Kepala Intelijen Saudi Bertemu Para Pejabat AS dan Israel untuk Membicarakan Operasional Terorisme di Suriah dan Lebanon

0
864 views

peta-prahara-Suriah

 

 

 

 

 

 

 

AS, Arab Saudi dan pejabat Tingkat Tinggi Keamanan Israel telah sepakat dalam pertemuan rahasia mereka untuk menyerang beberapa sasaran di Lebanon dan Suriah, laporan media mengungkapkan hal ini pada hari Rabu 31 Juli 2013.

Pangeran Bandar bin Sultan, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Saudi dan Kepala Intelijen Saudi yang mana dia adalah lelaki Riyadh yang membentuk, mempersenjatai dan mendalangi kelompok teroris di wilayah tersebut, mengadakan pertemuan dengan para pejabat keamanan AS di Washington beberapa minggu yang lalu, mingguan Palestina al-Manar mengutip percakapan sumber-sumber informasi.

Sumber mengatakan kepada Al-Manar bahwa Bandar Bin Sultan mengadakan pembicaraan dengan wakil presiden AS selama kunjungannya ke Washington meminta mereka untuk membiarkan Arab Saudi mengawasi operasi di Suriah dan Libanon.

Bandar Bin Sultan juga menyuarakan kesiapan Riyadh untuk melanjutkan dukungan dan pengiriman senjata kepada kelompok teroris (FSA) di Suriah.

Sumber menambahkan bahwa Pangeran Bandar bin Sultan juga telah bertemu dengan para pejabat tinggi keamanan Israel di Tel Aviv di mana mereka telah menyusun rencana untuk mengebom target-target tertentu di dalam wilayah Suriah dan Lebanon serta melakukan kegiatan sabotase oleh kelompok teroris di kedua negara tersebut.

Pekan lalu, situs “Syrian Dam Press News” melaporkan bahwa Bandar Bin Sultan telah membentuk kelompok-kelompok teroris di Lebanon.

Sebagai catatan bahwa Bin Sultan telah menciptakan beberapa kelompok teroris bekerja sama dengan politisi Libanon, termasuk Kepala Partai “Lebanese Al-Mustaqbal”,  Saad al-Hariri dan Samir Jaja.

“Pangeran Bandar telah mengirimkan sejumlah tentara bayaran untuk Libanon melalui Suriah.” Dam Press mengutip pembicaraan sumber-sumber informasi.

Nara Sumber mencatat bahwa tentara bayaran Bandar ini telah memiliki pelatihan teroris di kamp-kamp khusus dari kelompok teroris Front al-Nusra dan disebut Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Suriah.

Nara Sumber juga mengungkapkan bahwa Perlawanan Gerakan Lebanon  Hizbullah adalah target utama teroris Pangeran Bandar.

Saad al-Hariri dan Bandar Bin Sultan mengadakan pertemuan di kota Jeddah Saudi pada Oktober setelah ledakan bom teroris di Beirut yang menyebabkan terbunuhnya Kepala Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Jenderal Wissam al-Hassan.

“Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak memberikan bagaimana cara mengintensifkan ketegangan di Lebanon melalui operasi terorissme oleh kelompok-kelompok ekstremis yang didukung oleh rezim al-Saud,” Mingguan Palestina al-Manar melaporkan pada bulan Oktober.

“Pangeran Bandar mengkoordinasikan operasi teroris dan ledakan di Lebanon bersama Israel dan dia kadang-kadang membuat kunjungan rahasia ke Tel Aviv,” mingguan mengutip perbincangan sumber-sumber informasi.

“Pertemuan Jeddah dipimpin oleh (Saad) al-Hariri, diadakan dengan tujuan untuk menciptakan kekacauan di Lebanon, mendukung dan memperluas terorisme di Suriah dengan koordinasi dan kerjasama sekutu internasional dan regional mereka,” kata sumber Al-Manar.

Berita Mingguan tersebut menilai pertemuan tersebut sebagai bagian dari plot AS-Israel di wilayah yang bertujuan menyebarkan kekerasan di Suriah dan Lebanon melalui sekutu tetap regional mereka, yaitu Arab Saudi dan Qatar.

sumber : http://www.islam-institute.com

 

NO COMMENTS