Al-Qaeda Rekrut Anak-anak Sebagai Mesin Pembunuh

0
504 views
Islam Times- “Tawfiq Ia akan diseret ke pengadilan yang akan bertanggung jawab menjatuhkan hukuman yang setimpal,” ujar Direktur Badan Intelijen Nainawa, Brig. Jend. Hussein Ghanim al-Taie. Operasi pencarian dan penyelidikan yang berlangsung beberapa bulan, imbuhnya, berbuah penangkapan Tawfiq, 33 tahun, yang putus sekolah dan muncul melalui beberapa teroris sejak 2007.
Al-Qaeda rekrut anak-anak sebagai mesin pembunuh

Al-Qaeda rekrut anak-anak sebagai mesin pembunuh

Pengakuan seorang teroris al-Qaeda yang ditahan karena tuduhan merekrut anak-anak telah memicu amarah warga di Ninawa. Sejumah kelompok hak-hak anak menyerukan hukuman terberat yang harus diterapkan di bawah undamg-undang anti-terorisme.

“Terduga teroris, Adel Tawfiq, diadili dengan serangkaian bukti yang melawan dirinya dan mengaku melakukan pelbagai tindak kejahatan setalh tertangkap pada bulan Januari,” ujar jurubicara kepolisian Irak, Kol. Khalid Hamdani. Tawfiq mengakui keterlibatannya dalam merekrut anak-anak di bawah usia 16 dan “memanfaatkan tuntutan ekonomi keluarga anak-anak itu, dan mengancam akan membunuh orang yang mereka cintai jika tidak memenuhi permintaannya.

Hamdani menambahkab bahwa Tawfiq juga mengakui keterlibatannya dalam pelbagai kejahatan keji dan penggunaan metode rekrutmen yang kasar, seraya mengungkapkan nama-nama sejumlah kakitangannya yang kini sedang diburu pihak kepolisian. Pasukan kekuatan kontra-terorisme kemudian menangkap Tawfiq, sosok yang paling diburu pemerintah Irak atas tuduhan terorisme di Mosul.

“Tawfiq terlibat dalam perekrutan sekitar 10 anak-anak selama dua tahun terakhir,” katanya. Aparat keamanan menemukan sejumlah dokumen yang memberatkan Tawfiq, berikut senjata dan buku panduang meracik bahan peledak dan uang yang digunakan dalam merekrut anak-anak.

“Tawfiq Ia akan diseret ke pengadilan yang akan bertanggung jawab menjatuhkan hukuman yang setimpal,” ujar Direktur Badan Intelijen Nainawa, Brig. Jend. Hussein Ghanim al-Taie. Operasi pencarian dan penyelidikan yang berlangsung beberapa bulan, imbuhnya, berbuah penangkapan Tawfiq, 33 tahun, yang putus sekolah dan muncul melalui beberapa teroris sejak 2007.

Informasi dan dokumen yang ditemukan di rumah Tawfiq teryata “sangat penting”. Bahan-bahan initersebut, “… akan membantu tim investigasi kejahatan dan pasukan keamanan untuk mengejar orang-orang sepertinya di kota-kota lain di Irak,” imbuhnya.

Al-Qaeda Injak-injak Tradisi
Sheikh Riyadh al-Jumaily, imam dan khatib Mosul, mengecam perekrutan al-Qaeda terhadap anak-anak dan remaja untuk melakukan aksi teroris. “Berdasarkan keyakinan yang termasyhur, kita diperintahkan agar anak-anak dan perempuan dijauhkan dari perang dan pertempuran,” ujarnya. “Di masa lalu, bangsa Arab memandangnya sebagai perbuatan tercela, namun al-Qaeda malah menginjak-injak Islam maupun tradisi Arab.”

“Ini membuktikan kekeliruan dan keterbelakangan doktrinnya, juga kedangkalan ideologinya. Bagi kami, tujuan tidak menghalalkan segala cara. Namun bagi untuk al-Qaeda, segala cara diperbolehkan demi mencapai tujuan teroris mereka, yang membunuh dan menghancurkan kehidupan di Irak,” imbuhnya.

Ketua Organisasi Hak Asasi Manusia Hadba, Wasan Faisal, mendesak pihak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman terberat pada Tawfiq dan orang-orang seperti dirinya. “Seharusnya anak-anak itu sekarang ada sekolah, bermain bersama teman-temannya di halaman sekolah. Namun [jururekrut al-Qaeda] itu telah merampas kepolosan dan masa kanak-kanaknya, serta merusak masa depan mereka,” katanya. “Kami memandang penyalahgunaan anak-anak sebagai kejahatan paling keji. Pihak pengadilan harus menjatuhkan hukuman keras yang desisif pada mereka yang telah melakukannya.”

“Organisasi masyarakat sipil dan kalangan aktivis kini berusaha keras untuk menemui para orang tua anak-anak itu guna mengumpulkan tanda tangan mereka untuk mendapatkan perwakilan hukum oleh pengacara untuk tujuan ini, serta untuk menjelaskan cerita tragis mereka dan apa yang telah mereka alami,” pungkas Faisal. (IT/MQ/rj)

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS