Konspirasi di Balik Dukungan Terhadap Kelompok Takfiri

0
585 views

Sebagaimana Anda ketahui, kelompok Takfiri merupakan sebuah kelompok dengan aliran pemikiran yang menganggap siapa saja yang berbeda dengannya sebagai kafir dan halal darahnya. Untuk itu mereka tidak segan-segan melakukan tindakan biadab terhadap warga sipil lalu mempublikasikannya di media. Pertanyaannya, siapa yang berada di balik mereka dan memberikan dukungan seperti ini?

 

Saat ini umat manusia di seluruh dunia menghadapi sebuah fenomena bernama kelompok Takfiri. Mereka saat ini sibuk melakukan pembunuhan terhadap umat Islam di Irak dan Suriah serta kawasan dunia Islam lainnya. Kelompok Takfiri muncul setelah headline-headline media di seluruh dunia mengabarkan tentang terbentuknya Kebangkitan Islam. Gerakan Kebangkitan Islam bak musim semi bagi dunia Islam yang tertindas dan mampu menghempaskan pengaruh imperialisme Barat dan penjajah Zionis Israel dari umat Islam.

 

Pada saat yang sama di Barat sendiri terjadi krisis ekonomi dan budaya, sehingga Kebangkitan Islam mampu menggoyahkan stabilitas negara-negara imperialisme Barat. Jalan-jalan di Barat menjadi ajang demonstrasi dan masyarakat Barat mulai melek melihat kenyataan yang sebenarnya tentang substansi Barat itu sendiri. Selain itu, gelombang keingintahuan akan Islam di Barat telah membuat para pejabat Zionis Israel dan Barat tidak dapat tidur nyenyak.

 

Dalam kondisi yang demikian, tiba-tiba muncul kelompok Takfiri yang memakai simbol-simbol lahiriah keislaman dengan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” dan “Muhammad Rasulullah”. Kelompok ini mengaku hanya dirinya sebagai satu-satunya yang Islam. Mereka menganggap umat Islam yang lain sebagai Kafir dan tidak segan-segan melakukan kejahatan paling biadab terhadap umat Islam yang belum pernah di saksikan sepanjang sejarah. Mereka juga tidak peduli dengan simbol-simbol kesucian Islam dan menghancurkan banyak warisan sejarah Islam.

 

Para ilmuwan Islam meyakini munculnya kelompok Salafi-Takfiri ini tidak punya kesamaan dengan kelompok Salafi yang pernah dicatat sejarah. Bahkan kelompok Wahabi tidak pernah mengakui Salafi secara keseluruhan, sehingga para pengikutnya tidak dapat dikatakan sebagai kelompok Salafi. Semangat Salafi yang diakui dalam sejarah lebih banyak ditemukan di Mesir dan India. Mereka menjadi target penghancuran dikarenakan semangatnya melawan imperialisme dan penguasa.

 

Tapi yang terjadi saat ini sudah berubah situasinya. Tiba-tiba banyak orang mengaku dirinya sebagai kelompok Salafi dimobilisasi untuk melakukan aksi-aksi teroris di Suriah dan Irak. Kebangkitan Islam merupakan kesempatan langka yang terjadi di dunia Islam untuk menghidupkan kembali Islam yang murni dan menciptakan persatuan antara umat Islam. Gerakan Kebangkitan Islam yang tengah berlangsung di Timur Tengah dan Afrika Utara tiba-tiba seperti lenyap dan yang muncul adalah bahaya kelompok Takfir dan mereka menjadi problema utama dunia Islam.

 

Sejatinya kekuatan imperialisme memanfaatkan Salafi yang memiliki banyak cabang di dunia sebagai alat untuk memukul dunia Islam dan menahan Kebangkitan Islam. Wahabi sendiri merupakan bagian dari kelompok Salafi ekstrim dan termasuk bidah dalam sejarah Islam. Kelompok ini muncul di masa Muhammad bin Abdul Wahhab (abad 17 M) dengan dukungan Inggris untuk menghadapi umat Islam sendiri.

 

Namun dalam beberapa tahun lalu, Wahabi-Takfiri lewat bantuan langsung kerajaan Arab Saudi dan dukungan rahasia Amerika sekarang muncul menjadi masalah terbesar bagi dunia Islam. Dari kelompok Wahabi-Takfiri ini yang terlihat adalah semakin mencuatnya kebencian mereka kepada seluruh mazhab Islam. Pada dasarnya, Syiah dan Sunni menjadi korban terbesar dari kejahatan kelompok ini.

 

Imam Khomeini ra sejak lama mengingatkan akan bahaya Wahabi dengan ucapannya, “Mengapa umat Islam tidak mau membuka matanya, bagaimana saat ini pusat-pusat Wahabi di dunia telah menjadi sumber fitnah dan spionase. Di satu sisi, ada Islam Aristokrasi, Islam Abu Sufyan, Islam Mulla istana yang kotor, Islam mereka yang menunjukkan kesucian tapi tak tahu malu, Islam yang menerima kehinaan, Islam uang dan kekuatan, Islam tertipu, berdamai dan tertawan, Islam yang dikuasai kapitalis dan para kapitalis yang menguasai orang-orang tertindas. Singkatnya, mereka menyebarkan “Islam Amerika” dan dari sisi lain mereka menyembah tuannya, Amerika pengisap darah dunia.”

 

Tidak salah bila Arab Saudi melakukan investasi besar-besaran untuk memperluas kelompok Wahabi-Takfiri di negara-negara Islam dengan dukungan politik negara-negara Barat. Tak syak satu dari tujuan utama Barat dalam mendukung kelompok Wahabi adalah potensi kelompok ini untuk menjadi pusat perpecahan antara Syiah dan Sunni.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Khamenei dalam sebuah pidatonya beberapa waktu lalu mengatakan, “Hari ini ada sekelompok orang di pelbagai dunia Islam bernama Takfiri, Wahabi dan Salafi sedang berusaha keras. Mereka melakukan perbuatan buruk, tapi bukan musuh utama. Semua harus mengetahui masalah ini. Mereka melakukan permusuhan, melakukan kegilaan, tapi musuh utama adalah orang yang memprovokasi pengikut kelompok ini. Musuh utama adalah yang memberi mereka bantuan keuangan. Ketika anggota kelompok ini sudah melemah motifasinya, musuh utama ini berusaha membangkitkan semangat mereka dengan segala cara. Penebar benih perpecahan. Musuh utama adalah badan intelijen Amerika dan Zionis.”

 

Bila bersandarkan pada pandangan para filsuf sejarah dan pakar politik dan sosial, Barat di bidang budaya dan peradaban tengah mengalami kehancuran dan menghadapi akhir sejarahnya. Sementara masyarakat tertindas tengah mengalami kesadaran umum dan siap menghadapi budaya dan peradaban barat. Kesempatan itu tercipta lewat persatuan umat Islam menghadapi Zionisme Internasional dan Islam begitu cepat tersebar di Barat. Dengan melihat kondisi ini, para pemimpin Barat dan Zionis berusaha mencari solusi untuk keluar dari kondisi yang sulit ini.

 

Mereka menemukan solusi paling baik dengan memperkuat dan mempersenjatai kelompok fanatik dan terkebelakang Takfiri. Kelompok ini menjadi wakil Barat untuk membantai umat Islam secara keji! Mereka memprovokasi kelompok Takfiri yang tidak sadar dan ekstrim untuk membantai umat Islam atas nama Islam dan pada saat yang sama Barat tidak terciprat tuduhan melakukan pembantaian. Ini merupakan kesempatan emas yang dimiliki Barat dan Zionis, sehingga dapat menampilkan citra buas dan ganas kepada Islam dan umatnya. Dengan cara itu, mereka berusaha memperlambat kehancurannya. Mereka beranggapan dengan caraitudapat mencegah pertumbuhan Islam di Barat.

 

Patut disesalkan dalam hingar-bingar perang militer dan media, sebagian umat Islam lupa kebencian Zionis terhadap umat Islam yang dapat disaksikan selama 200 tahun belakangan ini. Dengan demikian, kelompok Takfiri pada dasarnya mewakili Barat dan Zionis untuk melakukan pembantaian dan menyimpangkan gerakan Kebangkitan Islam. Kebiadaban Takfiri di Irak dan Suriah menguntungkan keamanan dan stabilitas rezim Zionis Israel dan inilah tujuan utama Barat dan Zionis Israel menggelar aksi teror kelompok Takfiri. Jelas, ini merupakan cara yang paling murah untuk menyerang negara-negara Islam.

 

Mencermati rencana “Timur Tengah Baru” yang digulirkan Amerika dapat membantu menganalisa apa yang terjadi saat ini di Dunia Islam. Istilah ini untuk pertama kalinya digunakan pada 2005 oleh Condoleezza Rice, mantan Menteri Luar Negeri Amerika. Tujuan dari rencana ini adalah membagi kawasan Timur Tengah menjadi sejumlah negara berdasarkan etnis dan minoritas yang ada. Hasil pertama dari kebijakan ini adalah terjadinya konflik tak berkesudahan di kawasan dan semakin melemahnya kekuatan negara-negara Islam menghadapi kekuatan arogansi dunia.

 

Sayangnya, Arab Saudi dan sejumlah negara Arab justru mendukung kelompok Takfiri dan tanpa sadar membantu Barat meraih tujuannya tanpa biaya lalu menghancurkan keamanan dan persatuan negara-negara Islam. Perlahan-lahan kekuatan mereka menghadapi musuh asli; Amerika dan Zionis Israel menjadi lemah. Saat ini saja, rezim Zionis Israel telah merasa lebih tenang akibat aksi-aksi teror dan kebiadaban kelompok Takfiri di dunia Islam.

 

Bayangkan, selama tiga puluh tahun lalu tidak pernah ada satu tembakan mortir dari negara-negara Arab yang diarahkan ke Israel. Sementara pada saat yang sama, Zionis Israel selama 65 tahun lalu melakukan serangan militer, politik dan ekonomi kepada umat Islam. Kini Zionis Israel tidak melakukannya sendiri, tapi dibantu kelompok Takfiri. Namun opini publik negara-negara Islam tidak respek akan aksi-aksi kelompok Takfiri, terlebih dengan kebiadaban yang dilakukan membuat kelompok ini semakin terisolasi.(IRIB Indonesia)

 

sumber : http://indonesian.irib.ir/

NO COMMENTS