Banser Way Kanan Tegaskan Bahaya Radikalisme kepada Santri BPUN

0
47 views
Way Kanan, NU Online
Santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) PC GP Ansor Way Kanan Lampung merupakan orang berpengetahuan, sehingga jangan mudah menerima ilmu yang tidak jelas dan mengajarkan kekerasan. Pernyataan itu disampaikan Yoga Aji Saputra, alumni Diklatsar IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser), di Blambangan Umpu, Kamis (12/5).

“Radikalisme perlu dilawan. Mengapa? Karena paham ini menganggap apa yang tidak sependapat dengan mereka dianggap bukan muslim dan darahnya halal karena dapat merusak negara. Paham radikalisme ini mempunyai agenda mengubah NKRI menjadi negara daulah khilafah,” kata Yoga.
Sebagai upaya mempersiapkan regenerasi dan peningkatan kapasitas kader, Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan mengirim Yoga mengikuti “Seminar Deradikalisasi Pesantren Bagi Ustadz” digelar Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 19-21April 2016 di Provinsi Banten.
Berkaitan dengan itu, Ketua Ansor Way Kanan Gatot Arifianto meminta Yoga yang juga menjadi peserta Pesantren Kilat BPUN 2016 berbagi informasi mengenai bahaya radikalisme kepada peserta lain di Pesantren Asshidiqiyah 11 Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.
“Gerakan radikalisme ingin mengubah dasar negara Indonesia Pancasila yang memiliki Bhineka Tunggal Ika. Contoh gerakan radikalisme ialah ISIS, mereka sejatinya berkeinginan menguasai minyak di Timur Tengah dengan mengatasnamakan agama,” ujar Yoga menjelaskan.
Menurut dia pula, seorang jurnalis yang menyusup pada kelompok gerakan radikalis ISIS menemukan fakta mencengangkan. “ISIS tidak mengajarkan mengenai Islam kepada anggotanya. Mereka hanya memberikan paham radikal kepada orang-orang minim pengetahuan, karena itu, kita sebagai orang berpengetahuan jangan mudah menerima hal-hal semacam itu,” pungkas Yoga.
BPUN merupakan gerakan filantropi edukasi bagi anak-anak berprestasi namun kurang mampu secara keuangan namun mampu secara intelektual. Program utama Yayasan Mata Air itu memberi materi bimbingan rohani istiqomah, motivasi, materi akademik, wawasan dan kecintaan lingkungan hidup bagi peserta, serta keterampilan jurnalistik yang dibimbing Gatot Arifianto, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung dan Ketua PC GP Ansor Way Kanan. (Edo Tri Krisna/Fathoni)
No tags for this post.

NO COMMENTS