meningkatnya kekerasan dan genosida, yang dilakukan oleh rezim Suriah terhadap penduduk yang tak berdaya,” katanya.

Arabnews.com, media Arab Saudi mengabarkan pertemuan tersebut yang  berlangsung di Qasr Al-Motamarat atau Conference Palace, sebuah tempat yang menghadap Laut Merah. Saat itu,  Laut Merah terlihat begitu tenang, kontras dengan kondisi  dunia Muslim yang tengah kacau balau.

Pangeran Saud juga mengatakan bahwa  kekuatan luar biasa dari rezim Bashar Assad  lantaran kuatnya  dukungan  dari pihak luar. Pernyataannya ini  mengacu pada Hizbullah yang terlibat dalam perang Suriah.

Statemen Pangeran Saud ini bisa dibilang menggelikan. Ia menghendaki campur tangan internasional untuk menghentikan Rezim Assad membunuhi rakyatnya, tapi ia tidak menyinggung kemenangan Bashar al-Assad sebesar 88,7% pada Pilpres lalu, apakah ini berarti rakyat Suriah telah memilih pembunuh untuk memimpin negaranya? Sepertinya tidak.

Pangeran juga tidak menyinggung terbentuknya pasukan pertahanan nasional  Suriah yaitu National Defence Force, yang menjadi partner Syrian Arab Army dalam melawan pemberontak. Siapa yang dilawan oleh kedua pasukan ini? Rakyat Suriah, atau pasukan asing?

Pangeran mengecam keterlibatan Hizbullah dalam perang Suriah, lalu, bagaimana dengan komplotan teroris sayap Al-Qaeda yaitu Al-Nusra, dan ISIS, yang beranggotakan puluhan  ribu tentara dari delapan puluh negara?

Dan yang paling mengherankan, mengapa dia tidak menyebutkan keterlibatan Arab Saudi dalam memasok jihadis dan membiayai mereka?

Setiap hari, kita saksikan betapa brutalnya kawanan teroris ini, yang selalu meneriakkan takbir sebelum melakukan eksekusi pada lawannya yang  tak berdaya, ataupun pada saat menghancurkan tempat-tempat bersejarah. Kekejaman seperti apa yang tidak pernah diperlihatkan mereka? Menembak dari jarak dekat, menggorok leher dan menjadikannya sebagai mainan – yang lantas memamerkannya dengan senyum kegirangan di internet. Dan siapa yang membiayai mereka? Siapa yang memberikannya senjata? Dan siapa yang membayarnya untuk melakukan itu semua?

Saksikan video ini http://www.youtube.com/watch?v=VlSFjyybo4k, yang  mengungkapkan interview antara televisi Arab Saudi Al-Arabiya dengan militan ISIS yang berhasil ditangkap. Militan itu bercerita tentang “orderan” dari Pangeran Saud al-Faisal, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Arab Saudi. Tentu, Al-Arabiya tidak sengaja menyebarkan interview tersebut dan kemudian segera dihapus. Hanya saja, Syrian Free Press berhasil mendapatkan cuplikannya sebagai bukti keterlibatan Saudi mendanai kelompok-kelompok ekstremis. Bukankah sesungguhnya Arab Saudi sendiri yang membantu menghancurkan Suriah? Lantas, kenapa kini ia menyerukan kepada dunia untuk melakukan intervensi?

Mungkin saja, Arab Saudi sedang kelewat marah dan telah kehilangan akal. Tiga tahun lebih lamanya berusaha menggulingkan Assad melalu berbagai cara, namun tidak berhasil. Assad yang diprediksi bisa digulingkan dalam hitungan minggu, ternyata malah terpilih kembali menjadi Presiden dengan kemenangan telak.

Sementara itu di sisi lain, Arab Saudi  sendiri sudah dilanda ketakutan, karena krisis Suriah telah menyebar ke Lebanon dan Irak. Bukan tak mungkin, jika Saudi akan mengalami nasib serupa. Apalagi, beberapa waktu silam sebuah video amatir diunggah di YouTube yang memperlihatkan ancaman jihadis ini untuk menjadikan Arab Saudi sebagai area jihad selanjutnya. Daripada sibuk  berkicau tentang Suriah, lebih bijak rasanya jika Pangeran Faisal memperkuat pertahanan wailayahnya.

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS