Berdoa dan Berzikir Tidak Dengan Teks Yang Rasulullah Saw Ucapkan Adalah Bid’ah?

0
845 views

berdoa

Di antara sekian banyak kebodohan kaum Wahabi-Salafi adalah tuduhan bid’ah atas orang-orang yang berdoa atau berzikir tidak sama dengan teks yang diucapkan Rasulullah Saw. Benarkah tuduhan keji seperti itu?

Al-Thabrani meriwayatkan, bahwa Nabi saw pernah melewati seorang Arab Badui yang sedang berdoa di dalam salatnya :

“Wahai Zat Yang tidak dilihat oleh mata,

tidak dapat dicampuri oleh sangkaan,

tidak dapat disifatkan oleh orang-orang yang menyifatkan,

tidak dapat diubah oleh kejadian,

dan tidak mengkhawatirkan malapetaka.

Dia mengetahui apa yang dikandung oleh gunung,

apa yang ada di dalam lautan,

bilangan tetesan hujan,

bilangan daun pohon,

bilangan yang digelapkan oleh malam,

dan bilangan yang disinari oleh siang.

Tidak tersembunyi dari-Nya langit yang terletak di atas langit,

tidak pula bumi yang terletak di bawah bumi,

tidak pula lautan dan apa yang ada di kedalamannya (dasarnya),

dan tidak pula gunung dan apa yang ada di dalam.

(Ya Allah), jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirnya,

sebaik-baik amalku pada penutupannya,

dan sebaik-baik hariku adalah pada hari aku berjumpa dengan-Mu.”

Maka, Rasulullah saw menyuruh seseorang mendatangi orang Arab Badui itu, “Jika dia (orang Arab Badui itu) selesai salat, bawa dia menemuiku!

Saat itu Rasulullah saw baru saja mendapatkan hadiah berupa emas. Ketika orang Arab Badui itu datang, Rasulullah saw memberikan emas itu kepadanya, lalu beliau berkata kepadanya, “Apakah engkau tahu, mengapa aku memberimu emas?”

Orang Arab Badui itu menjawab, “Karena kekerabatan antara diriku denganmu.”

Rasul yang mulia bersabda, “Sesungguhnya kekerabatan itu memiliki hak. Akan tetapi, aku memberimu emas itu karena pujianmu yang bagus kepada Allah.” *]

Bandingkanlah sabda Rasulullah saw tersebut dengan apa yang dikatakan al-Syadzili (ulama Wahabi) bahwasanya dia berkata, “Barangsiapa yang berdoa selain doa yang Rasulullah panjatkan, maka dia adalah pembuat bid’ah.” (Ismail Haqqi al-Barusawi, Ruh al-Bayan,9:385)

Padahal kita tahu bahwa Rasulullah Saw telah memberi emas kepada laki-laki Arab Badui itu tidak lain justru karena dia berdoa tidak seperti yang diajarkan Rasulullah Saw. Laki-laki itu telah melakukan “bid’ah” tetapi Rasulullah Saw justru menghadiahinya emas. Bukankah ini aneh? Padahal laki-laki badui itu asli Salaf dan dia mencontohkan cara berdoa Salaf, bukankah begitu?

Laa hawla wa laa quwwata illa billah!

Catatan Kaki :

*] Muhammad al-Ghazali, Turatsuna al-Fikri fi Mizan al-Syar’ wa al-‘Aql,hlm. 102

NO COMMENTS