Hizbullah Siap Bantu Tentara Lebanon Lawan ISIS

0
716 views

HEZBOLLAHBeirut, LiputanIslam.com – Gerakan Hizbullah mengutuk kejahatan gerombolan teroris takfiri NegaraIslam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap tentara Lebanon dan menyatakan siap membantu tentara Lebanon melawan ISIS. Hal ini dinyatakan Hizbullah menyusul berlanjutnya provokasi dan kejahatan ISIS terhadap tentara Lebanon.

“Kami memuji keberanian tentara Lebanon yang terus mengerahkan segenap upayanya untuk mencegah penyusupan para teroris takfiri ke wilayah Lebanon agar mereka tidak dapat melakukan kejahatan terhadap warga Lebanon,” ungkap Hizbullah, Jumat (19/9), sebagaimana dilansir IRNA.

Gerakan yang dipimpin Hassan Nasrallah itu menengaskan keharusan mendukung tentara Lebanon yang disebutnya sebagai lembaga nasional Lebanon yang inklusif serta mengayomi dan membela negara dan seluruh rakyat Lebanon.

“Dalam situasi genting sekarang ini penting sekali bagi kami bahu membahu dan berada di sisi sebuah lembaga militer yang terpadu dan bersatu dalam menghadapi ancaman bahaya para teroris. Kami menyatakan solidaritas kami dengan tentara Lebanon,” tegas Hizbullah sembari menyampaikan belasungkawanya kepada para komandan, perwira, dan prajurit Lebanon atas gugur dan cideranya beberapa tentara Lebanon akibat serangan teroris.

Sebelumnya, dua tentara Lebanon gugur dan empat lainnya cidera akibat ledakan bom yang dipasang teroris di sebuah jalan dan ditujukan kepada tentara Lebanon yang berpatroli di kawasan antara Wadi Hamid dan al-Sumaidah di wilayah perbukitan distrik Arsal di timur laut Lebanon di dekat perbatasan antara negara ini dan Suriah.

Selain itu, kelompok teroris takfiri Front al-Nusra mengeksekusi, Mohammad al-Hamiyah, tentara Lebanon yang mereka sendera, sesuai ancaman mereka sebelumnya. Dalam pesannya di media sosial Twitter kelompok itu menyatakan telah mengeksekusi korban dengan alasan militer Lebanon enggan merespon tuntutan mereka.

Mereka juga berdalih bahwa tentara Lebanon telah menyerang pangkalan-pangkalan dan tempat-tempat pengungsi Suriah, melakukan operasi penangkapan secara masif dan menggempur dataran tinggi Arsal.

Tentara Lebanon sebelumnya memang telah menyerang beberapa pangkalan dan tempat konsentrasi para pengungsi Suriah karena menjadi tempat persembunyian para teroris, menangkapi sejumlah besar anggota Front al-Nusra, dan menembaki beberapa posisi kelompok ini di dataran tinggi Arsal sebagai reaksi atas pergerakan terorisme mereka di wilayah Lebanon.

ISIS dan al-Nusra pada 2 Agustus lalu menyerang distrik Arsal, dan setelah lima hari bercokol di sana mereka menculik dan membawa sejumlah tentara Lebanon ke wilayah perbukitan yang menjadi tempat persembunyian mereka.

Sedangkan tuntutan mereka terhadap tentara Lebanon antara lain ialah keluarnya milisi Hizbullah dari Suriah, pembebasan para teroris dari penjara Rumiyah, dan menyerahkan dana dalam jumlah besar.

Kelompok ISIS sejauh ini telah mengeksekusi dan memenggal dua tentara Lebanon bernama Ali al-Sayyid dan Abbas Mudallaj. Sedangkan Front al-Nusra dalam serangannya ke permukiman Arsal telah menculik 18 tentara Lebanon, namun lima di antaranya mereka bebaskan. Dengan gugurnya al-Hamiyah maka tentara Lebanon yang masih ada di tangan mereka sebagai sandera berjumlah 12 orang.

Menurut media Lebanon, para teroris ISIS dan al-Nusra bermaksud menguasai daerah permukiman Arsal antara lain karena mereka membutuhkan tempat yang lebih nyaman menjelang musim dingin serta mendapatkan akses menuju Laut Tengah, sebab mereka selama ini tinggal di daerah terpencil di dataran tinggi Arsal sejak mereka berhasil diusir dari berbagai kota Suriah oleh pasukan Suriah yang dibantu oleh milisi Hizbullah. (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS