Deplu AS Akui Ada Belasan Ribu Pasukan Asing di Suriah

0
355 views

foreign-mercenaries-syria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Washington, LiputanIslam.com–Departemen Luar Negeri AS akhirnya mengakui bahwa ada belasanribuan militan asing, termasuk orang Amerika, yang bertempur di Suriah untuk melawan rezim Assad.

“Kami berpikir bahwa ada sekitar 12.000 petempurdari setidaknya 50 negara di Suriah – petempurasing, termasuk sejumlah kecil orang Amerika – yang mungkin telah melakukan perjalanan ke Suriah sejak awal konflik, lebih dari tiga tahun yang lalu,” kata Deputi Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Marie Harf.

Mengenai petempur asal AS, Harf menyatakan, “Mereka mungkin sudah tidak di sana lagi.”

Harf dalam pernyataanya hari Kamis (21/8/2014) lalu itu tidak mengungkap berapa jumlah orang AS yang bertempur di Suriah. Namun pejabat AS yang lain, yang disembunyikan identitasnya,mengatakan jumlah mereka lebih dari 100 orang.

Sehari sebelumnya, Direktur FBI James Comey mengatakan bahwa memberantas teroris di dalam negeri adalah prioritas nomor satu FBI. Dia menambahkan bahwa orang Amerika yang bergabung dengan pemberontak Suriah menimbulkan ancaman keamanan serius bagi AS.

Sejak tahun 2012, Presiden Suriah Bashar Assad telah menyatakan fakta serupa, bahwa negerinya sedang diserang oleh pasukan asing dari berbagai penjuru dunia.

Dalam wawancaranya pada bulan Mei 2012 dengan Channel Rossiya-24 Assad mengatakan, ““Adatentara bayaran asing, beberapa dari mereka masih hidup. Mereka ditahan dan kami sedang mempersiapkan untuk menunjukkan kepada dunia.“

Dalam wawancaranya dengan harian Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung (Juni 2013), Assad mengkritik AS dan sejumlah negara Eropa yang menyuplai senjata kepada teroris itu.

“Dengan memasok senjata, mereka secara efektif mempersenjatai teroris, dan orang Eropa memiliki informasi jelas bahwa ini adalah kelompok teroris. Beberapa pihak mengulangi retorika Amerika soal adanya “pejuang yang baik dan pejuang buruk,” persis seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu dengan menyebut ada “Al-Qaeda baik dan Al-Qaeda buruk.”  Hari ini pun muncul istilahbaru “teroris baik dan teroris buruk“. Apakah ini logis?” kata Assad. (by)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS