K.H. Tengku Zulkarnain Membungkam Ulama Wahabi di Masjidil Haram

0
4,146 views

QS Bani Israil ayat 100

 

قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء الْحُسْنَى

 

“Katakanlah (wahai Muhammad) : Serulah ALLAH, Serulah RAHMAN, yang mana saja nama Tuhan yang kamu seru (adalah baik).  Dia mempunyai nama-nama yang baik “.

Dibawah ini merupakan kisah K.H. Tengku Zulkarnainmembungkam ulama Wahabi di masjidil haram yang terekam dalam buku beliau yan berjudul “Salah Faham, Penyakit Umat Islam Masa Kini, Jawaban Atas Buku Raport Merah AA Gym” Halaman 196-197 :

Ada suatu kejadian,  terjadi di Masjidil Haram  yang suci  lagi mulia. Ketika  itu, kami sedang menunaikan  ibadah haji pada tahun 1417 H (bertepatan dengan  tahun 1997 M).

Suatu  sore kami mendengarkan  sebuah majelis ta’lim yang diajarkan oleh seorang Syaikh  golongan Salafy (sebab ulama golongan  lain  terlarang  keras mengajar di Masjidil Haram semenjak golongan Wahabi/ Salafy  ini berkuasa di Saudi Arabia) bersama  dengan ibu kami  serta sejumlah kaum muslimin yang sama-sama menunaikan ibadah haji di tahun  itu.

Kebetulan  pengajian  hari itu membahas  tentang  masalah dzikir.

Dapat para pembaca duga bahwa  hal yang  sama dengan  isi tulisan Tuan Abdurrahman  pun  telah terjadi  di sana. Beliau, sang Syaikh, mengatakan bahwa ada orang-orang  sesat  yang beramal tanpa dalil dan mereka berdzikir seperti anjing  (beliau menggunakan kata kalb,  yang berarti anjing) dan mencontohkan ucapan Allahu dengan menggonggongkan lafazh hu pada  kata Allah  itu kuat-kuat, persis  seekor anjing serigala yang sedang melolong di tengah malam sepi.

Astagfirullah. . . .! 175

Dalam ceramahnya  itu, beliau  juga mencaci maki tokoh-tokoh  thariqat yang ada di Makkah di masa lalu sebagai herdernya pemerintah Turki sang penjajah.

Setelah selesai pengajian,  kami penulis  ini dan beberapa jama’ah haji dari Pakistan, Sudan dan Maroko dan  lain-lain yang telah mendengarkan ceramah tersebut, mendekati  sang Syaikh tadi ke kursinya. Teman-ternan  yang hadir ketika itu memprotes sang Syaikh  atas pernyataannya dalam pengajian  itu.

Akan  tetapi, beliau  tetap bersikeras dengan mengatakan  bahwa tidak ada dalil yang menyokong untuk menyeru nama Allah itu.  Kami kemudian  membacakan Surat Bani  Israil ayat 110  tersebut di atas, dan meng-i’rab kata demi kata dari ayat Al Qur’an tersebut.  Barulah sang Syaikh  terdiam  tidak dapat berkutik  lagi.

Saat  itu sebelum berpisah kami sempat berpesan  pada beliau Agar berhati-hati  dalam  berceramah, terutama kepada banyak orang  awam  yang sedang menunaikan ibadah haji, supaya mereka tidak tersalah dan ikut-ikutan membenci serta menghina orang-orang  yang cinta berdzikir  kepada Allah Subhanahu  Wa Ta`ala, Tuhan mereka

Demikianlah kejadian tersebut.  176

  Kisah diatas diberikan catatan kaki oleh K.H. Tengku Zulkarnain. Berikut catatan kaki kisah diatas :

175.  Kami masih  ingat nama sang  Syaikh  tersebut  yang mengajar  sambil  duduk bersandar  pada sebuah  kursi  kayu yang cukup kokoh  adanya. Namun kami tidak mau menyebutkan nama Syaikh tersebut.

176.  Demi Allah, kami  bersumpah  bahwa kejadian  ini benar  adanya.

sumber : https://www.facebook.com/notes/muhammad-yasir-arafat/kh-tengku-zulkarnain-membungkam-ulama-wahabi-di-masjidil-haram/10151287896526602

NO COMMENTS