Fatwa Ulama Salafi: Hubungan Sesama Mujahidin Boleh

0
654 views

Bukan wahabi kalau ga aneh-aneh. Dan di antara yg aneh dan jijik kali ini adalah fatwa ulamanya yg membolehkan anak muda menyerahkan duburnya untuk diliwat oleh “mujahidin” Wahabi salafi demi syahid dan mendapatkan 70 bidardari. 

Cerita berawal dari pertanyaan Seorang anak muda yang lugu dan bersemangat  jihad. Ia datang kepada syaikhnya dan menyatakan ia siap meledakkan dirinya membunuh musuh-musuh wahabi / salafi yang musyrikin dan murtad. Untuk itu ia siap memasukkan bahan peledak ke dalam duburnya agar tak terdeteksi.

. ولكي تتدرب على هذه الطريقة الجهادية يجب ان ترضى ان يُلاط بك فترة وتكون مؤخرتك قادرة على ان تحمل عبوة التفجير”.

Kata syaikhnya, “supaya bisa melakukan jihad dengan cara ini maka engkau harus rela diliwat beberapa waktu agar duburmu kelak bisa membawa bahan-bahan peledak.”

Ulama wahabi yang menjadi guru spiritual para mujahidin ISIS berkata:”

الأصل ان اللواط محرم ولا يجوز . غير ان الجهاد أولي، وهو سنام الإسلام، واذا كان سنام الإسلام لا يتحقق إلا باللواط فلا بأس فيه، فالقاعدة الفقهية تقول ان الضرورات تبيح المحظورات، وما لا يتحقق الواجب الا به فهو واجب، وليس هناك أوجب من الجهاد. وعليك بعد ان يلاط بك ان تستغفر الله وتكثر من الثناء عليه

Sebenarnya liwat itu perbuatan yang haram dan dilarang dalam agama. Namun karena jihad adalah hukum agama yang paling tinggi maka ia harus didahulukan. Sekiranya pelaksanaan jihad itu tidak terealisasi kecuali dengan cara liwat maka liwat diper bolehkan. Demikian itu sesuai dengan rumusan fikih adhdharurat tubihu almahdzurat, keadaan darurat menghalalkan semua yang dilarang. Sekarang ini tidak ada yang lebih wajib dari jihad.

Tapi setelah diliwat hendaklah engkau beristighfar kepada Allah dan banyak2 berzikir kepada Allah.

Demikian contoh dari fatwa-fatwa para ulama salafi yang perlu kita lihat secara kritis. Sedemikian keji dan amoralkah agama Islam? Atau sebenarnya para salafi itu hanya mencari pembenaran saja dari agama yang mulia ini?

Sumber

http://www.al-masdar.net/%D9%81%D9%88%D8%B6%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%AA%D8%A7%D9%88%D9%89-%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9-%D8%BA%D8%B1%D9%8A%D8%A8%D8%A9-%D8%AC%D8%AF%D8%A7-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%AA%D8%A7/

No tags for this post.

NO COMMENTS