Darurat Wahabi: Lonceng Keras PBNU untuk Indonesia

1
2,408 views

pbnu waspada wahabiIndonesia yang besar, kuat dan solid yang disatukan oleh NKRI ini benar-benar menjadi momok bagi sebagian negara lain. Terutama negara-nagara kapitalis yang ingin menguasai kekayaan negeri ini dan memperbudak bangsa besar ini. Mereka berusaha merobek-robeknya dengan berbagai usaha. Namun Alhamdulillah bangsa yang besar ini masih punya tokoh-tokoh yang terus bersuara lantang melawan segala bentuk upaya makar tersebut, dari manapun datangnya.

Upaya makar para kapitalis dan zionis yang halus itu bisa datang dalam berbagai bentuk: politik, ekonomi, bahkan  lewat bahasa agama. Intinya mereka melakukan sesuatu yang menggiring bangsa ini menjadi bangsa yang lemah, saling bermusuhan, tertinggal dan secara tidak langsung menjadi bangsa yang terjajah.

 

Kemampuan melihat visioner seperti inilah kemudian KH Said Aqil Siroj mewanti-wanti semua kalangan untuk hati-hati dengan perkembangan aliran yang sangat berbahaya bagi masa depan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Aliran itu bernama WAHABI.

“Indonesia sekarang ini darurat wahabi. Karena aliran ini mengancam identitas kebangsaan dan bahkan keberadaan NKRI.” Begitu kata KH Said Aqil Siroj.

Bukan tanpa alasan kenapa ketua PBNU yang jebolan universitas Ummul Quro Mekah ini sangat mengkhawatirkan perkembangan wahabi akhir-akhir ini. Karena apabila ia dibiarkan liar maka masa depan negeri ini akan mirip dengan negeri-negeri yang sekarang sedang sekarat karena ulah mereka di sana, seperti Libia, Mesir, Yaman, Suria bahkan Irak.

Tidak perlu kita buktikan lagi bahwa negeri-negeri yang makmur di atas kemudian menjadi porak poranda karena ulah para salafi dan wahabi yang konon ingin mendirikan khilafah Islamiah. Apa yang mereka hasilkan sampai sekarang selain ratusan ribu nyawa melayang, kekayaan negara yang disedot zionis, anak-anak muda Muslim yang kehilangan nyawa dan arah, pengungsian besar-besaran ke eropa, perpindahan agama ke Kristiani dan bahkan pencorengan nama Islam yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Cukup sekali sajalah dan jangan sampai dua kali dunia dan kemanusian ini dipermalukan dengan berdirinya sebuah negara khilafah salafi model ISIS di Mosul ini. ini benar-benar tragedi kemanusiaan sepanjang masa. Negara khilafah yang pernah dibanggakan oleh jajaran tinggi PKS ini benar-benar menjadi nightmare bagi semua ummat manusia yang berakal sehat.

Keradikalan, kekerasan, kata-kata perang, bunuh, sembelih, kafir, bidah dan kata-kata kasar lainnya yang sudah menjadi bagian dari doktrin ajarannya sehari-hari ini mereka yakini sebagai bentuk jalan yang benar untuk memaksakan ajarannya kepada yang lain. Untuk mejustifikasi semua itu mereka bahkan cari alasan-alasan agamanya. Antara lain dengan selalu mensosialisasikan hadis palsu dan munkar berikut ini sebagai pegangannya:

“بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي، وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”

“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang sehinggalah Allah -tiada sekutu bagi-Nya- yang semata-mata disembah;  rizkiku diberi oleh Allah lewat bayangan tombakku dan mereka yang melawan perintahku akan menjadi hina dan kecil. Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka.”

DR Ahmad Karimah, guru besar al-Azhar mengatakan bahwa hadis yang sering dijadikan pegangan kelompok radikal ini adalah hadis palsu dan dusta terhadap Nabi saw. Ini sama dengan yang dilakukan oleh bangsa Mongol dan Tatar saat mereka melakukan serangan ke negri-negeri Muslimi saat itu.

Sangat berbeda memang dengan prinsip agama Islam yang dipegang oleh bangsa Indonesia yang selalu mengedepankan prinsip damai, toleran, kasih dan saling menghormati sesama ummat manusia.

و ما ارسلناك الا رحمة للعالمين

Kami tidak utus engkau wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh isi alam semesta.

1 COMMENT

Comments are closed.