Dari Solo, Baiat Selanjutnya Kepada ISIS

0
708 views

Baiat-ISIS-di-SoloLiputanIslam.com – Setelah deklarasi di Jakarta danCiputat, kini kelompok pro-teroris transnasional ISIS kembali mengadakan acara deklarasi baiat kepada “Khilafah Islamiyah” ala ISIS di Solo.

Menurut Al-Mustaqbal.net, acara tersebut diselenggarakan oleh Forum Pendukung Daulah Islamiyah, pada Selasa, 15 Juli 2014, bertempat di Masjid Baitul Makmur. Sebelum diadakan deklarasi, terlebih dahulu mereka melakukan konvoi di jalanan.

Hadir di acara tersebut, Ustadz Afif Abdul Majid dari Solo, Ustadz Amir Mahmud dan Ustadz Abu Fida dari Surabaya sebagai narasumber. Mereka menyampaikan materi utama yaitu mengajak umat Islam untuk mendukung dan membenarkan eksistensi “Khilafah Islamiyah” ala ISIS dengan Khalifahnya, Syekh Abu Bakar Al-Baghdadi.

Menurut narasumber, menjadi kewajiban kaum Muslimin untuk berbai’at kepada Al-Baghdadi. Peserta yang hadir pun lantas mengucapkan baiat yang diwakili dan dibacakan oleh Ustadz Afif Abdul Madjid.

Benarkah kaum Muslimin harus berbaiat kepada “Khilafah Islamiyah” dan Al-Baghdadi?

Sayangnya, penolakan kepada ISIS yang berpaham Wahabi Takfiri  justru berdatangan dari Salafi/Wahabi itu sendiri, termasuk dari Lembaga Dakwah Islam Salafi Mesir.

Lembaga ini menegaskan bahwa kelompok ekstrimis Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah organisasi Takfiri yang telah mencemarkan citra Islam dan telah melakukan tindakan-tindakan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam.

“Tindakan gerakan ISIS di Irak berupa penumpahan darah dan pembantaian rakyat Irak sama sekali bukan bagian dari Islam,” ujar Dr. Adel Nasr, ketua Lembaga Dakwah Salafi Mesir Rabu, 16 Juli 2014 sebagaimana dilansir al-Youm al-Sabea.

Dan sesungguhnya, apa yang melatarbelakangi ISIS merebut berbagai kota di Irak dan Suriah dengan melakukan pembantaian kepada kaum Muslimin?

Matar Matar, seorang pengamat politik Timur Tengah dalam wawancaranya dengan PressTV, mengungkapkan bahwa motif teroris Takfiri menyerang berbagai kota di Suriah dan Irak, adalah demi ladang minyak di kawasan itu, sehingga mereka bisa menimbun pundi-pundi dollar.

Dengan dana yang mereka dapatkan, maka operasi mereka di kedua negara Arab itu otomatis akan terjamin.

Matar menyoroti kawanan teroris Takfiri ISIS, yang rela bertikai dengan kelompok teroris lainnya di kawasan Deir Ezzor, Suriah, tempat kilang minyak dan gas berada. Padahal jika niat mereka murni untuk menggulingkan Bashar al-Assad dan mendirikan “Khilafah Islam”, seharusnya pertikaian antara sesama “pejuang Khilafah” sangat dihindari.

“Ladang minyak ini menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memuluskan misi mereka,” ujar Matar, 17 Juli 2014 seperti dilansir Press TV.

Matar juga merujuk pada penaklukan kota Mosul, Irak, oleh ISIS bulan lalu yang telah menewaskan ribuan tentara dan rakyat sipil Irak. Menurutnya, ISIS mengambil-alih Mosul guna mengontrol jalur pipa minyak Kirkuk- Ceyhan dan Baiji, yang merupakan ladang minyak terbesar di negara Irak.

Lalu, ISIS menjual minyak mentah dengan harga murah kepada Turki, karena bagaimanapun – mereka membutuhkan dana dan senjata, diluar pasokan yang diberikan oleh negara-negara pendukungnya. Menurut Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki, kelompok ISIS didukung oleh Arab Saudi dan Qatar.

Awal bulan ini, ada laporan yang menyatakan bahwa keberhasilan ISIS menaklukkan beberapa kota di Irak,  diikuti dengan penjualan minyak mentah kepada pengusaha di daerah Kurdistan dengan harga yang sangat murah, 25 USD per barrel.

Walau demikian, para pendukung ISIS di Indonesia tetap meyakini bahwa Khilafah telah tegak, dan mereka tanpa ragu membaiat   “Sang Khalifah”, Abu Bakar Al-Baghdadi. (ba)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS