Harta dan Janji Setia Dari Ba’asyir, Untuk ISIS

0
1,609 views

Ustad-Abu-Bakar-Ba-asyirJakarta, LiputanIslam.com – Abu Bakar Ba’asyir, pemimpin spiritual jaringan teroris di Indonesia, beberapa waktu yang  lalu mengungkapkan dukungannya untuk Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bukan hanya janji setia, jaringannya juga telah bergerak untuk turut mendanai ISIS.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai kepala kepada The Jakarta Postmengungkapkan pada Senin, 14 Juli 2014 bahwa Ba’asyir telah aktif membantu ISIS dalam beberapa bulan terakhir.

“Ba’asyir mengklaim bahwa ia tidak melakukan  ba’iat [sumpah setia] untuk pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Namun itu hanyalah tipu muslihat. Pada kenyataannya, ia dan jaringannya terlibat dalam menggalang dana dan merekrut jihadis untuk untuk ISIS,” kata Ansyaad.

“Kami telah berhasil mencegah pengikut Ba’asyir yang hendak meninggalkan tanah air untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Dengan menginterogasi mereka, kami menemukan keterlibatan [antara pendukung Ba’asyir dengan ISIS.]

BNPT memperkirakan setidaknya ada 30 orang Indonesia yang telah terlibat dalam gerakan terorisme di Irak dalam naungan kelompok ISIS. Juga, dengan kelompok Jabhat Al-Nusra di Suriah yang masih beraffiliasi dengan Al-Qaeda.

Ansyaad mengatakan deklarasi dukungan Ba’asyir terhadap ISIS akan memotivasi gerakan militan radikal [di Indonesia] untuk menggalang  dana lebih banyak dan bergabung dengan kelompok teroris tersebut. Menurutnya, dukungan Ba’asyir ini juga  akan membantu menyatukan elemen-elemen dari berbagai kelompok ekstremis untuk bersatu di bawah bendera “Khilafah Islam” ala ISIS.

ISIS, adalah gerakan teroris transnasional yang mendeklarasikan Khilafah Islamiyah dengan wilayah yang membentang dari  kota di Suriah bagian utara  hingga ke provinsi Diyala di Irak. Apakah ISIS didukung oleh kelompok-kelompok pengusung jihad di Indonesia?

“Semua kelompok yang berasal dari JI [Jamaah Islamiyah], Jamaah Ansharut Tauhid [JAT], Majelis Mujahidin Indonesia [MMI] dan Negara Islam Indonesia [NII] adalah simpatisan ISIS karena mereka memiliki ambisi yang sama,” kata Ansyaad.

Ba’asyir, mantan pemimpin JI yang mendirikan JAT, menyatakan dukungannya terhadap ISIS dihadapan para petinggi JAT dan keluarganya pekan lalu di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Seperti yang diketahui bersama, Ba’asyir tengah mendekam di penjara untuk menjalani hukuman 15 tahun penjara atas keterlibatannya dalam gerakan terorisme.

Ketua JAT Mochammad Achwan mengatakan bahwa meskipun Ba’asyir telah menyuarakan dukungannya [kepada ISIS], ia belum bisa menjamin bahwa JAT juga akan membaiat “Sang Khalifah”, Abu Bakar al-Baghdadi. Mengapa?

“Sepertinya ada perselisihan antara Jahbat Nusra dengan  ISIS. Itulah sebabnya kami memilih untuk menahan diri dari menyatakan ba’iat, tetapi posisi kami jelas. Kami mendukung pembentukan khilafah. Dan kontrol tetorial yang ditetapkan ISIS juga membantu gerakan mendapatkan traksi,” kata Achwan.

Kendati Jahbat Al-Nusra dan ISIS memiliki ambisi yang sama, yaitu menegakkan Khilafah Islamiyah yang pernah berjaya di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya,  mereka terlibat pertikaian hingga bunuh-bunuhan karena adanya  perbedaan sudut pandang  dalam mencapai tujuan. ISIS menghendaki memperluas kontrol wilayah di Suriah dan Irak, sementara Al-Nusra hanya menghendaki Suriah saja.

Juru bicara Kepolisian Nasional, Brigjen  Boy Rafli Amar,  mengatakan bahwa polisi hanya akan bertindak terhadap para pendukung ISIS jika mereka menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

“Kami akan memonitor individu yang berpartisipasi dalam gerakan ISIS, dan akan menyelidiki apakah mereka akan menimbulkan ancaman bagi negara, atau tidak, saat mereka kembali nanti,” ujarnya.

Sedangkan Deputi BNPT untuk kerjasama internasional, Harry Purwanto, memperingatkan adanya kemungkinan  warga Indonesia yang sedang berjuang bersama warga Palestina di Gaza juga akan tertarik untuk  bergabung dengan ISIS.

“Situasi di Gaza telah memicu semangat juang di sebagian masyarakat Indonesia. Kemudian, pihak-pihak tertentu bisa saja membujuk mereka untuk pergi ke Irak, “katanya. (ba)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS