Gawat, ISIS Mulai Gunakan Gas Klorin, Ratusan Tentara Irak Tewas

0
596 views

senjata-isisBaghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri dilaporkan telah melancarkan gelombang serangan bom bunuh diri di bagian barat Irak hingga menewaskan 40 tentara Irak, setelah sebelumnya juga dilaporkan telah membunuh 300 tentara Irak dengan gas klorin untuk pertama kalinya.

Daily News mengutip pernyataan seorang petinggi militer Irak, Senin (22/9), bahwa serangan itu terjadi di kota Sijir, 70 kilometer barat Baghdad. Selain puluhan tentara Irak tewas, sebanyak 68 tentara Irak lainnya diduga telah ditawan oleh gerombolan ISIS dan diboyong ke sebuah lokasi dekat kota Fallujah. Jenderal Rasheed Fleih mengatakan pihaknya telah kehilangan komunikasi dengan semua tentara tersebut.

Seorang pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa para teroris telah melancarkan gelombang serangan masif disertai beberapa aksi bom bunuh diri Senin kemarin terhadap pasukan Irak ditempatkan di Sijir. Serangan itu membuat 700 tentara Irak mundur dari kawasan tersebut.

Laporan mengenai terbunuhnya 40 tentara Irak di tangan pasukan ISIS tersebut juga dilansir AFP, namun kantor berita Perancis ini tidak menyebutkan lokasi dan waktu kejadiannya.

Senin kemarin juga terdapat laporan bahwa sebanyak 300 tentara Irak tewas diserang pasukan ISIS dengan menggunakan gas klorin untuk pertama kalinya di provinsi Anbar.

“Organisais teroris ISIS telah menggunakan gas klorin untuk pertama kalinya di kawasan Saqlawiyah setelah menjebak lebih dari 400 tentara, mengakibatkan banyak tentara mati lemas, sementara para geng-geng teroris itu juga meledakkan bom mobil di dalam markas brigade,” ungkap Ali al-Badri, anggota Partai Dakwah Islam, sebagaimana dikutip Iraqinews.

Badri meminta Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Haider Abadi (Perdana Menteri Irak), serta para petinggi keamanan, terutama Lejten Rashid Flaih selaku komandan Operasi Anbar, agar bertanggungjawab atas kasus ini karena Angkat Udara lamban dalam upaya penyelamatan para tentara yang menjadi korban tersebut, padahal sudah ada permintaan bantuan sejak beberapa hari lalu.

Badri menegaskan bahwa 300 tentara tewas akibat serangan para teroris ISIS tersebut. Dia menambahkan bahwa kejahatan ISIS di Saqlawiyeh ini menjadi tragedi pembunuhan massal terbesar kedua terhadap tentara Irak setelah tragedi serupa di pangkalan Speicher di utaraTikrit.

Sementara itu, pejabat kepolisian Irak mengatakan bahwa Senin kemarin sebuah bom mobil telah meledak di kawasan pusat perdagangan di distrik Ur, bagian barat Baghdad, menewaskan 12 warga serta melukai 25 warga lainnya. (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS