Jakarta, NU Online
Kalau ada yang bercita-cita mendirikan negara Islam yang benar, lakukanlah dengan cara-cara yang benar, yaitu menurut Al-Qur’an dan sunah. Islam yang benar adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Demikian disampaikan pelaku bom Bali yang sudah bertaubat, Ali Imron, saat mengisi diskusi Forum Kajian Ramadhan bertema “Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia”. Diskusi  yang diselenggarakan Wahid Foundation ini berlangsung di Masjid Al Fataa Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/6) petang.

Menurut Ali Imron, sangat baik umat Islam bekerja sama dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam. Umat Islam jangan hanya memendam amarah, yang akhirnya terpancing untuk melakukan terorisme.

Perihal terorisme, semua orang sepakat harus menghentikannya. “Tetapi ketika tidak tahu fakta yang sebenarnya tentang terorisme, bagaimana bisa dilakukan?” tanyanya.

Ali berpendapat, adalah sangat penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya tentang terorisme yang terjadi. Selama ini pelaku terorisme dikenal sebagai sosok yang alim, rajin beribadah, dan ramah terhadap tetangga.

Hal itu yang membuat masyarakat menuduh bahwa terorisme hanyalah rekayasa. Bahkan ada warga yang marah-marah ketika seorang tetangganya menjadi tersangka terorisme, karena dalam kehidupan sehari-hari pelaku terorisme bersikap sangat baik. Mendengarkan tentang terorisme dari sumber yang benar, sangat perlu dilakukan.

Ali terlibat dalam aksi terorisme terutama karena doktrin NII dan berbaiat kepada Abdullah Sungkar. Setelah ditangkap dan divonis hukuman penjara seumur hidup, Ali tidak meminta banding atas pemberian hukuman tersebut. Alasannya ia tidak ingin menyakiti hati korban atau keluarga korban, bila mengajukan banding.

Adanya aksi terorisme yang dilakukan orang Islam membuat Islam terkesan semakin jelek. Oleh karena itu, Ali mengajak semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, dengan cara yang sesuai fikih jihad yang benar. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

 

Sumber : NU ONLINE

No tags for this post.

NO COMMENTS