Dakwah Wahabi Mengancam Keutuhan NKRI

0
785 views

firanda wahabiDahulu, saya pernah menulis artikel bertajuk “Benarkah Wahabi Intoleran?” Yang terangkai hingga tiga seri. Artikel itu kemudian menjadi polemik yang panjang nan melelahkan. Wajar, karena dalam artikel itu saya menempatkan Wahabi sebagai salah satu biang sikap extrimis dalam Islam sekaligus madzhab pengusung intoleransi yang berpotensi mengancam keutuhan dan kesatuan bingkai NKRI sebagai negara yang plural dengan ragam suku, ras dan agama.

Baru-baru ini, saya mendapatkan kiriman selebaran dari salah seorang karib. Ia meminta agar saya membacanya perlahan dan menanggapi isinya. Betapa terkejutnya ketika membaca judul artikel tersebut, yakni “Maklumat Untuk Para Penyembah Kubur dan Ahli Bid’ah”. Sebab, judul artikel tersebut sangat provokatif dan menebar aroma permusuhan yang sangat kentara, yaitu memberi istilah “penyembah kubur” terhadap saudara-saudara muslim yang sering melaksanakan ziarah kubur orang-orang shalih.

Pada isinya-pun demikian, sangat menyakitkan hati bagi saudara muslim. Mereka (kaum Wahabi) menyatakan bahwa saudara muslim yang gemar menziarahi makam para orang shalih sebagai orang yang mengembalikan agama Islam kepada agama Majusi.

Lebih terkejutnya ketika saya membaca lembaran yang kedua, yang berjudul “Fatwa Hukum Peringatan Maulid Nabi Saw dan Ziarah Kubur”. Saya tidak terkejut dengan fatwa bid’ah Maulid Nabi dan Ziarah kubur, sebab mereka memang telah terbiasa melontarkan tuduhan-tuduhan tersebut kepada sesama muslim yang berbeda pendapat.

Tetapi adalah “sikap dan tindakan kami”-lah yang membuat saya terhenyak. Dalam artikel itu dinyatakan bahwa perlunya bagi mereka untuk melawan para “ahli bid’ah” meskipun terkadang harus diselesaikan dengan pedang.

Sungguh, kalimat “dengan pedang” bisa disalahartikan oleh segelintir anak muda yang mempunyai semangat berlebih untuk memahami agama sebagai anjuran untuk mengucurkan darah sesama muslim yang dipandang sebagai “pelaku bid’ah”.

Dari sini saya memahami benar alasan mengapa ormas Nahdhatul Ulama (NU) bersikap kontra terhadap dakwah Wahabi. Sebab, kaum NU-lah yang selama ini kerap digembar-gemborkan sebagai “pelaku bid’ah” yang musyrik. Dan berdasar lembaran di atas, maka sebisa mungkin harus dilawan dengan berbagai cara meskipun itu harus dengan “pedang”.

Walhasil, sangat jelas dan gamblang bahwa dakwah yang dilancarkan oleh kaum Wahabi sangat berpotensi untuk mengancam keutuhan NKRI. Dengan “mendompleng” nama salaf, mereka berusaha “mengobok-obok” wajah Islam Indonesia yang pribumi menjadi wajah yang bengis dan jauh dari “rahmatan lil a”lamin”.

Ketika para Wali Sanga telah berhasil “meng-Islamkan” Nusantara, maka mereka -kaum Wahabi- dengan dakwah yang keras dan puritan justru berusaha untuk merubah apa yang telah dicapai oleh para Wali Sanga.

Gitu aja koq repot!

Ditulis sebagai tanggapan atas dua lembar fatwa yang menghebohkan dunia maya.

Silahkan klik: http://pbs.twimg.com/media/BRiHHJQCAAbkUS.jpg

Dan: http://pbs.twimg.com/media/BRiG5RCIAE2nJQ.jpg

NO COMMENTS