ARRAHMAH Pendukung Penghancuran Makam!

0
640 views

INFOSALAFI.COM: Situs berita islam di Indonesia, ARRAHMAH, yang menjadi corong media Salafi Wahabi di Indonesia ternyata merupakan pendukung penghancuran situs-situs bersejarah islam dan penghancuran makam. Mereka menganggap bahwa pelaku penghancuran, perusakan, dan pengeboman makam-makam ulama dan sahabat Nabi yang dikeramatkan itu sebagai Mujahid. Itu adalah sebuah kesalahan pemahaman yang mendorong terbentuknya perilaku radikal beragama.

Setiap kali ada peristiwa penghancuran, perusakan, dan pemboman makam-makam keramat, maka seketika itu pula media ARRAHMAH bersuka cita, dan bangga atas tindakan tersebut seperti diberitakan melalui websitenya. Berikut ini adalah beberapa berita yang dimuat oleh media ARRAHMAH pendukung penghancuran Makam:

Membom makam ulama setempat yang dihormati oleh warga disebut Mujahidin?. Sejak kapan gelar “Mujahidin” diberikan kepada para Islam Radikal?

Media Arrahmah juga sangat sinis terhadap ‘Sufi’ yang menurutnya musyrik. Itulah akibatnya jika tidak memahami apa itu Sufi apa itu Tasawuf. Mereka hanya memandang sebelah mata terhadap tasawuf dan pelakunya yang seorang Sufi disamaratakan sebagai pelaku syirik.

Arrahmah juga menganggap orang-orang yang marah ketika situs kuno dan makam wali dihancurkan itu orang-orang kafir dan munafik. Sebuah tuduhan yang keji bagi mayoritas umat Indonesia yang sebagian besar berfaham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan sangat menghormati keberadaan makam ulama atau wali, tidak seperti Arrahmah yang berfaham Wahabi.

Pelaku penghancuran tersebut tidak memahami hakikat ajaran Islam, meski perlakuan tersebut atas nama pemurnian ajaran tauhid dan pemusnahan praktik syirik namun hanya sebatas pengakuan semata. Mereka menganggap tempat-tempat yang dikeramatkan seperti kuburan wali dan sahabat Nabi itu sebagai tempat yang berpotensi mengandung kemusyrikan. Kalau demikian maka seharusnya tidak hanya makam saja yang berpotensi sebagai tempat musyrik, seluruh tempat yang ada di muka bumi ini pun bisa berpotensi sebagai tempat kemusyrikan. Sebagaimana ada yang menyembah matahari, maka harusnya ‘mujahidin’ tersebut juga berupaya menghancurkan matahari karena berpotensi musyrik. Demikian pula bangunan Ka’bah di mekkah, kalau kita ikut alur pemikiran radikalnya mereka maka bisa saja Ka’bah berpotensi musyrik karena tidak boleh kita menyembah Ka’bah. Akan tetapi tentunya tidaklah demikian. Pun demikian dengan rumah sakit, dokter, dan obat-obatan yang menjadi tempat meminta kesembuhan seharusnya dihancurkan juga, sebab meminta itu hanyalah kepada Allah SWT saja, meminta kesembuhan pada dokter, rumah sakit, dan obat-obatan bisa berpotensi musyrik. Itu apabila mereka konsisten memakai pola pikir radikal seperti itu.

mereka dengan bangga telah berhasil membongkar makam salah seorang sahabat mulia Nabi Saw

mereka dengan bangga telah berhasil membongkar makam salah seorang sahabat mulia Nabi Saw

Yang lebih parah lagi sejumlah orang menyerang makam Hujr bin Adi di Rif, Damaskus. Jasad sahabat Nabi SAW yang menurut keterangan beberapa situs berita masih utuh seperti awalnya itu dipindahkan ke tempat tak diketahui. Kaum Salafi memanfaatkan kenyataan bahwa pejabat keamanan sedang sibuk meredakan bentrokan dan mereka menghancurkan tempat suci. Hujr bin Adi adalah salah seorang shahabat Nabi Muhammad SAW yang ikut dalam Perang Al Qadisiyah di masa Khalifah Umar bin Khatthab dan berhasil menaklukkan daerah Maraj Al’ Adzra, daerah Persia.

Sebenarnya tidak perlu berhujan dalil bergerimis hujjah dan berbanjir Ayat untuk mengatakan para pembongkar Makam itu adalah BIADAB. Mereka yang tidak buta mata dan hati tentunya tahu dan melihat bahwa Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dikuburkan dalam sebuah bangunan, disusul pula oleh kedua Sahabatnya yang mulia Sayyidina Abi Bakrin dan Sayyidina ‘Umar Rodliyallahu ‘anhuma. Apakah ketiganya memang sengaja dikuburkan agar bangunan yang melindunginya dihancurkan?

Sayyidina ‘Ali Karromallahu wajhah yang mengemban perintah dari Nabi yang katanya diutus untuk meratakan kuburan dan menghapus Gambar (bernyawa) juga ternyata tidak bertindak menghancurkan bangunan itu. Apakah Sayyidina ‘Ali kalian tuduh sebagai pembangkang perintah Nabi? Atau beliau kalian tuduh sebagai pecundang yang tak sanggup melaksanakan perintah Kekasihnya?

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:

أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)

Okelah, mungkin saking hormatnya terhadap orang orang yang dikubur di dalam bangunan itu sehingga Sayyidina ‘Ali membuat pengecualian, tetapi sebutkan satu riwayat saja bahwa Sayyidina ‘Ali dan para Sahabat yang lebih memahami Sabda Nabinya pernah menghancurkan sebuah makam.

Apakah para pengaku pejuang sunnah itu lebih memahami inti dari perintah Nabi seperti yang tersebut didalam riwayat diatas?

Dan sebutkan satu penaklukan oleh para salaf yang dimulai dengan penghancuran Makam, jika memang alasan yang mereka pakai adalah menciptakan pemerintahan yang Syar,i. (suara-muslim.com)

 

sumber : http://www.infosalafi.com/

NO COMMENTS