ISIS Publikasikan Video Penggorokan Wartawan AS Steven Sotloff

0
973 views

Steven-Sotloff-dan-David-Cawthorne-HainesWashington, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Selasa (2/9) kembali merilis video yang kali ini diklaim sebagai rekaman untuk menunjukkan penggorokan wartawan Amerika Serikat (AS) Steven Joel Sotloff (sebelumnya diberitakan berasal dari Inggris, berdasarkan laporanThe Independent. Baca: Jurnalis Dipenggal ISIS, Inggris Mungkin Akan Ikut Serang Irak dan Suriah) yang disandera di Suriah sejak lebih dari satu tahun. Gedung Putih menyatakan belum dapat memastikan keaslian video yang diberi judul “Pesan Kedua Kepada AS” tersebut.

Dalam video terlihat seseorang yang diklaim sebagai Sotloff, 31 tahun, berlutut di atas tanah dalam keadaan tangan terikat di belakang di tempat terbuka dan mengenakan pakaian serba oranye di sisi pria berpenutup muka yang menghunus pisau kecil, sebagaimana video penggorokan wartawan AS sebelumnya, James Foley, yang dirilis pada 19 Agustus lalu.

Sotloff bekerja sebagai jurnalis untuk beberapa surat kabar dan majalah AS, termasuk Time danForeign Policy, sebelum akhirnya hilang di Suriah pada tahun 2013.

Teroris bersenjata yang mengatasnamakan Islam itu menyatakan bahwa Sotloff adalah sandera yang  kena gilirian digorok jika AS tetap terlibat serangan terhadap posisi-posisi ISIS di Irak.

Pria yang berdiri menghunus pisau kecil dalam video itu berkata, “Saya tampil lagi karena kebijakanmu terhadap Negara Islam dan karena kebersikukuhanmu melanjutkan pengeboman di Amirli, Zamar dan Bendungan Mosul (Irak) meskipun kami sudah memberikan ancaman serius.”

Sambil mengacung-acung pisau dia menambahkan, “Kamu, wahai Obama, dengan aksimu itu membunuh satu lagi warga AS. Jika rudal-rudalmu masih mengebom rakyat kami maka pisau kami masih akan memenggal kepala wargamu.”

Di bagian akhir video berdurasi 1 menit 52 detik itu ISIS juga menayangkan rekaman video David Cawthorne Haines, sandera asal Inggris, yang juga dalam kondisi berlutut di tanah terbuka di sisi pria bertopeng. Pria bertopeng mengancam akan berbuat hal yang sama terhadap  sandera asal Inggris.

“Pada kesempatan ini kami mengingatkan kepada negara-negara yang terlibat dalam aliansi keji melawan Negara Islam (IS/ISIS) supaya kembali dan meninggalkan orang-orang kami,” kata pria itu.

Ibu Sotloff, Shirley Sotloff , pekan lalu menyampaikan pesan video kepada gembong ISIS Abu Bakar al-Baghdadi berisikan permintaan supaya memberikan “amnesti” kepada puteranya.

“Saya mengirim pesan ini kepada Anda, Abu Bakar al-Baghdadi al-Qurashi al-Hussaini, khalifah Negara Islam. Saya Shirley Sotloff. Puteraku Steven ada di tangan Anda,” tuturnya.

“Anda, wahai khalifah, dapat memberikan amnesti. Saya memohon Anda berkenan membebaskan puteraku. Saya memohon Anda menggunakan kewenangan Anda untuk membiarkannya tetap hidup,” lanjut wanita yang bekerja di bidang pendidikan di Miami, AS, tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest menyatakan pihaknya masih akan menyelidiki keaslian video itu karena sejauh belum dapat dipastikan apakah video itu asli atau tidak.

“Ini adalah sesuatu yang akan dianalisa dengan sangat hati-hati oleh pemerintah AS dan para pejabat intelijen kami untuk menentukan keasliannya,” kata Earnest, sebagaimana dilansir BBC.(mm)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS