Gerakan Takfiri di Indonesia Menjamur

0
493 views
Islam Times- Sekelompok massa dari elemen-elemen takfiri seperti Komunitas Umat Islam Bekasi (KUIB), JAT, FAKSI, dan MMI meneror aparat kepolisian dari Polsek Bekasi selatan, Pekayon, (17/02). Dengan atribut al Qoida dan simbol-simbil takfiri mereka berteriak-teriak sekaligus memblokade jalan umum di depan markas polisi itu.
Takfiri di Indonesia

Takfiri di Indonesia

Kelompok teroris dan Takfiri mengatasnamakan Ahlu Sunnah terlanjur menjamur dan tumbuh subur di Indonesia. Sehingga gesekan antar masyarakat, aksi terror dan pengkafiran terhadap pihak lainseringkali terjadi di negri yang damai ini.

Kasus terakhir adalah ketika Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) yang berafiliasi dengan teroris internasional al-qaedadan pendukungnya di Indonesia terang-terangan mengibarkan bendera hitam mereka.

Sebagaimana pernah diberitakan Islam Times, Forum Aktivis Syariat Islam(FAKSI) terang-terangan mendeklarasikan dukungannya terhadap ISIS di Masjid Fathullah, Jakarta, Sabtu (08/02) kemarin.

Kasus teranyar, Sekelompok massa dari elemen-elemen takfiri seperti Komunitas Umat Islam Bekasi (KUIB), JAT, FAKSI, dan MMI meneror aparat kepolisian dari Polsek Bekasi selatan, Pekayon, (17/02). Dengan atribut al Qoida dan simbol-simbil takfiri mereka berteriak-teriak sekaligus memblokade jalan umum di depan markas polisi itu.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) K.H. Said Agil Siradj, juga mengkhawatirkan menjamurnya aksi teroris dan Islam radikal ala al Qoida tersebut. Bahkan Said Aqil menegaskan, terorisme di Indonesia sulit diberantas.

“Saya tahu di Semarang, Kuningan, Bekasi, Cirebon, banyak. Mereka itu mengajarkan tentang hal yang apa-apa kafir, pemerintah kafir,” katanya di Balai Kota Depok, Kamis (20/02).

Said Aqil yakin kelompok Islam radikal akan ada sepanjang massa. Menurutnya, Jika mencurigai sebuah kelompok kemudian sudah terbukti melakukan teror, pihak kepolisian harus segera bertindak.

Menurut Ansyaad Mbai, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bahwa ada sekitar 100 orang yang berpotensi menjadi teroris. Ini menandakan, Indonesia masuk kategori rawan aksi terorisme dan ajaran radikal. (IT/sa)

sumber : http://www.islamtimes.org/

NO COMMENTS