Kejam, Teroris ISIS Eksekusi 17 Warga Sipil dari Komunitas Shabak

0
841 views

Shabak-IrakNineveh, LiputanIslam.com – Kekejaman demi kekejaman yang diperlihatkan organisasi teroris transnasional ISIS belum juga ada ujungnya. Kali ini, gerombolan ini kembali melakukan eksekusi kepada 17 warga sipil minoritas Shabak (sebutan untuk warga Syiah dari etnis Kurdi), di daerah yang terletak di bagian utara provinsi Nineveh.

Pemimpin kelompok Shabak menyatakan, bahwa kelompok teroris ISIS telah mencaplok setidaknya 60 desa di bagian utara Kota Mosul. Ia juga mengungkapkan, bahwa telah lebih dari 100 orang dari komunitas Shabak telah tewas pasca dikuasainya daerah tersebut oleh ISIS. Karenanya, ia mendesak Angkatan Udara Irak untuk menargetkan teroris ini di daerah utara.

Serangan ISIS di berbagai wilayah, dan eksekusi terhadap warga sipil yang dilakukan dengan keji, sudah menjadi pemandangan biasa Irak. Akibatnya, menurut laporan PBB, telah lebih dari satu juta warga Irak terpaksa harus mengungsi sepanjang tahun ini. Apalagi, teroris in juga hendak meluaskan agresinya ke ibukota Irak, Baghdad.

Pemerintah Irak Kirimkan Amunisi pada pejuang Peshmerga

Guna mendukung perjuangan kelompok Peshmerga Kurdi melawan ISIS, pemerintah Irak telah mengirimkan pesawat, yang penuh bermuatan amunisi. Langkah ini, baru pertama kalinya terjadi antara Baghdad dan Kurdi.

Dilain pihak, Amerika Serikat telah meluncurkan dua putaran serangan udara terhadap tempat yang dideteksi sebagai markas ISIS dekat Arbil, ibukota wilayah Kurdistan.

Pentagon mengatakan, pada Jumat, 8 Agustus 2014, bahwa drone dan pesawat tempur AS telah menyasar posisi mortir dan konvoi tujuh kendaraan yang membawa militan ISIS, yang menewaskan sejumlah militan.

Serangan udara ini menjadikan hampir semua maskapai regional dan internasional  menghindari langit Irak.  Pihak airlines dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Turki telah memberlakukan larangan penerbangan sipil di Irak.

Walau Amerika kini menyerang ISIS, namun mantan Menteri Luar Negeri  AS Hillary Clinton secara terang-terangan mengakui bahwa ISIS merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru Hillary Clinton “Hard Choice” dan menjadi pemberitaan luas media-media massa internasional akhir-akhir ini. (ba)

 


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS