Lagi, Boko Haram Serang Dua Desa, 30 Tewas

0
326 views
Islam Times- Chibok adalah kota tempat lebih dari 200 siswi sekolah perempuan diculik Boko Haram bulan lalu. Serangan pertama terjadi pada Senin (19/5/2014) siang di desa Shawa, sekitar tujuh kilometer dari Chibok, menewaskan 10 orang warga.
Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau dalam video terbaru yang dirilis pada Senin (12/5/2014). (AFP/Kompas)

Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau dalam video terbaru yang dirilis pada Senin (12/5/2014). (AFP/Kompas)

Dua serangan Boko Haram di dekat kota Chibok, negara bagian Borno, menewaskan sedikitnya 30 orang. Demikian penjelasan sejumlah saksi mata, Rabu (21/5/14).

Chibok adalah kota tempat lebih dari 200 siswi sekolah perempuan diculik Boko Haram bulan lalu. Serangan pertama terjadi pada Senin (19/5/2014) siang di desa Shawa, sekitar tujuh kilometer dari Chibok, menewaskan 10 orang warga.

Serangan kedua terjadi pada Selasa (20/5/2014) malam di desa Alagarno. Anggota Boko Haram mencuri makanan, menyerbu kediaman warga dan menembaki warga desa yang mencoba kabur.

“Itu adalah sebuah serangan mendadak. Mereka menembaki warga dan membakar rumah-rumah kami. Warga harus bersembunyi di hutan. Mereka membunuh 20 warga,” kata seorang warga desa Haruna Bitrus yang diamini warga lainnya.

Sebagian besar warga Alagarno yang melarikan diri, mencari perlindungan di kota Chibok, lokasi penculikan ratusan siswa bulan lalu. Haruna Bitrus menambahkan pasukan pemerintah tidak merespon dua serangan Boko Haram itu.

“Saat para penyerbu pergi, tiga mobil mereka rusak dan mereka ditinggal untuk memperbaiki mobil-mobil itu. Mereka tetap di sana hingga pagi hari dan tak ada respon dari militer sama sekali,” tambah Haruna.

Siapa Boko Haram, dan apa yang mereka perjuangkan? Boko Haram dalam bahasa setempat berarti “pendidikan Barat haram”. Ambisi kelompok itu terentang mulai dari penegakan hukum Syariah yang ketat di Nigeria utara untuk menghancurkan secara total negara Nigeria dan pemerintahnya, sama seperti kelompok Takfiri Negara Islam Irak dan Sham (ISIS) dan kelompok Takfiri lainnya.

Sasaran serangan Boko Haram itu sejauh ini masih berskala lokal tidak seperti ISIS yang sudah menginternasional dan mempuntai ribuan pendukung termasuk di Indonesia. Namun kelompok itu membuktikan dirinya mampu untuk menyerang lembaga-lembaga internasional, seperti PBB, di wilayah Nigeria demi mencapai tujuan barbar mereka.

Serangan pada 26 Agustus 2011, ketika seorang pengebom bunuh diri Boko Haram yang mengendarai sebuah jip sarat dengan bahan peledak ke markas PBB di Abuja merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah PBB. Sebanyak 24 orang tewas, termasuk 12 staf PBB.

Kapan Boko Haram muncul? Kelompok-kelompok bersenjata terlalu umum di Nigeria. Kelompok-kelompok itu sering didanani oleh politisi untuk mendukung upaya mereka meraih kekuasaan.

Boko Haram pada awalnya tidak berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain. Namun, Boko Haram menjadi sorotan secara nasional pada 2009 ketika 700 orang tewas dalam bentrokan luas di Nigeria utara antara kelompok itu dan militer. Pemberontakan itu ditumpas, tapi kekerasan kembali melonjak sejak pemilu nasional pada April, ketika ratusan orang tewas dalam serangan bom, serangan bersenjata dan pembunuhan hampir setiap minggu di kota Maiduguri, di Nigeria timur laut. Pemilihan itu sendiri secara luas dianggap oleh banyak orang di utara telah dicurangi demi mengalahkan calon populer dari wilayah itu.

Bagaimana hubungan Boko Haram dengan terorisme global? Pengebom asal Nigeria yang punya modus menempatkan bahan peledak pada pakian dalam (underwear bomber), yaitu Abdulmutallab Umar, tidak punya hubungan dengan Boko Haram. Namun usahanya untuk meledakkan bahan peledak di sebuah penerbangan AS pada tahun akhir 2009 telah menyingkap kerentanan Barat terhadap ketidakamanan di Nigeria.

Boko Haram sejauh ini melakukan kontak dengan kelompok-kelompok Takfiri Islam dukungan Arab Saudi seperti al-Qaeda di Maghreb Islam di Afrika utara. Menurut para ahli keamanan, adanya peningkatan kecanggihan dalam pelaksanaan serangan Boko Haram menunjukkan pengaruh eksternal tersebut.

Saat kelompok itu bergerak menjauh dari akar politiknya dan menjangkau dimensi religius, upaya dialog pemerintah dengan kelompok itu menjadi lebih sulit.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, mengerahkan militer dalam upaya untuk menangani krisis yang ditimbulkan Boko Haram. Ia setiap menyatakan, setelah setiap serangan, pemerintah telah mengendalikan situasi. Namun peristiwa-peristiwa yang terjadi itu tampaknya semakin di luar kendali pemerintah.

Meskipun sebagian besar penduduk Nigeria utara membenci kekerasan, ada simpati dan dukungan lokal yang cukup besar bagi penerapan hukum Syariah yang ketat dan kaku ala Wahabi, sama seperti di Indonesia, namun kelompok ini sangat minoritas dan merasa sebagai mayoritas dengan memaksakan kehendaknya.

Seperti di Indonesia kelompok Takfiri ini, memandang sempit wilayah hukum Syariah dan dijadikan dalih untuk melakukan pembunuhan dan pembantaian.

Untuk eksis, Boko Haram menjalin hubungan dengan Arab Saudi via duta besar Riyadh di Senegal, di samping menjalin koneksi dengan kelompok-kelompok Takfiri lainnya.

Pada bulan Agustus 2012, satu faksi Boko Haram dipimpin oleh Abu Muhammad berkunjung ke Mekah dengan tim pemerintah Nigeria yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Sambo Dasuki. Presiden Jonathan menolak pembicaraan baru dengan kubu ini, dengan alasan tidak ada dialog dengan Boko Haram karena menurutnya, kelompok Takfiri ini tak berwajah sebagaimana dilaporkan oleh AFP; “Nigeria Not Talking to Boko Haram Islamists, President Says,” Agence France-Presse, November 18, 2012.

Boko Haram juga memiliki sejarah kelam berbagai pembunuhan dan pembantaian yang mendapat restu dari Arab Saudi. Menuurt beberapa informasi, Muhammad Yusuf berlindung dibalik ketiak penguasa Arab Saudi untuk menghindari penangkapan pasukan keamanan Nigeria pada tahun 2004.

Bahkan, Boko Haram juga menerima bantuan dana dan finansial dari organisasi AQIM di Inggris danSaudi Arabia dan hal itu diakui oleh Juru Bicara Boko Haram yang mengklaim bahwa para pemimpin Boko Haram bertemu dengan pemimpin al-Qaeda di Arab Saudi saat melakukan umroh pada bulan Agustus 2011. [Monica Mark, “Boko Haram Vows to Fight Until Nigeria Establishes Sharia Law,” Guardian, January 27, 2012. Abu Qaqa said, “Al-Qaida are our elder brothers. During the lesser Hajj [August 2011].

Pemimpin Boko Haram juga mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pada 25 November 2012 di sebuah gereja di dalam barak militer di Jaji, Kaduna. Sebelum peyerangan terjadi, pemimpin Boko Haram pergi ke Arab Saudi dan menetap berbulan-bulan disana. [ “Army Raids Bomb Factory, Arrests 12 In Niger,” Leadership, December 8, 2012.] [IT/AFP/Detik/Kompas]

Silahkan rujuk situs ini:

1. A bloody insurgency, a growing challenge: http://www.cnn.com/2014/04/17/world/africa/boko-haram-explainer/

2. Boko Haram’s International Connections:
http://www.ctc.usma.edu/posts/boko-harams-international-connections

http://www.trackingterrorism.org/article/boko-haram%E2%80%99s-funding-operations?ip_login_no_cache=d1cd971f732a3ce2878f34bbfba4ba5d

3. Boko Haram connections to Saudi Arabia: http://www.politicalforum.com/latest-us-world-news/332558-boko-haram-connections-saudi-arabia.html

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS