DK PBB Minta Masyarakat Dunia Dukung Irak Melawan Teroris ISIS

0
389 views

dewan-keamanan-pbb1NewYork, LiputanIslam.com –Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ko-Moon dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk serangan kelompok teroris di Irak serta menyerukan kepada masyarakat dunia supaya membantu pemerintah dan rakyat Irak dalam upaya menumpas kawanan teroris, demikian dilaporkan Reuters Kamis (8/8).

Seruan ini dikemukakan setelah DK PBB menggelar sidang darurat atas permintaan Perancis menyusul pendudukan beberapa kota Kurdi di Irak utara oleh kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengakibatkan puluhan ribu warga Kristen dan warga penganut sekter Yazidi berlarian menyelamatkan diri. Warga Kristen mengungsi menuju kota Arbil dan Dahuk, sedangkan warga Yazidi banyak yang terjebak di Gunung Sinjar. Hal ini lantas memunculkan wacana aksi militer Barat di Irak.

DK PBB dalam statemennya yang didukung oleh 15 negara anggota DK PBB meminta masyarakat dunia untuk sedapat mungkin membantu mengurangi penderitaan rakyat Irak yang menjadi korban aksi kekerasan teroris.

Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant menyatakan akan mengedarkan rancangan resolusi ke 15 anggota DK PBB untuk mengatasi ancaman ISIS. Dia mengatakan bahwa rancangan yang diharapkan segera dirundingkan dalam beberapa hari mendatang itu dapat memberikan titik terang mengenai langkah-langkah praktis yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah pendanaan dan rekrutmen yang dilakukan ISIS selama ini, serta dapat mengarah pada pencantuman para pemimpin ISIS dalam daftar nama tokoh al-Qaeda yang terkena sanksi DK PBB.

Sedangkan Ban Ki-Moon dalam statemennya “menyerukan kepada masyarakat dunia, khususnya yang terkena dampak situasi, supaya mendukung pemerintah dan rakyat Irak melawan teroris serta berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi penderitaan penduduk yang terkena dampak konflik di Irak.”

Dia mengatakan, “Para anggota DK menegaskan kembali bahwa serangan masif atau sistematis terhadap penduduk sipil karena latar belakang etnis mereka, alasan politik, agama atau kepercayaan dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan sehingga pelakunya harus bertanggung jawab.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius sebagai pihak yang mengusulkan sidang darurat DK PBB menyatakan risau atas menggilanya aksi kawanan teroris di Irak utara dan kekerasan mereka terhadap warga minoritas.

Dia mengatakan, “Mengingat seriusnya situasi, dan juga karena kaum minoritas menjadi korban utama situasi ini maka pemerintah Perancis meminta penyelenggaraan sidang darurat DK PBB supaya masyarakat internasional tergerak untuk menanggulangi ancaman teroris di Irak dan melindungi penduduk dari bahaya.” (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS