Diatas-namakan Ahlussunnah, Ajaran Wahabi Jadi Lebih Menarik di Mata Kaum Awam

0
1,905 views

izin-ngankang-ya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ahlus Sunnah dari Dulu Sampai Sekarang Tidak Pernah Sok “Kembali Kepada Al Qur’an dan Sunnah”

Di akhir zaman ini ada firqah atau sekte Islam yang  baru muncul 200 tahun yang lalu (muda usia) di Najd. Sekarang mereka giat dan rajin menyebarkan ajaran-ajaran Islam menyimpang dengan mengatas-namakan Ahlus Sunnah. Atas-nama semacam ini tak berbeda dengan Taqiyah sebagaimana setrategi Syi’ah untuk menyamar dengan tujuan untuk mengelabui umat Islam. Dengan bertaqiyah Ahlus Sunnah terbukti semakin banyak kalangan kaum muslimin yang masih awam  kepincut dan kemudian menjadi pengikut yang penurut dalam sekte ini.

Para pengikut yang penurut tersebut kebanyakan hanya punya back-ground ilmu agama yang bisa dibilang “minim”, tetapi kemudian setelah beberapa bulan masuk dalam sekte tersebut menjadi “lancar” berbicara agama khususnya menyangkut persoalan isu-isu bid’ah dn syirik plus dalil-dalilnya. Mereka punya motto favorite “Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah”, sebuah motto yang sekilas tampak keren. Akan tetapi tahukah anda bahwa ternyata eksistensi kelompok ini dengan mottonya itu ternyata oleh Nabi Saw  dijelaskan sebagai kelompak kaum yang menyimpang dari Ajaran Islam? Nah… anda yang baru dengar pasti kaget kan?

Seharusnya kita tidak perlu kaget seandainya tahu bahwa ternyata para ulama besar Ahlus Sunnah semacam ulama-ulama mazhab yang 4 ternyata tidak ada satu pun yang punya motto “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”, begitupun para ulama top Ahlus Sunnah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al Atsqalani, Imam Suyuthi dan ribuan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berteriak-teriak “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”. Tetapi kenapa hanya kaum Wahabi (salafi) saja yang suka berteriak-teriak kembali kepada Al Qur’an dan Al Sunnah?

Berikut ini penjelasannya, disampaikan oleh ustadz  Ibnu Abdillah Al-Katibiy….

Ciri-ciri Aliran Menyimpang yang Mengatasnamakan Ahlus Sunnah

Oleh: Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Jaga keluarga anda dari sekte ini :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ;

سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون قول خير البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم ، فإن قتلهم أجراً لمن قتلهم عند الله يوم القيامة

“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari : 3342)

Nabi menginformasikan pada kita beberapa cirri khas sekte menyimpang ini (wahabi-salafi) sebagaimana hadits di atas :

1. Mereka pada umumnya masih berusia muda tetapi lemah akalnya, atau itu adalah sebuah kalimat majaz yang bermakna orang-orang yang kurangberpengalaman atau kurang berkompetensi dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah. Subyektivitas dengan daya dukung pemaham yang lemah dalam memahaminya, bahkan menafsiri ayat-ayat Al-Qur`an dengan mengedepankan fanatik dan emosional golongan mereka sendiri.

2. Sering membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan juga ayat-ayat Al-Quran, namun semua itu hanya sebatas di lisan mereka saja tidak membekas di hati mereka. Artinya mereka memang pandai membawakan ayat-ayat Al-Quran demikian juga hadits-hadits Nabi lengkap beserta sanad dan nomer haditsnya, namun karena mereka tidak memiliki kapasitas di dalam memahami kandungan-kandungan makna dan maksud yang sebenarnya, maka ayat dan hadits itu menjadi bencana bagi mereka dan menjadi fitnah bagi kaum muslimin lainnya yang menyebabkan retaknya ukhuwwah Islamiyyah sebagaimana sabda Nabi di atas “Mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka “.

Atau ayat dan hadits yang mereka ucapkan hanya sebatas gambaran di lisan mereka saja tidak membawa bekas di hati mereka, sehingga perilaku lahir mereka bertentangan dengan bathin mereka, sehingga terkadang kita melihat mereka tidak memiliki adab di dalam membaca al-Quran atau meletakkan al-Quran, sebagaimana hadits Nabi lainnya :

سيكون في أمتي اختلاف وفرقة ، قوم يحسنون القيل ويسيئون الفعل

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan “.

3. Mempunyai slogan kembali pada Al-Quran. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ

” Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Tanda mereka ini sangat nyata dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al-Quran. Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ini? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali dikalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka. Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al-Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya. Tidak ada satu pun khawarij atau kelompok ahli bid’ah yang selalu koar-koar kembali pada Al-Quran dan sunnah selain kelompok wahabi ini yang masih terus eksis hingga saat ini dengan slogannya tersebut.

 

sumber : http://www.islam-institute.com

NO COMMENTS