Senin, 05 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOJOKERTO – Para dai-dai Wahabi saat ini sedang gencar-gencarnya untuk mengadakan tabligh akbar di beberapa tempat di Jawa Timur, mereka masuk ke kantong-kantong NU, dengan membawa misi-misi terselubung, dan dengan membawakan ceramah-ceramah yang sangat keras namun di kemas sebagus mungkin. Namun warga, Banser, dan Ansor NU tanggap dengan kedatangan dai-dai radikal yang ingin sebarkan ceramah adu domba, sektarian dan pro khilafah. (Baca: Ribuan Warga Pamekasan Tolak Ceramah Gembong Wahabi Syafiq Riza Basalamah)

Pada tanggal 26 Agustus 2016 warga Pamekasan menolak tabligh Akbar yang di isi oleh Syafiq Basalamah, di Gresik GP Ansor menolak kajian dai Wahabi Khalid Basalamah, serta di Lamongan baru-baru ini Banser dan GP Ansor juga menolak kedatangan Khalid Basalamah mereka berdua adalah gembong Wahabi di Indonesia.

Khalid Basalamah merupakan penasehat Wesal TV yang saat ini menjadi corong propaganda Wahabi.

Dan Baru-baru ini juga Sebuah baliho terpasang dengan tulisan:

Tabligh Akbar, Iya Inilah Aku Sekarang Bersama Ustadz Dr Khalid Basalamah (Penasehat Wesal TV Jakarta), hadir juga: Caesar (Mantan pemain YKS), pada hari Sabtu 03 September di Masjid Imam Syafi’i Jl. RA. Basuni 19F Sooko Mojokerto.

Tabligh Akbar Sooko Mojokerto

Al-Hamdulillaah, setelah dialog yang cukup panas dan alot, akhirnya Tabligh Akbar Wahabi sore tanggal 03 September 2016 di Sooko, Mojokerto bisa dihentikan paksa setelah acara berlangsung beberapa menit.

Aswaja Mojokerto Tolak Tabligh Akbar Wahabi

Semua yang terlibat dalam dialog; Kasat Intel Polres, Kapolsek Sooko, panitia, ta’mir masjid, kepala desa dan beberapa warga Mojokerto, termasuk saya, sepakat untuk tidak melanjutkan acara sampai selesai. (Baca: GP Ansor Batang Tolak Pengajian Ustad Firanda Wahabi)

Ini bukan masalah menang-menangan. Ini juga bukan tirani mayoritas pada minoritas. Tapi ini adalah bagian dari al-Amru bi al-Ma’ruf wa an-Nahyu ‘an al-Munkar yang wajib ditegakkan. (Baca: GP Ansor dan Banser Lamongan Tolak Kedatangan Dai Radikal Khalid Basalamah :Video)

Kelompok Wahabi yang terang-terangan beraqidah tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), secara membabi buta melakukan takfir syumuli (pengkafiran menyeluruh pada kelompok-kelompok lain), dan hobi membid’ahkan amalan-amalan kelompok lain, apakah akan terus kita beri ruang untuk menyebarkan ajaran?.

Di satu sisi, saya gembira acara tersebut tidak berlanjut sampai selesai. Tapi di sisi yang lain, saya juga sedih. Sedih, karena kemampuan kita saat ini hanya sebatas reaktif dalam menyikapi masalah seperti ini. Reaksi dari aksi Wahabi seperti tadi sore tetap perlu untuk kita lakukan. Tapi lebih dari itu, tindakan-tindakan preventif harus lebih optimal untuk diupayakan. (Baca: GP Ansor Gresik Tolak Kajian Akbar Gembong Wahabi Khalid Basalamah)

Tahap paling awal dari itu semua adalah NGAJI, belajar ilmu agama dengan talaqqi pada para ulama yang terpercaya dan memiliki sanad keilmuan. Terutama kajian-kajian keaswajaan. Istighatsah penting, tapi ilmu lebih penting. Tahlilan perlu, tapi ilmu lebih perlu. Dzikir sunnah, sedangkan ilmu agama yang dlaruri (pokok) wajib untuk dipelajari. Kita gelorakan semangat NGAJI pada orang-orang di sekitar kita, dan pada masyarakat luas. Jika mereka telah MELEK ILMU AGAMA, ajaran kelompok-kelompok yang menyimpang pasti tidak laku. (SFA)

Sumber: kopasus.sarkub.com

No tags for this post.

NO COMMENTS