Deklarasi Baiat Organisasi Teroris Transnasional

0
1,498 views

isis-2INFOSALAFI.COM: Pagi itu (16/3), Bundaran HI tampak tampak ramai oleh warga Jakarta yang berolah raga. Seperti biasa, di hari Ahad, jalan Sudirman sampai HI memang steril kendaraan terkecuali hanya Busway Trans Jakarta, sehingga masyarakat lebih nyaman berolahraga.

Namun kenyamanan pagi itu juga ‘diramaikan’ oleh acara bertajuk “Tabligh Akbar:Menyongsong Kehadiran Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah;  Support & Solidarity for ISIS. Sekedar informasi, ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) adalah salah satu dari sekian banyak kelompok militan yang menyerbu dan mengobrak-abrik Suriah dengan alasan jihad. ISIS ingin menggulingkan rezim Assad karena ingin mendirikan khilafah di Suriah dan Irak.

Beberapa laki-laki bercelana cingkrang, berjenggot, dan berpakaian serba hitam terlihat berkumpul di dekat bundaran, membentangkan bendera-bendera al-Qaeda dan berbagai macam atribut dan spanduk dukungan kepada ISIS. Sempat terjadi adu mulut antara mereka dengan seorang polisi yang bertugas menjaga kelancaran lalu lintas, sebab keberadaan pasukan berbaju hitam itu sempat memacetkan jalur Busway dan menyedot perhatian warga yang sedang berolah raga.

isis-4

Liputan Islam sempat mengobrol dengan seseorang yang mengaku berasal dari Bekasi. Dia bercerita dengan kesal bahwa rombongan dari Lamongan yang menginap di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi berencana akan melakukan aksi  dan orasi di masjid itu. Hanya saja, aksi mereka dilarang warga sekitar dan Pemda. “Dasar thoghut!” katanya geram.

Banyak anak muda dan remaja yang terlihat hadir. LI mendekati mereka. Ternyata mereka saling kenal di facebook dan mengetahui acara ini dari facebook.

Proyek Mendirikan Daulah Islamiah di Indonesia

isis-5

Orasi dipimpin oleh Koordinator Gerakan Khilafah Wilayah Jakarta. Orator pertama adalah Ustad Fachri dari Pamulang yang mengajak semua ikhwan untuk merapatkan barisan dalam rangka menyambut berdirinya Khilafah di Bumi Syam (Suriah) dan Irak, dan sebentar lagi akan memasuki Lebanon dan menyeberang ke Asia Tenggara. Ustad Fachri juga menyeru bangsa Indonesia agar kembali pada Hukum Allah. Ustad Fachri juga secara tegas menyampaikan rencana untuk menegakkan Daulah Islamiyah di bumi Indonesia dengan berbagai cara.

“Daulah di Indonesia ini merupakan bagian dari Daulah Islamiah yang berpusat di Syam dan Irak, dengan Syekh Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Quraisy sebagai khalifah yang harus dibaiat,” tegasnya.

Tak lupa, Ust Fachri menegaskan bahwa kelompoknya siap untuk menyambut Sang Khalifah, Abu Bakar al-Baghdadi.

Teks Deklarasi

Bagian terpenting dari acara di Bundaran HI itu adalah pembacaan Deklarasi Pembaiatan untuk ISIS. Deklarasi itu dibacakan oleh Ustad Anwar dari Bekasi.

Bismillahirahmannirahim….

Segala puji hanya bagi Allah rabbil alamin, Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia. Wa Ba’du:

Sesungguhnya fajar kemenangan telah menyingsing di hadapan umat Islam dan tanda-tanda yang dijanjikan telah mulai nampak jelas terlihat di dalam lapangan realita, di mana para mujahidin yang jujur dengan bimbingan Allah telah mendirikan Daulah Islam di negeri aliran dua sungai setelah pengorbanan besar dari putra-putri umat Islam di dalam memerangi dan menghancurkan Amerika dan sekutu-sekutunya juga Rafihhah dari kaum Murtaddin.

Dan inilah daulah yang melebarkan wilayahnya di bumi Syam dan ia akan menghancurkan Berhala Sykes Picot serta berdatangan kepadanya para Muhajirin dari berbagai belahan dunia untuk membela Daulah ini seraya berharap dari Allah ta’ala semoga Daulah ini menjadi Khilafah ‘Alaa Minhajin Nubuwwah di masa mendatang yang dekat. Ini adalah hal yang tidak pernah dialami umat ini sebelumnya, dan ini adalah di antara keberkahan bumi Syam di mana didatangkan kepadanya manusia-manusia pilihan di bumi ini, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi shallalahu’alaihi wa sallam di dalam sabdanya: “Hendaklah kaum di Syam, dikarenakan dia adalah bumi pilihan Allah, yang didatangkan kepada manusia pilihan-Nya.”

Maka kami menganjurkan kepada seluruh kaum muslimin untuk membela daulah ini yang memikul tanggung jawab umat, yang mengangkat panji tauhid, menghancurkan syirik dan penyekutuan serta mengembalikan kejayaan kepada umat islam.

Ia adalah Daulah yang didirikan di atas landasan-landasan Syar’i dan Manhaj yang lurus, dan ia telah berdiri di atas serpihan-serpihan tubuh para syuhada dan ceceran darah orang-orang yang jujur. Sehingga ia adalah Daulah Baqiyyah dikarenakan didirikan karena Allah dan untuk menegakkan Dien-Nya serta dalam rangka membela orang-orang yang tertindas. Ia telah melebar dan terus akan melebar ke seluruh negeri-negeri kaum muslimin insya Allah, dikarenakan ia tidak mengakui batasan-batasan wilayah yang dibuat oleh Barat dan Kafir.

Dan ini kami para Muwahhidin di Indonesia di kawasan timur dunia Islam mendukung sepenuhnya Daulah Islamiyyah ini dan kami mengumumkan serta menampakkan dukungan dan pembelaan kami terhadapnya di hadapan public dalam rangka membuat geram musuh-musuh Islam yang senantiasa membuat tipu daya dalam rangka menghancurkan daulah ini. Bahkan seandainya Amirul Mu’minin Abu Bakar Al-Baghdadi al-Quraisyi meminta dari kami untuk berbaiat kepadanya, tentu kami tidak akan ragu-ragu di dalam hal itu dan tentu kami tergolong orang-orang yang bersegera menyambut ajakannya dalam rangka mencari ridho Allah dan membuat geram musuh-musuh-Nya.

Semoga Allah memenangkan Daulah Islamiyyah terhadap semua pihak yang memusuhi dan merintanginya, dan semoga Dia menjayakan Islam dan kaum Muslimin sengannya serta menghinakan Syirik dan kaum Musyrikin dengannya.

Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabat seluruhnya. Walhamdu lillahi rabbil’ Alamin”.

Ada Upaya Merusak NKRI, Kemana MUI?

isis-3Acara ini sangat jelas menunjukkan keberadaan gerakan transnasional yang hendak mendirikan negara Islam (khilafah) di Indonesia. Pada bulan Februari lalu, Prof. Mahfudh MD, mantan Ketua MK, telah mengingatkan bahwa salah satu kelompok yang mengancam keutuhan NKRI adalah kelompok yang mengidamkan Khilafah ala Turki Utsmani.

Sementara itu, Ketua Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik (Ilmispi) Wilayah IV Provinsi Sulbar, Andi Ilham Bambang Parenrengi, mengingatkan, saat ini merebak kelompok-kelompok Islam yang berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi NKRI, serta menganjurkan untuk melakukan tindakan aksi kekerasan mengatasnamakan agama.

Menurutnya, pasca runtuhnya kekuasaan Orde Baru dan masuknya era reformasi, ruang bagi kelompok-kelompok Islam beraliran keras yang cenderung menggunakan cara-cara radikal guna mencapai tujuannya itu semakin terbuka lebar.

“Kelompok tersebut menghendaki adanya perubahan, pergantian sistem di masyarakat sampai akarnya, bila perlu menggunakan cara-cara kekerasan yang tidak sejalan dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam,” katanya (Republika, 16/1).

Kini pertanyaan tertuju kepada MUI yang sebagian ulamanya bela-belain menulis buku MMPSI (Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah Indonesia), bahkan menyebarluaskannya secara gratis di berbagai pengajian. Konon, tujuan mereka demi ‘menyelamatkan NKRI’ dari gempuran ideologi Syiah yang dicurigai hendak membuat Negara Syiah Indonesia. Lalu, mengapa mereka diam saja melihat aksi yang sudah sangat jelas dan terang-terangan anti-NKRI ini?

ISIS: Pembantai Orang-Orang yang Tak Sepaham Dengannya

isis-1

Karena itu, untuk mengetahui wajah asli ISIS, tak lain kita harus menyaksikan apa yang sedang terjadi di Suriah. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok-kelompok pemberontak Suriah (mereka menyebut diri ‘mujahidin) saling berseteru. Awalnya, ada dua kelompok besar, FSA (Free Syrian Army) dan Al Qaida (di bawah bendera Jabhah Al Nusra, dan berbagai kelompok lainnya). Sejak awal konflik mereka sudah melakukan berbagai aksi bom bunuh diri dan pemenggalan kepala orang-orang Syiah atau Sunni yang dianggap pro-Assad. Bahkan ulama Ahlussunnah pun mereka bunuh, bila tak mau mendukung mereka, seperti Syekh Al Buthi.

Lalu, lambat laun, sikap takfiri (gemar mengkafirkan pihak lain yang tak sepaham) pun membakar diri mereka sendiri. Di antara mereka muncul perpecahan. Akhirnya, sebagian kelompok pemberontak berbaiat kepada pemimpin Al Qaida Irak, Al Baghdadi, dan membentuk ISIS, dengan cita-cita membentuk khilafah Irak dan Suriah. Sebagian lainnya menolak berbaiat dan tetap bergabung dengan Jabhah Al Nusra. Lalu, kedua kubu ini pun saling berperang dengan cara-cara yang sangat barbar: menggorok leher lawan, lalu kepala-kepala itu ditenteng dengan bangga sambil berfoto di depan kamera dan diunggah ke media sosial. Bahkan, mereka juga menjadikan kepala-kepala itu sebagai “bola”, ditendang sambil tertawa-tawa. Video dan fotonya tersebar luas di Youtube dan jejaring sosial.

Akankah kita membiarkan sebuah kelompok semengerikan ini  berkembang di Indonesia? Sekarang pun mereka sudah melakukan berbagai kejahatan di Indonesia. Dalam acara Indonesian Lawyer Club yang membahas penembakan teroris dari kalangan ini, ditayangkan pula pengakuan seorang teroris bahwa mereka merampok bank untuk membiayai kegiatan mereka, termasuk juga untuk biaya jihad ke Suriah.

Siang semakin menjelang. Acara pun usai. Seorang warga yang sedang bersepeda di bundaran HI mengacungkan jempolnya ke bawah, ke arah kerumunan pro-ISIS itu. Seseorang dari mereka membalas, “Mati, lu!” (sumber:lipuranislam.com)

 

sumber : http://www.infosalafi.com/

No tags for this post.

NO COMMENTS