Harga Sebuah Pemahaman

0
569 views

no2Terkadang, sebuah kebenaran itu baru bisa dipahami dengan harga yang mahal. Tapi itu jelas lebih baik, ketimbang tidak pernah mau paham sama sekali. Sudah berkali-kali para ulama yang lurus dan moderat memperingatkan betapa sangat berbahayanya kelompok takfiri. Tapi, masih saja cukup banyak pihak yang mengabaikannya. Masih banyak orang yang bermain-main dengan keberadaan mereka demi untuk sebuah kepentingan sesaat.

Mereka adalah kelompok yang mudah menjatuhkan vonis kafir dan sesat kepada siapapun yang berbeda dengan mereka. Vonis itu dijatuhkan secara in absentia, di sebuah ruang pemikiran yang tertutup, tanpa perlu konfirmasi kepada pihak manapun, termasuk kepada pihak yang didakwa. Mereka menjadi jaksa sekaligus hakim. Tak ada pengacara, tak ada saksi.

Lebih jauh lagi, hukuman yang harus diterima akibat jatuhnya stigma itu tidak main-main: hukuman mati! Bercak-bercak darah yang mereka tumpahkan lewat vonis hukuman itu dengan mudah ditemukan di lembaran-lembaransejarah ummat Islam.

Jumlah mereka sebenarnya selalu saja minoritas dibandingkan jumlah ummat Islam secara keseluruhan. Akan tetapi, suara mereka terus saja memenuhi ruang publik. Itu karena klaim-klaim mereka serta brutalitas yang ditunjukkan berskala sangat massif. Mereka juga berani berdusta dan melakukan rekayasa untuk mendukung klaim-klaim tersebut.

Ditambah dengan campur tangan para musuh agama yang dengan sukarela menjadi katalisator bagi perkembangbiakan aktivitas kaum takfiri. Maka, mereka pun seperti amat besar, merasa selalu punya momentum, serta merasa menjadi representasi gerakan Islam dunia.

Sayangnya, kesadaran dan pemahaman tentang betapa sangat berbahayanya kelompok takfiri ini seringkali baru muncul setelah kita menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan kelompok ini. Tentu saja sangat mengerikan menyaksikan bagaimana mereka menyembelih manusia seperti hewan, sebuah perilaku setan yang hanya menjatuhkan sisi kemanusiaan mereka ke derajat yang lebih rendah daripada binatang.

Saat ini, di Irak, berbagai elemen mayarakat Irak (Sunni, Syiah, dan kelompok etnis Kurdi) telah menyatakan tekadnya untuk bersatu-padu dalam menghadapi kelompok takfiri bernama ISIS. Para ulama Sunni dan Syiah dari berbagai kawasan negeri Muslim juga paling tidak telah menyampaikan kekhawatirannya atas eskalasi brutalitas ISIS.

Memang bisa dikatakan agak terlambat. Terlambat, karena reaksi tersebut baru muncul setelah semua pihak menyaksikan perilaku brutal kelompok ISIS. Padahal, perilaku tersebut sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Padahal, para ulama moderat dan cendekiawan Muslim yang berpikir jernih sejak dulu sudah mewanti-wanti tentang betapa sangat berbahayanya kelompok ini.

Kesadaran yang muncul di kalangan seluruh elemen rakyat Irak untuk mengatakan “tidak” kepada ISIS mestinya menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Muslim Indonesia untuk memangkas gerakan kelompok ini sejak awal. Bersegaralah, sebelum terlambat. Tentu kita tidak ingin bernasib seperti Irak, yaitu baru bereaksi setelah ribuan darah kaum Muslimin tertumpah dengan sia-sia.

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS