BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ?

0
13,751 views

BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ?

Salafi-bukan-Ahlussunnah-Wal-Jamaah

Sebagaimana dimaklumi bersama berdasar kepada Hadits Nabi Saw, bahwa dari 73 golongan umat Islam yang ada di tengah umat Islam hanya satu golongan yang selamat yaitu golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Walaupun demikian dari 73 golongan yang ada  tidak semuanya berlomba-lomba mengaku sebagai penyandang nama Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Contohnya, Golongan Syi’ah yang cukup besar dan populer ternyata tidak ikut-ikutan berkompetisi mangaku sebagai Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Pernah terjadi sebuah diskusi seputar Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diadakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Sumbawa Barat dan Praya, Lombok Tengah sekitar Maret 2012, sebuah diskusi untuk bekal pengutan aqidah Aswaja di Ormas NU.  Dari ajang diskusi ini muncul fakta, ternyata dari 73 golongan tersebut, selain umat Islam mayoritas bermadzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi yang sejak ribuan tahun dikenal sebagai representasi golonga Ahlussunnah Wal Jama’ah, akhir-akhir ini ada satu lagi golongan yang mengklaim sebagai Ahlussunnah Wal Jama’ah. Siapakah mereka, tidak lain adalah kaum Salafi Wahabi yang awal kemunculannya baru dimulai sekitar 200 tahun yang lalu.

Golongan Salafi Wahabi yang sejak kemunculannya di Najd dirintis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al Najdi, di mana Syaikh Muhammad BAW Al Najdi ini di-inspirasi oleh faham aqidahnya Syaikh Ibnu Taimiyah al-Harrani. Golongan inilah yang dewasa ini dikenal dengan nama aliran Salafi-Wahabi, demi kelancaran missinya di tengah Umat Islam, mereka juga tak segan-segan mengklaim sebagai Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menjadi rival satu-satunya bagi Ahlussunnah Wal Jamaah dari Al Asy’ari – Al maturidi yang sudah berumur seribu tahun lebih.

Di buku ini dipaparkan, bagaimana dari kedua golongan yang sama-sama mengaku sebagai representasi Ahlussunnah Wal-Jama’ah di atas, ternyata madzhab aqidah al-Asy’ari dan al-Maturidi jauh lebih unggul dan diuntungkan oleh sejarahnya yang sudah berumur lebih seribu tahun. Ahlusunnah Wal Jama’ah yang di-representasikan oleh Al Asy’ariyah – Al Maturidiyyah selalu lebih kuat dalam setiap pertarungan aqidah melawan rival satu-satunya, yaitu golongan Wahabi yang mana akhir-akhir juga menyebut dirinya sebagai Salafi.

Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan banyak argumentasi ilmiah, baik dari al-Qur’an, al Hadits maupun bukti-bukti kesejarahan, bahwa madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi lebih berhak menyandang nama Ahlussunnah Wal-Jama’ah, daripada Salafi Wahabi yang baru berumur sekitar 200 tahun sejak kemunculannya di Najd oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Najdi.

Kelebihan buku ini selain ditulis dengan narasi yang mengalir lancar, juga dilengkapi dengan scan dari kitab-kitab Salafi Wahabi, yang menguatkan bahwa Salafi Wahabi  bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Sehingga buku ini sangat cocok sebagai materi pemantapan Ahlussunnah Wal Jama’ah bagi Umat Islam dewsa ini.

Laa khaula walaa quwwata illa billah, Wal hamdilillahi robbil alamin….

NO COMMENTS