Teheran, – Pemerintah Iran menyalahkan Arab Saudi atas serangan-serangan terorisme di wilayah Timur Tengah dan lainnya. Iran menyebut Saudi sebagai sumber terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan, dunia telah mengetahui bahwa Saudi dan ideologi Wahabi yang banyak diajarkan di negeri itu, adalah penyebab aksi-aksi terorisme.

Menurut pejabat Iran itu, upaya pemerintah Saudi untuk menutupi perannya dalam terorisme telah gagal.

“Meskipun upaya terus-menerus Arab Saudi untuk menyembunyikan kenyataan-kenyataan seperti keterlibatannya dalam operasi teroris paling mengerikan di dunia dan pembunuhan anak-anak di Yaman, dengan menggunakan petrodolar, saat ini, dunia telah mengetahui bahwa sumber momok tersebut adalah rezim Saudi dan ideologi palsu Wahabi, yang menjadi basis kehidupan politik negara itu,” cetus Qassemi seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (2/9/2016).

Qassemi menjelaskan, yang dimaksudnya dengan operasi teroris paling mengerikan di dunia adalah serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat, yang dilakukan oleh 19 orang, 15 orang di antaranya merupakan warga Saudi dan disebut-sebut terkait otoritas Saudi. Total 3 ribu orang tewas dalam serangan teroris itu.

Pernyataan ini disampaikan Qassemi sebagai respons atas komentar Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir saat berkunjung ke Beijing, China pada Rabu, 31 Agustus lalu. Saat itu, Jubeir menuding Iran mendukung kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Pejabat-pejabat pemerintah Iran dan Yaman telah berulang kali membantah tudingan itu dan menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar.

Jubeir juga menuding Iran mencoba menyelundupkan bahan-bahan peledak ke Bahrain, Kuwait dan Saudi. Atas tudingan itu, Qassemi menyerukan pemerintah Saudi untuk mengkoreksi perbuatan mereka sendiri, bukannya melancarkan tuduhan-tuduhan terhadap pihak lain.
(ita/ita)

NO COMMENTS