Fitnah dan Teror Wahabi Sampai ke Indonesia

0
876 views

tauhid satu jariBukan rahasia lagi bahwa ajaran yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ajaran yang ekstrem dan penuh teror. Ajaran wahabi ini sering menutup-nutupi terornya dengan dalil Tauhid atau pemurnian. Siapapun yang dianggapnya tidak sama tauhidnya dengan tauhid wahabi maka orang itu layak disebut syirik; dan syirik berarti halal darahnya. Meskipun ia adalah Muslim yang beriman kepada Allah Swt.

Kini ajaran tauhid wahabi itu mereka simbolkan dengan mengangkat satu telunjuk sebagai bentuk identitas mereka. Maksudnya adalah bertauhid kepada Allah Yang Maha Esa ala wahabi. Gambar mengangkat telunjuk seperti itu kita juga temukan pada gambar-gambar ISIS ketika mereka berfoto setelah membunuh dan menyembelih kaum muslimin yang dianggapnya syirik dan sesat. Bahkan gambar seperti itu kita juga bisa lihat ketika sejumlah “mujahidin” mendatangi wali kota Bogor, bapak Bima Arya memintanya untuk menghentikan rencana acara majlis Asyuro yang akan diadakan oleh komunitas syiah Bogor di kota hujan itu.tauhid ala isis

Wahabi yang teror itu kini benar-benar sudah ada di sekitar kita. Mazhab teror ini patut dicurigai. Kini ia tampil manis. Sebenarnya ia bagaikan srigala yang berbaju domba. Ia menyuarakan tauhid dan membela akidah ummat. Ia memaksakan akidahnya kepada seluruh kaum muslimin dunia, termasuk Indonesia. Namun apabila ia sudah berkuasa dan menjadi kuat maka orang pertama yang akan diterkamnya adalah kaum muslimin Indonesia yang dianggapnya tidak seakidah dengannya. Bukan hanya syiah tetapi juga mayoritas ahlu sunnah waljamaah di Indonesia. Tidak terkecuali NU, Muhammadiyah, pejabat dan rakyat jelata sekalipun.

Watak teror ini bukan suatu hal yang baru. Sejarah mencatat apa yang wahabi lakukan ketika memaksa kaum muslimin di kota Taif untuk mengikuti tauhid mereka. Sayed Zaini Dahlan, mufti kota Mekah ketika itu berkata, “ Pada bulan 11 tahun 1217 H/ 1804,  orang-orang wahabi ini melakukan invasi ke kota Taif. Di sana mereka bunuh siapapun yang mereka jumpai: orang dewasa dan anak-anak; tuan dan pembantu, kalangan ningrat atau rakyat jelata, bahkan mereka sembelih bayi yang tengah menyusu sekalipun. Mereka masuk ke rumah-rumah penduduk dan memaksa keluar penghuninya yang sedang bersembunyi lalu membunuh mereka. Bahkan orang yang tengah shalat di masjid sekalipun tak lepas dari perbuatan keji mereka. ( lihat khulasah al-kalam fi umara’ al-baladil haram, Cairo 1305: 297)

Sayed Ibrahim ar-Rawi ar-Rifai berkata, dalam invasi wahabi ke Semenanjung Arab atau Hijaz, mereka bunuh tidak sedikit dari kalangan ulama yang di antaranya adalah Sayed Abdullah az-Zawawi, mufti mazhab Syafei kota Mekah, syaikh Abdullah Abul Khair, qadhi Mekah, syaikh Sulaiman bin Murod qadhi Taif dan lail-lain.

Dalam kitab Unwan al-Majd fi Tarikh Najd I:122 dikisahkan juga bagaimana sadisnya pengikut-pengikut wahabi ini ketika memasuki kota Karbala pada tahun 1216. Dengan alasan ingin menyeru penduduknya kepada tauhid ala wahabi mereka hancurkan kubah maqam sayyidina Husain cucu Nabi saw dan membunuh ribuan penduduknya dengan tangan dingin sedemikian rupa sehingga darah menggenang kota suci pengikut Ahlul Bayt Nabi saw ini.

Apa yang dilakukan oleh wahabi ketika itu persis dengan apa yang dilakukan oleh ISIS ketika menguasai kota-kota di Irak dan Syria sekarang ini dimana mereka tidak segan-segan membunuh siapapun yang dianggapnya sebagai lawan mereka mulai dari ulama-ulama seperti Syaikh Buthi, Khalid As’ad, keluarga ulama terkenal al-Hasun dan lain sebagainya.

Sekarang pengikut wahabi di Indonesia ini masih taqiyah. Mereka pura-pura sama dengan mayoritas ahlu sunnah wal jamaah Indonesia. Ketika mereka memperoleh kesempatan maka mereka akan meneror siapapun yang dianggapnya berseberangan. Hati-hatilah Indonesiaku.

NO COMMENTS