60-an Militan Tewas, ISIS Juga Dikabarkan Akan Keluar Dari Mosul

0
469 views

tentara-irak01Baghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak 60-an militanNegara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan tewas dan puluhan lainnya cidera dalam kontak senjata di kota Tikrit dan distrik Hadithahi, Irak. Bersamaan ini, ISIS juga dikabarkan akan menarik diri dari Mosul untuk digantikan oleh kelompok militan Naqsyabandiah yang merupakan elemen Partai Baath Irak terguling.

Sebagaimana dilaporkan al-Sumaria, Juru Bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak, Mayjen Qassim Atta, Ahad (13/7), mengatakan bahwa 41 teroris tewas dan 26 kendaraan mereka hancur di kawasan Qadisiah, Tikrit dalam proses penyisiran dan pembersihan kota ini sepenuhnya dari keberadaan militan.

Dia menambahkan bahwa kegiatan pengamanan masih terus dilakukan di dalam kota Tikrit, dimulai dari kawasan sekitar kota dan kawasan-kawasan yang telah dibersihkan oleh pasukan keamanan Irak dalam beberapa hari lalu.
Laporan lain sumber keamanan provinsi Anbar menyebutkan sebanyak 20 militan dan delapan pasukan Irak tewas akibat kontak senjata di distrik Hadithah, 80 km sebelah barat kota Ramadi.

“Kontak senjata sengit terjadi pagi hari ini (Ahad 13 Juli) antara aparat keamanan dan anggota teroris ISIS menyusul serangan ISIS ke distrik Hadithah dari tiga sisi, mengakibatkan 20 anggota ISIS dan delapan personil keamanan tewas, dan 32 lainnya cidera,” ujar sumber yang tak disebutkan namanya itu.

Dia menambahkan, “Aparat keamanan berhasil memaksa mundur dan mengusir mereka.”

Menurutnya, tentara Irak terus melanjutkan operasi khusus untuk membersihkan provinsi Anbar dari keberadaan militan bersenjata ISIS.
Sementara itu, Gubernur Ninaveh, Atheel al-Nujaifi, menyatakan bahwa ISIS kemungkinan telah memberitahukan kepada penduduk Mosul bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menarik diri dari kota ini dan psosisinya akan digantikan oleh milisi Naqsyabandiah yang sedang berusaha mencari dukungan internasional atas kekuasaannya.

“Kelompok bersenjata ISIS tampaknya telah mengumumkan kepada penduduk Mosul kesiapannya untuk menarik diri dari Mosul dan beberapa kota lain setelah di semua tempat itu ada kelompok-kelompok lain yang mampu berkuasa,” ujar al-Nujaifi. Menurutnya, kelompok Naqsyabandiah adalah pihak yang diharapkan berkuasa di beberapa kawasan tersebut.

Dia menambahkan, “Organisasi tarekat Naqsyabandi terlihat lebih berkuasa dibanding ISIS di bagian kiri Mosul. Mereka juga menguasai ilmu tatanegara, sedangkan pihak lain (ISIS) lebih mementingkan urusan syariat. Naqsyabandiah juga berusaha mendapatkan pengakuan internasional atas kekuasaannya.” (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS