Ini Kata Dewan Masjid dan GP Ansor Menanggapi Tantangan ISIS

0
602 views

ISIS-Tantang-Banser-Ini-Jawaban-Ketua-Banser-500x287-300x172Satu Islam, Jakarta – Sekretaris Kominfo dan Kerjasama Antar Lembaga Dewan Masjid Indonesia (DMI), Hery Sucipto, menilai rekaman video ISIS melalui laman Youtube yang memicu kontrovesi beberapa waktu lalu meresahkan masyarakat.

Menurut Hery, tantangan itu sebagai hal yang berlebihan dan tidak ada relevansinya. Namun Hery meminta pihak yang ditantang untuk tidak menanggapiserius tantangan itu.

“Sebaiknya TNI, Polri, Banser dan kelompok pecinta NKRI lainnya tidak usah terprovokasi dan serius menanggapi tantangan tersebut, sebab hanya akan menguras energi saja,” tutur Hery dalam siaran persnya, Sabtu 27 Desember 2014.

Meski demikian, ia berharap aparat negara tetap waspada dan menjadikan tantangan tersebut sebagai upaya lebih kuat menjalin sinergi berbagai kelompok.

“Saya yakin, hanya dengan kekuatan bersama dan kebersamaan seluruh warga dan aparat/pemerintah, ancaman apapun akan dapat dihadapi dengan baik. Kita punya Pancasila yang menyatukan kita semua,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terprovokasi oleh ajakan jihad mendirikan khilafah Islamiyah yang dinilainya salah kaprah.

“Ketua Umum DMI, Pak Jusuf Kalla, sudah tegas menyatakan bahwa penegakan hukum Islam tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang salah dan kekerasan. Kekerasan bukan ajaran Islam,” tutur Hery.

Ia yakin, masyarakat makin cerdas dan dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul, termasuk paham-paham keagamaan yang menyimpang.

Senada dengan Hery, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Anshor Nusron Wahid meminta jajaran aparat TNI dan Polri tidak menanggapi serius soal tantangan yang disampaikan.

“Cueki saja. Silakan saja mereka ke Indonesia usung gagasan khilafah, niscaya kita tidak akan tinggal diam. Gagasan Khilafah Islamiyah tidak boleh berkembang, apalagi diwujudkan,” katanya kepada wartawan, Jumat 26 Desember 2014.

Manurut Nusron, tidak hanya di Indonesia, gagasan Khilafah Islamiyah juga tidak boleh berkembang di seluruh dunia.

“Kita tidak akan pernah kirim relawan ke Suriah. Mending kirim ke daerah bencana, banyak pahala dan manfaatnya,” ujar kepala BNP2TKI itu.

Tantangan yang disampaikan ISIS kepada panglima TNI itu, lanjut Nusron, menandakan jika Indonesia dijadikan sasaran yang potensial didirikannya negara Islam. Karena itu, dia meminta agar pemerintah jangan sampai kecolongan.

“Kalau datang ke Indonesia kita siap menghadapi. Yang boleh berkembang hanya Islam Rahmatan Lil Alamin. NKRI harga mati,” tegasnya.

Seperti diketahui, seorang yang mengaku Abu Jandal Al Indonesia menantang Panglima TNI dan Banser untuk berduel dengan Daulah Islamiyah.

Pria tersebut merekam tantangannya dan disebar lewat media sosial Youtube. Dalam rekaman itu, dia mengatakan tantangan ini untuk membuktikan siapa yang paling sakti antara Pancasila dan Syariat Islam versi ISIS. Dia pun akan menunggu kedatangan Panglima TNI dan Banser di Irak dan Suriah, jika tidak dia akan datang ke Indonesia untuk menegakkan syariat Islam versi ISIS.

 

Sumber :Satu Islam

NO COMMENTS