Lagi, Baiat Untuk ISIS dari Indonesia

0
712 views

Baiat-ISISCiputat, LiputanIslam.com — Saat rakyat Indonesiatenggelam dalam euforia Pilpres yang menjadi head to head Prabowo –Hatta dan Jokowi-JK, ribuan orang dari berbagai kota justru mengucapkan baiat (janji setia) kepada “Khilafah Islamiyah” ala teroris transnasional Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Bertempat di  Auditorium Syahida Inn, Kampus II UIN, Syarif Hidayatullah, Ciputat, acara Multaqod Da’wiy Ke-7 ini  diadakan oleh FAKSI (Forum Aktivis Syariat Islam). Menurut Al-mustaqbal, peserta yang hadir pada Ahad, 6 Juli 2014, berasal dari Banten, Sukabumi, Cianjur, Lampung, bahkan dari Riau dan Batam.

Proses baiat dipimpin oleh Ustadz Abu Zakariyya, dalam dua bahasa (Arab dan Indonesia) yang diikuti oleh seluruh peserta. Isi baiatnya adalah sebagai berikut:

“Saya berbaiat kepada Amirul Mukminin Abu Bakar al-Baghdadi al-Quraisy untuk mendengar dan taat pada kondisi susah dan mudah.

Pada kondisi diam dan malas             .

Dan walaupun hak kami terlantarkan.

Serta saya, tidak akan merampas kekuasaan dari pemiliknya kecuali saya meilhat kekafiran yang nyata,  yang saya memiliki dalil yang nyata di dalamnya dari Allah.

Takbir  (peserta berteriak Allahu Akbar sambil mengacungkan jari telunjuk ke atas)”

Video baiat dapat disaksikan di https://m.youtube.com/watch?v=6LsK3tKnKCg

Muhammad Anis

Muhammad Anis

ISIS adalah kelompok  teroris  transnasional yang aktif menyebarkan teror di Irak dan Suriah atas nama jihad untuk menegakkan khilafah. Namun Edward Snowden, mantan kontraktor teknik Amerika Serikat dan karyawan Central Intelligence Agency (CIA),  menyatakan bahwa ISIS diciptakan oleh badan intelejen tiga negara yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan entitas Zionis guna mengamankan kepentingan Israel di Timur Tengah.

Muhammad Anis, seorang pakar politik Islam, mempertanyakan keanehan ISIS yang aktif meneror di tengah kaum Muslimin, dan berdiam diri atas kebiadaban Israel atas Palestina.

“Ironis, ISIS dan kelompok takfiri lainnya justru aktif melancarkan teror dan perang di tengah umat Islam sendiri, seperti di Irak, Suriah, Yaman, Nigeria, Somalia, Libya, Indonesia, dan sebagainya. Sebaliknya, mereka tidak pernah mengerahkan energi untuk menghadapi Israel, yang telah hampir 70 tahun menjajah bangsa Palestina,” tulisnya di akun Facebooknya.

Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga menyoal kekhilafahan yang dideklarasikan ISIS, serta tidak adanya fatwa dari ulama-ulama mereka untuk berjihad ke Palestina.

“Lalu, khilafah apa sebenarnya yang mereka deklarasikan itu? Lebih ironis lagi, dalam serangan brutal Israel ke Gaza saat ini, tidak satu pun fatwa jihad keluar dari mulut para ulama mereka. Ini menunjukkan bahwa ISIS hanyalah alat dan bidak Israel untuk melemahkan umat Islam dari dalam. Hubungan ini semakin terlihat saat Israel memberikan bantuan persenjataan dan perawatan medis kepada para anggota ISIS dan Jabhah al-Nusrah saat bertempur dengan Tentara Suriah. Seandainya mereka sadar dan mengarahkan aksi-aksi bom bunuh diri mereka kepada Israel, saya yakin dalam sekejap Israel akan sunyi-senyap dan Palestina pun akan merdeka seutuhnya,” tutupnya. (ba)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS