BUKTI-BUKTI PERSAMAAN AKIDAH WAHABI – SALAFI DENGAN AKIDAH YAHUDI

0
1,371 views

Kesamaan Wahabi dan Yahudi Dalam Aqidah

Oleh: Qosim Ibnu Aly

Pada umumnya orang-orang hanya mengetahui bahwa akidah wahabi menetapkan sifat-sifat Allahyang ada dalam al-Quran dan mengharamkan takwil. Karena takwil menurut mereka adalah perbuatan Yahudi. Ini sepintas memang kelihatan “benar”, apalagi orang-orang yang telah tertipu oleh doktrin Wahabi atau terpesona terhadap ajaran mereka, maka tampaknya akan sedemikian “valid” akidah Wahabi tersebut.
Tapi mayoritas muslimin tidak akan terkecoh oleh trik tersebut, lebih-lebi bagi kaum muslimin yang memiliki pondasi Tauhid Ahlus sunnah waljama’ah. Kaum Aswaja akan mampu mengetahui dan melihat misi jahat yang diselipkan di belakang trik itu. Justru umat Islam semakin mengenal bahwaWahabi secara lahir menampakkan pada kaum muslimin permusuhan pada Yahudi, tapi secara sembunyi berteman akrab dengan Yahudi.
Sesungguhnya AKIDAH WAHABI-SALAFI ADALAH AKIDAH YAHUDI. Saya akan tampilkan dengan bukti-bukti kuat dan akurat yang bersumber dari kitab-kitab karya ulamamereka sendiri yang sudah mereka cetak, terutama Ibnu Taimiyyah (inspirator Wahabiyah),Muhammad bin Abdul Wahhab (perintis sekte Wahabiyah), Albani, Utsaimin dan yang lainnya, yang mana bukti-bukti ini tak akan mampu mereka membantahnya.

1.    Alloh Julus (Duduk/Nongkrong)

–       Akidah Yahudi
 
Di dalam naskah kitab Taurat yang sudah dirubah yang merupakan asas akidah Yahudi yang mereka namakan “ SAFAR AL-MULUK” Al-Ishah 22 nomer : 19-20 disebutkan :
فاسمع إذاً كلام الرب قد رأيت الرب جالسا على كرسيه و كل جند السماء وقوف لديه عن يمينه وعن يساره
Artinya: “Dengarkanlah, ucapan Tuhan…. aku telah melihat Tuhanku duduk di atas kursinya dan semua pasukan langit berdiri di hadapannya dari sebelah kanan dan kirinya.”
 
Dalam kitab mereka yang berjudul “ SAFAR AL-MAZAMIR “ Al-Ishah 47 nomer 8 disebutkan;
الله جلس على كرسي قدسه
Artinya: Allah duduk di atas kursi qudusnya “.
 
–       Akidah wahabi-salafi
 
Di dalam kitab andalan wahabi-salafi yaitu Majmu’ al-Fatawa Ibnu Taimiyyah al-Harrani (imam inspirator wahabi) juz 4 halaman 374, Ibnu Taimiyyah berkata:
إذا جلس تبارك و تعالى على الكرسي سمع له أطيط كأطيط الرحل الجديد
Artinya: Jika Allah duduk di atas kursi, maka terdengarlah suara suara saat duduk sebagaimana suara penunggang bintang tunggangan karena beratnya ” (Kitab tersebut dicetak di Riyadh tahun 1993, penerbit Dar al-‘Ashimah yang dita’liq oleh Muhammad al-Khamis)
 

2.    Manusia Seperti Zat Alloh

 
–       Akidah Yahudi
 
Di dalam naskah Taurat yang sudah ditahrif yang mereka namakan “Safar at-Takwin Ishah pertama nomer : 26-28 disebutkan :
وقال الله نعمل الإنسان على صورتنا على شبهنا… فخلق الله الإنسان على صورته على صورة الله خلقه ذكرا وأنثى خلقهم
Artinya: “Allah berkata; “Kami buat manusia dengan bentuk dan serupa denganku… Lalu Allah menciptakan manusia dengan bentuknya, dengan bentuk Allah, dia menciptakan laki-laki dan wanita.”
 
–       Akidah Wahabi
 
Di dalam kitab “Aqidah ahlu Iman fii Khalqi Adam ‘ala shurati ar-Rahman“ Karya Hamud bin Abdullah at-Tuajari syaikh wahabi, yang dicetak di Riyadh oleh penerbit Dar al-Liwa cetakan kedua, disebutkan dalam halama 16 :
قال ابن قتيبة: فرأيت في التوراة: إن الله لما خلق السماء و الأرض قال: نخلق بشرا بصورتنا
Artinya: “Berkata Ibnu Qathibah “Lalu aku melihat di dalam Taurat: “SesungguhnyaAllah ketika menciptakan langit dan bumi, Dia berkata: “Kami ciptakan manusia dengan bentukku.”
 
Pada halaman 17 disebutkan :
وفي حديث ابن عباس: إن موسى لما ضرب الحجر لبني إسرائيل فتفجر و قال: اشربوا يا حمير فأوحى الله إليه: عمدت إلى خلق من خلقي خلقتهم على صورتي فتشبههم بالحمير ، فما برح حتى عوتب
Artinya: “Di dalam hadits Ibnu Abbas: “Sesungguhnya Musa ketika memukul batu untuk Bani Israil lalu keluar air dan berkata: “Minumlah wahai keledai, maka Allah mewahyukan pada Musa “Engkau telah mencela satu makhluk dari makhlukku yang Aku telah ciptakan mereka dengan rupaku, lalu engkau samakan mereka dengan keledai “Musa terus ditegor oleh Allah.”

3. Alloh Memiliki Suara

 
    – Aqidah Yahudi
 
Disebutkan dalam kitab Yahudi yang mereka namakan “ Safar Khuruj” ishah 19 nomer : 36:
فناداه الرب من الجبل … فالآن إن سمعتم لصوتي و حفظتم عهدي
Artinya: “Maka Tuhan memanggil kami dari bukit….sekarang jika kalian mendengar suaraku dan menjaga janjiku.”
 
–  Akidah wahabi :
 
Di dalam kitab “Fatawa al-Aqidah “karya Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang dicetak Maktabah as-Sunnah cetakan pertama tahun 1992 di Mesir, pada halaman 72 Ibnu Utsaimin berkata :
في هذا إثبات القول لله و أنه بحرف و صوت ، لأن أصل القول لا بد أن يكون بصوت فإذا أطلق القولفلا بد أن يكون بصوت
Artinya: “Dalam hal ini dijelaskan adanya penetapan akan ucapan Allah Swt. Dan sesungguhnya ucapan Allah itu berupa huruf dan suara. Karena asli ucapan itu harus adanya suara. Maka jika dikatakan ucapan, maka sudah pasti ada suara.”
 

4. Alloh Ada Di Langit

 
     – Aqidah Yahudi
Di dalam kitab Yahud “ Safar Mazamir “ Ishah 2 nomer : 4 disebutkan :
الساكن في السموات يضحك الرب
Artinya: Yang tinggal di langit, Tuhan sedang tertawa.”
 
–          Akidah wahabi :
Di dalam kitab “Syarh Hadits an-Nuzul” cetakan Dar al-’Ashimah halaman 182, Ibnu Taimiyyah (inspirator lahirnya faham Wahabi) berkata :
أن الله فوق السموات بذاته
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu di atas langit dengan Dzatnya.”

 

Demikianlah sebagian keserupaan Akidah Wahabi dan Yahudi. Artikel tersebut membuktikan bahwa wahabi – dalam aqidah- tasyabuh bilkufar. Masihkah wahabi berani ngotot ngaku-ngaku sebagai penegak sunah dan pemurni tauhid? Wallohu a’lam.
sumber : http://www.islam-institute.com/

NO COMMENTS