Buru Elemen-elemen Takfiri, Aljazair akan Intervensi Militer di Libya

0
367 views
Islam Times- Ketakutan ini meningkat saat Tunisia menerima laporan yang menegaskan bahwa ratusan militan takfiri Tunisia kini telah pulang dari Suriah untuk tinggal di negara tetangga Libya itu, yang berpotensi mengancam koalisi persatuan pemerintah Tunisia yang rapuh itu.
Takfiri di Libya

Takfiri di Libya

Militer Aljazair sedang menyiapkan pasukannya untuk ditempatkan di perbatasan Tunisia saat Departemen Pertahanan berupaya untuk meningkatkan anggaran pertahanan negara itu lantaran kuatir atas menigkatnya ancaman keamanan di kawasan itu, demikian dilaporkan surat kabar Yordania, al-Arab al-Yawm.

Badan-badan keamanan Aljazair telah memantau dengan cermat situasi keamanan yang memburuk di Libya, yang dipercaya para analis dapat meningkat menjadi perang saudara baru.

Para pakar keamanan dan pertahanan percaya, situasi di Libya mengkhawatirkan bagi nagara-negara Afrika Barat dan Utara, yang ditakutkan akan menyebar ke negara tetangga, Tunisia.

Ketakutan ini meningkat saat Tunisia menerima laporan yang menegaskan bahwa ratusan militan takfiri Tunisia kini telah pulang dari Suriah untuk tinggal di negara tetangga Libya itu, yang berpotensi mengancam koalisi persatuan pemerintah Tunisia yang rapuh itu.

Menurut sejumlah laporan, militan takfiri Tunisia memainkan peran utama dalam gerakan teror di Libya dan mengambil posisi kepemimpinan dalam berbagai kelompok, termasuk kelompok pemberontak Ansar al-Syariah yang terinspirasi al-Qaeda.

Peningkatan aktivitas kaum takfiri itu dapat membangkitkan konflik regional yang menyebar ke Tunisia, Libya, Mali, dan bahkan Sudan.

Mantan Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, memperingatkan sebelumnya bahwa menuntut intervensi asing sulit dan kompleks, namun mengakui pula bahwa dilema internal Libya tidak mungkin dipecahkan tanpa bantuan pihak asing.

Penempatan pasukan Aljazair itu untuk mendukung intervensi militer di Libya; namun, lembaga-lembaga politik telah mengungkapkan sejumlah syarat. Pada saat yang sama, dalam sambutan terbarunya, Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, mulai mempersiapkan masyarakat atas kemungkinan respon militer terhadap situasi yang memburuk di Mali dan Libya, seraya mengatakan bahwa perbatasan negara itu telah diserang. (IT/MEM/rj)

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS