Harian al-Ghad: Negara-Negara Arab Ikut Membidani Kelahiran ISIS

0
876 views

liga-arab-vs-isisAmman, LiputanIslam.com – Harian al-Ghadmenyebutkan bahwa para pakar politik negara ini menilai negara-negara Arab ikut membidani kelahiran kelompok brutal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena mereka telah menelantarkan Suriah dalam krisis sekaligus mengabaikan Irak.

“Sebelum keadaan berkembang seperti sekarang, negara-negara Arab seharusnya menempuh suatu tindakan. Tapi nyatanya, dalam masalah ini mereka tidak eksis baik dari segi politik maupun ekonomi dan militer. Sekarang mereka malah bergantung pada John Kerry dan satu-satunya mitra mereka, Amerika Serikat (AS),” tulis surat kabar Jordania tersebut berdasarkan pendapat pakar politik negara ini, sebagaimana dikutip Newshub, Sabtu (13/9).

Al-Ghad mengutip pernyataan mantan menteri luar negeri Jordania Kamil Abu Jabir bahwa negara-negara Arab seharusnya melancarkan perang kultural dan ideologis terhadap ISIS.

“Dalam sejarah kita, bangsa-bangsa Arab dan Islam, belum pernah ada fenomena seperti ini (ISIS). Dari dinasti Umayyah hingga Abbasiah dan Fatimiyah tidak ada yang menerapkan pendirian yang serupa (dengan pendirian ISIS) sekarang,” ujarnya.

Pakar politik Jordania lainnya, Hasan Abu Nimah berpendapat bahwa serangan AS terhadap ISIS di Irak bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, hal yang menarik perhatian adalah rencana serangan AS ke posisi-posisi ISIS di Suriah setelah Washington menyatakan akan mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi moderat Suriah dan tidak berniat bekerjasama dengan pemerintah Suriah.

Abu Nimah menilai AS berada dalam posisi dilematis. Washington tidak mungkin akan beraliansi dengan Damaskus karena sudah terlanjur menganggap pemerintah Suriah tidak sah, walaupun di saat yang sama AS juga tidak ingin menunjukkan secara terbuka statusnya sebagai negara penyuplai senjata kepada oposisi Suriah.

“Hanya saja,” katanya, “jika AS menyerang posisi-posisi (ISIS) di Suriah maka ini akan sangat menguntungkan pemerintah (Suriah).”

Sementara itu, Dirjen Lembaga Pensiunan Militer Jordania, Mahmoud Ardisat, menyebut ISIS sebagai bahaya besar bagi Timur Tengah dan AS.

“ISIS telah berubah menjadi bahaya besar bagi seluruh kawasan yang menjadi tempat banyak kepentingan AS dan demi kepentingan itu AS bahkan rela berperang di Irak selama 10 tahun, terlepas dari dalih apapun yang mereka kemukakan. Dulu AS mengatakan berhasil membebaskan Irak, tapi nyatanya sekarang separuh Irak justru diduduki oleh ISIS,” paparnya.

Dia menambahkan, “Mereka (negara-negara Arab) sekarang menyadari bahwa biang persoalannya adalah Suriah. Kesalahan ada para rezim-rezim di kawasan yang telah membiarkan krisis Suriah tanpa penyelesaian… Mereka kini harus membayar mahal, dan ketika mereka tak berdaya maka yang dapat mereka lakukan adalah meminta pertolongan kepada AS.” (mm)

 


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS