Ikut Ganyang ISIS, Puluhan Suku Sunni Irak Bebaskan Sejumlah Kawasan

0
585 views

pasukan-suku-irak31Baghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak lebih dari 25 suku Sunni berpengaruh di kota Ramadi dilaporkan berhasil membebaskan sejumlah daerah setelah bergabung dengan pasukan Irak untuk ikut menumpas kawanan teroris kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Mereka bergerak sehari setelah ada pengumuman kesediaan Nouri al-Maliki untuk tidak menjabat lagi sebagai perdana menteri Irak dan balik mendukung Haider al-Abadi yang telah mendapat tugas dari Presiden Irak Fuad Masum menyusun pemerintahan baru.

“Ini merupakan revolusi menyeluruh melawan kesewenang-wenangan dan kezaliman Khawarij masa kini,” kata Syekh Abdul Jabbar Abu Risha, salah satu pemimpin suku yang ikut membantu memerangi ISIS, sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Jumat (16/8)

Dia menambahkan, “Ini merupakan revolusi rakyat yang telah digalang bersama semua kelompok suku yang tertarik untuk memerangi ISIS yang telah menumpah darah kami, serta merupakan akibat dari kezaliman yang telah menimpa kemunitas-komunitas suku di provinsi Anbar.”

Didukung pasukan keamanan Irak di Ramadi, gerakan kelompok-kelompok adat itu mulai membuahkan hasil dengan menguasai sejumlah sarang ISIS di kawasan Zangurah serta desa Asriyah dan desa Albu Assaf yang semuanya terletak di sebelah barat laut kota Ramadi.
Tentang ini, reporter AFP mengaku melihat sejumlah kendaraan ISIS hangus terbakar, sementara pasukan suku-suku juga merebut beberapa kendaraan dan perlengkapan perang lain milik ISIS.

Mereka menggelar operasi serangan bersandi “Revolusi Suku-Suku” terhadap ISIS dan beberapa kelompok yang bersekutu dengan ISIS.
Kepala Kepolisian Provinsi Anbar Brigjen Ahmad Sadak mengatakan, “Dimulai sejak pukul 06.00 waktu Irak kami mulai menyerang sarang dan tempat-tempat persembunyian para teroris yang mengangkat senjata terhadap aparat keamanan kami.”

Dia menambahkan, “Orang-orang di kawasan ini ditindas oleh gerombolan ISIS dan sekarang mereka berbalik mendukung kami sebagai akibat dari kezaliman dan pembunuhan yang menimpa mereka.”

Menurutnya, pertempuran di kawasan itu masih berlanjut, 12 teroris tewas dan 25 tersangka diringkus, dan tujuh unit kendaraan pengangkut senjata otomatis berat hangus.

“Kami bertekad untuk menghabisi siapapun yang mengangkat senjata terhadap pasukan keamanan atau terhadap komunitas-komunitas suku yang berdiri bersama kami. Kami tidak akan berhenti kecuali dengan pembebasan Anbar,” tegasnya.

Sementara itu, di kota al-Qaim yang terletak di perbatasan Irak-Suriah juga dikabarkan telah terbentuk sebuah kelompok bersenjata anti ISIS yang menamakan dirinya Brigade Hamzah. Kelompok itu pernah ada pada tahun 2006 untuk memerangi al-Qaeda, dan kini kembali terbentuk untuk mengganya ISIS.

Kepala Resimen Darurat Kota Haditha, Kolonel Ahmad Shufir, mengatakan, “Kami membentuk kembali brigade ini dengan prinsip memerangi ISIS, dan pusatnya sekarang ada di kota Haditha. Brigade ini akan memulai operasi militer dalam waktu dekat di beberapa kawasan barat yang dikuasai ISIS.”

Kota al-Qaim dan beberapa kota lain seperti Anah dan Rawah telah lepas sepenuhnya dari kendali pasukan Irak. Namun beberapa kota utama provinsi Anbar seperti Ramadi dan Haditha masih tetap berada di bawah kontrol pasukan Irak dan kelompok-kelompok suku yang mendukungnya. (mm)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com

NO COMMENTS