Boko Haram Bantai 20 Warga Desa Kristen

0
523 views
Islam Times- “Para pria bersenjata yang diyakini pemberontak Boko Haram menggunakan truk-truk danmotor-motor menyerang desa dan mereka menewaskan 20 orang dan membakar beberapa rumah,” tutur Soji.
Boko Haram (Ilustrasi)

Boko Haram (Ilustrasi)

Lagi, kelompok yang berafiliasi dengan jaringan Takfiri internasional al-Qaeda, Boko Haram melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil. Kelompok tersebut menyerbu sebuah desa Kristen di wilayah Nigeria timur laut dan menewaskan 20 orang.

Kelompok bersenjata berat itu menyerang desa Waga di negara bagian Adamawa dan langsung melepas tembakan. Demikian disampaikan juru bicara pemerintah Ahmed Soji seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa, 27/5/2014.

“Para pria bersenjata yang diyakini pemberontak Boko Haram menggunakan truk-truk dan motor-motor menyerang desa dan mereka menewaskan 20 orang dan membakar beberapa rumah,” tutur Soji.

“Keberadaan beberapa orang lainnya masih belum diketahui namun diyakini mereka kabur ke semak-semak untuk menyelamatkan diri dari serangan dan belum kembali,” imbuh Soji.

Dikatakan Soji, serangan kedua oleh kelompok pria bersenjata ke desa sekitarnya, Gublak berhasil dipatahkan oleh para tentara yang berada di sana. Namun tidak jelas apakah ada korban dalam baku tembak tersebut.

Sebelumnya pada Minggu, 25 Mei waktu setempat, pria-pria bersenjata yang bersepeda motor menyerbu desa Kamuya di Borno, sesaat setelah matahari terbit. Di saat yang sama, banyak warga setempat yang berangkat ke pasar. Pria-pria bersenjata tersebut melepas tembakan ke arah warga setempat. Serangan ini menewaskan sedikitnya 24 orang di desa tersebut.

Siapa Boko Haram, dan apa yang mereka perjuangkan? Boko Haram dalam bahasa setempat berarti “pendidikan Barat haram”. Ambisi kelompok itu terentang mulai dari penegakan hukum Syariah yang ketat di Nigeria utara untuk menghancurkan secara total negara Nigeria dan pemerintahnya, sama seperti kelompok Takfiri Negara Islam Irak dan Sham (ISIS) dan kelompok Takfiri lainnya.

Sasaran serangan Boko Haram itu sejauh ini masih berskala lokal tidak seperti ISIS yang sudah menginternasional dan mempuntai ribuan pendukung termasuk di Indonesia. Namun kelompok itu membuktikan dirinya mampu untuk menyerang lembaga-lembaga internasional, seperti PBB, di wilayah Nigeria demi mencapai tujuan barbar mereka.

Serangan pada 26 Agustus 2011, ketika seorang pengebom bunuh diri Boko Haram yang mengendarai sebuah jip sarat dengan bahan peledak ke markas PBB di Abuja merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah PBB. Sebanyak 24 orang tewas, termasuk 12 staf PBB.

Kapan Boko Haram muncul? Kelompok-kelompok bersenjata terlalu umum di Nigeria. Kelompok-kelompok itu sering didanani oleh politisi untuk mendukung upaya mereka meraih kekuasaan.

Boko Haram pada awalnya tidak berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain. Namun, Boko Haram menjadi sorotan secara nasional pada 2009 ketika 700 orang tewas dalam bentrokan luas di Nigeria utara antara kelompok itu dan militer. Pemberontakan itu ditumpas, tapi kekerasan kembali melonjak sejak pemilu nasional pada April, ketika ratusan orang tewas dalam serangan bom, serangan bersenjata dan pembunuhan hampir setiap minggu di kota Maiduguri, di Nigeria timur laut. Pemilihan itu sendiri secara luas dianggap oleh banyak orang di utara telah dicurangi demi mengalahkan calon populer dari wilayah itu.

Bagaimana hubungan Boko Haram dengan terorisme global? Pengebom asal Nigeria yang punya modus menempatkan bahan peledak pada pakian dalam (underwear bomber), yaitu Abdulmutallab Umar, tidak punya hubungan dengan Boko Haram. Namun usahanya untuk meledakkan bahan peledak di sebuah penerbangan AS pada tahun akhir 2009 telah menyingkap kerentanan Barat terhadap ketidakamanan di Nigeria.

Boko Haram sejauh ini melakukan kontak dengan kelompok-kelompok Takfiri Islam dukungan Arab Saudi seperti al-Qaeda di Maghreb Islam di Afrika utara. Menurut para ahli keamanan, adanya peningkatan kecanggihan dalam pelaksanaan serangan Boko Haram menunjukkan pengaruh eksternal tersebut.

Saat kelompok itu bergerak menjauh dari akar politiknya dan menjangkau dimensi religius, upaya dialog pemerintah dengan kelompok itu menjadi lebih sulit.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, mengerahkan militer dalam upaya untuk menangani krisis yang ditimbulkan Boko Haram. Ia setiap menyatakan, setelah setiap serangan, pemerintah telah mengendalikan situasi. Namun peristiwa-peristiwa yang terjadi itu tampaknya semakin di luar kendali pemerintah.

Meskipun sebagian besar penduduk Nigeria utara membenci kekerasan, ada simpati dan dukungan lokal yang cukup besar bagi penerapan hukum Syariah yang ketat dan kaku ala Wahabi, sama seperti di Indonesia, namun kelompok ini sangat minoritas dan merasa sebagai mayoritas dengan memaksakan kehendaknya.

Seperti di Indonesia kelompok Takfiri ini, memandang sempit wilayah hukum Syariah dan dijadikan dalih untuk melakukan pembunuhan dan pembantaian.

Untuk eksis, Boko Haram menjalin hubungan dengan Arab Saudi via duta besar Riyadh di Senegal, di samping menjalin koneksi dengan kelompok-kelompok Takfiri lainnya.

Pada bulan Agustus 2012, satu faksi Boko Haram dipimpin oleh Abu Muhammad berkunjung ke Mekah dengan tim pemerintah Nigeria yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Sambo Dasuki. Presiden Jonathan menolak pembicaraan baru dengan kubu ini, dengan alasan tidak ada dialog dengan Boko Haram karena menurutnya, kelompok Takfiri ini tak berwajah sebagaimana dilaporkan oleh AFP; “Nigeria Not Talking to Boko Haram Islamists, President Says,” Agence France-Presse, November 18, 2012.

Boko Haram juga memiliki sejarah kelam berbagai pembunuhan dan pembantaian yang mendapat restu dari Arab Saudi. Menuurt beberapa informasi, Muhammad Yusuf berlindung dibalik ketiak penguasa Arab Saudi untuk menghindari penangkapan pasukan keamanan Nigeria pada tahun 2004.

Bahkan, Boko Haram juga menerima bantuan dana dan finansial dari organisasi AQIM di Inggris danSaudi Arabia dan hal itu diakui oleh Juru Bicara Boko Haram yang mengklaim bahwa para pemimpin Boko Haram bertemu dengan pemimpin al-Qaeda di Arab Saudi saat melakukan umroh pada bulan Agustus 2011. [Monica Mark, “Boko Haram Vows to Fight Until Nigeria Establishes Sharia Law,” Guardian, January 27, 2012. Abu Qaqa said, “Al-Qaida are our elder brothers. During the lesser Hajj [August 2011].

Pemimpin Boko Haram juga mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pada 25 November 2012 di sebuah gereja di dalam barak militer di Jaji, Kaduna. Sebelum peyerangan terjadi, pemimpin Boko Haram pergi ke Arab Saudi dan menetap berbulan-bulan disana. [ “Army Raids Bomb Factory, Arrests 12 In Niger,” Leadership, December 8, 2012.] [IT/AFP/Detik/Kompas]

Silahkan rujuk situs ini:

1. A bloody insurgency, a growing challenge: http://www.cnn.com/2014/04/17/world/africa/boko-haram-explainer/

2. Boko Haram’s International Connections:
http://www.ctc.usma.edu/posts/boko-harams-international-connections

http://www.trackingterrorism.org/article/boko-haram%E2%80%99s-funding-operations?ip_login_no_cache=d1cd971f732a3ce2878f34bbfba4ba5d

3. Boko Haram connections to Saudi Arabia: http://www.politicalforum.com/latest-us-world-news/332558-boko-haram-connections-saudi-arabia.html

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS