Buku Mahrus Ali: Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar

0
1,253 views

Untuk menjawab buku Mahrus Ali yang menyesat-nyesatkan para Kiai NU, inilah buku jawabannya: Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar‘. Buku ini ditulis oleh ustadz Muhammad Idrus Ramli dan Habib Muhammad Syafiq Alydrus. Diterbitkan oleh Penerbit Bina Aswaja. Buku ini adalah jawaban terhadap buku tulisan Mahrus Ali : seorang ulama kebanggaan kaum Salafi Wahabi Indonesia. 

Sebagai salah satu ‘seorang ulama’ kebanggaan kaum Salafi Wahabi Indonesia, Mahrus Ali pernah mengklaim dirinya sebagai mantan Kiai NU, sudah barang tentu sebuah klaim pengakuan dusta. Kemasyhurannya hanyalah akibat buruk dari Aksi tangannya dalam penulisan buku-buku yang berisi cemo’oh dan vonis-vonis ngawur terhadap amal ibadah kaum musliminWalaupun buku-bukunya penuh cacat justru karya-karyanya tersebut menjadi kebanggaan kaum Salafi Wahabi.

mahrus ali

Di awal karirnya sebagai penulis khusus bidang penyerangan terhadap kiyaiUlama Aswaja dan ke-NU-an, Mahrus Ali sempat membuat kehebohan yang melejitkan namanya. Bukunya yang berjudul “Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik” yang beredar luas beberapa tahun silammembuat bangga kaum Salafi Wahabi Indonesia, karena buku tersebut berhasil membuat resah umat Islam Aswaja dan para Santri NU.

Buku sanggahannya pun muncul dari tangan santri desa, ditulis oleh Muhammad Idrus Ramli dan sahabatnya yang tergabung di Lembaga Bahtsul Masail NU Jember. Kedua buku yang saling kontra tersebut lalu menjadi perbincangan hangat dan polemik di masyarakat. Akhirnya pada tahun 2008, Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya menggelar debat ilmiah terbuka antar dua penulis buku tersebut.Namun Mahrus tidak datang, dengan alasan yang mengada-ada tentang keamanan pribadi sehingga hanya diwakilkan kepada penulis kata pengantarnya yaiitu Ustadz Muammal Hamidi yang ternyata seorang oknum tokoh Muhammadiyah Jawa Timur.

Tiga tahun berselang, Mahrus yang tidak ada nyali untuk menghadiri debat tersebut, tiba-tiba muncul dengan dua buku barunya “Bongkar Kesesatan Debat Terbuka Kyai NU di Pasca Sarjana Sunan Ampel Surabaya” dan buku “Sesat Tanpa Sadar.”

Nah, buku ini hadir untuk menjawab atau membantah buku “Sesat Tanpa Sadar” karya Mahrus Ali, yang terbukti banyak melakukan pemelintiran data serta tidak jujur dalam mengutip teks-teks paraulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Bahkan yang lebih fatal, Mahrus juga berani menyalahkan pendapat ulama rujukan utama sekte Salafi Wahabi seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan lain-lain. Dengan terungkapnya Mahrus Ali menyalahkan para ulama rujukan utama kaum Salafi Wahabi, nama Mahrus Ali makin heboh, dan kelihatannya Mahrus Ali tetap menjadi salah satu ikon ulama mereka yang membanggakan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang sepak terjang Mahrus Ali ulama kebanggaan kaum Salafi Wahabi Indonesia.

Komentar Habib Zain Baharun, Pengasuh PP Darullughah Wadda’wah

“Saya menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Ananda, murid kami, Muhammad Syafiq bin Ahmad Alydrus barakallahu fih, yang menulis buku bantahan terhadap kesalahan kaum Wahabi, bersama temannya, Ustadz Muhammad Idrus Ramli. Mudah-mudahan buku ini menjadi awal yang baik dan berkah bagi penulis, untuk terus nasyrul-’ilm dan menulis buku dalam upaya membela ajaranIslam Ahlus Sunah Wal Jamaah yang diajarkan oleh Salafuna al-Sadah al-Asyraf al-’Alwiyyin seperti Sayyidina al-Imam al-Faqih al-Muqaddam, al-Imam Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib Abdullah Alydrus al-Akbar, Syaikh Abu Bakar bin Salim, al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Muhdhar, al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad serta para pengikut setia mereka”.

Komentar Prof. Dr. KH. Malik Madani, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

“Di Indonesia sendiri, tantangan yang dihadapi oleh kaum Muslimin, utamanya warga nahdliyyin, harus terus dihadapi secara ilmiah, santun dan bermartabat sesuai dengan akhlaq dan nilai-nilai Islami yang ditanamkan oleh Rasulullah saw , sang pembawa citra rahmatan lil-’alamin. Oleh karena itu,kami menyambut baik atas upaya dua kader muda Nahdlatul Ulama, yaitu Ustadz Muhammad Idrus Ramli dan Ustadz Muhammad Syafiq Alydrus dengan menulis buku Kyai NU atau Wahabi Yang Sesat Tanpa Sadar? Jawaban Terhadap Buku-Buku Mahrus Ali, mengingat buku-buku yang ditulis oleh saudara Mahrus Ali telah menyita perhatian banyak kalangan dan menimbulkan keresahan umatIslam Ahlus Sunnah Wal Jamaah, khususnya warga nahdliyyin. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pembaca. Amin ya rabbal ‘alamin”

 

sumber : http://www.islam-institute.com/

NO COMMENTS