Bani Umayyah Dalam Al Qur’an Dan Sunnah 1

0
1,679 views

Persembahan Untuk Ustadz Firanda dan Para Pemuja Pohon Terkutuk Dalam Al Qur’an!

Pendahuluan

Keabadian di akhirat ada dua macam, Abadi di dalam surga dan abadi di dalam neraka..

أُولئِكَ أَصْحابُ الْجَنَّةِ هُمْ فيها خالِدُونَ

“ … mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;82)

فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْن

“… mereka adalah penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;81)

Demikian puladengan kebadian di dunia. Ia ada dua macam…

Kebadian dengan sebutan harum, keutamaan dan kemuliaan serta amal-amal shaleh… penyandang kemulian sifat akan abadi dalam sebutan harum … abadi dalam hati dengan kerinduan dan kecitaan… dalam lembaran kitab dan di pertemuan-pertemuan umum dengan pujian

Sementara penyandang sifat-sifat buruk dan pelaku kejahatan juga akan abadi… namun dengan sebutan buruk, kehinaan, kecaman dan kutukan … hati-hati manusia mmebencinya… lisan-lisan mereka mengecam dan mengutuknya… kitab-kitab membeber kejahatan dan kehinaannya.

Antara keabadian di dunia dan keabadian di akhirat terdapat relasi yang sangat erat… keabadian di surga di akhirat dan sebutan indah di dunia saling terkait…

Demikian pula dengan keabadian di neraka dengan keabadian sebutan buruk, laknatan juga salng terkait!

Ini adalah Sunnah Allah….

Dan taida perubahan pada Sunnah Allah!

فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْديلاً وَ لَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْويلاً

“Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah, dan sekali- kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu.” (QS. Al Fathir;43)

Inilah dua model keabadian yang saling berhadap-hadapan .. saling menjauh .. saling bermusuhan di sepanjang sejarah imat manusia…

Pada umat terakhir di pentas sejarah umat manusia ini mereka adalah:

Muhammad bin Abdillah, Rasulullah dan Ahlulbait dan para sahabat bsetia beliau di satu sisi

Dan Abu Sufyan, Hindun, Mu’awiyah, Yazid di sisi lain..

Rasulullah dan Ahlulbait adalah wujud keabadian cahaya ilahi.. mereka abadi dengan sebutan harum dan kenangan indah serta kecintaan penghuni langit dan bumi…

Sementara bani Umayyah yang dikepalai oleh Abu Sufyan kemudian Mu’awiyah kemudian Yazid adalah wujud keabadian bagi kegelapan dan laknat Allah!! Sebutan mereka selalu disertai dengan kecaman dan kutukan Allah, penghuni langit dan penghuni bumi!!

Alhulbait kapan pun mereka disebut selalu diiringi dengan pujian…

Dalam Al Qur’an Ahlulbait terpuji….

Dalam Sunnah Ahlulbait juga tersanjng dan terpuji…

Sejarah pun mengabadikan kemulian dan pujian Allah dan manusia…

Sebaliknya dengan bani Umayyah.. kapanpun mereka disebut laknat Allah selalu menyertai mereka…

Dalam Al Qur’an mbani Umayyah terlaknat

Dalam Sunnah bani Umayyah juga terkutuk..

Lisan-lisan penghuni langit dan penghuni bumi juga melaknati bani Umayyah…

Ini adalah kenyataan yang bukti kebenarannya telah menyatu dengan hakikatnya… tidak perlu bukti dari luar dirinya…

Bani Umayyah Dalam Al Qur’an

Al Qur’an adalah puncak etika dan kemulian… lautan sopan santun dan adab.

إِنَّ هذَا الْقُرْآنَ يَهْدي لِلَّتي‏ هِيَ أَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنينَ الَّذينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبيراً

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra’;9)

Al Qur’an telah menetapkan sebuah ketetapan bahwa konsekeunsi dosa dan tanggun jawab kejahatan hanya akan dipilulkan kepada palakunya… tidak kepada selainnya.. tidak kepada anak keturunannya … tidak pula kepada nenek moyangnya… dan tidak pula kepada teman atau sahabatnya… hanya si pelaku yang harus mempertanggung-jawabkan kejahatannya!

عَلَيْها وَ لا تَزِرُ وازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرى‏

“… dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.: (QS. Al An’âm;164)

Inilah Al Qur’an al Karîm… lembaran manapun yang engkau buka… surah dan ayyat apapun yang engkau baca… hanya etika adil ini yang akan engkau temukan! Al Qur’an hanya membatasi kecaman atas pelaku kejahatan dan/atau yang penyandang sifat setani dengan sifat setani si pelaku kejahatan …

Ketika Al Qur’an mengecam seorang dari dedengkot kaum kafir Quraisy… Allah berfiaman:

إِنَّهُ فَكَّرَ وَ قَدَّرَ

“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya )

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Maka  celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan.” (QS. Al Mudatstsir;18-20)

Al Qur’an juga mengecam seseorang dengan ayat:

وَ لا تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهينٍ

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَميمٍ

Yang  banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثيمٍ

Yang  sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,

عُتُلٍّ بَعْدَ ذلِكَ زَنيمٍ

Yang  kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya. “ (QS. Al Qalam;10-13)

Dan ketika berbicara tentang orang ketika, Al Qur’an menyebutkan:

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al A’raf;176)

Dan demkkian seterusnya…

Tetapi dalam kenyataan etika ini terdapat pengecualian … dan hanya dalam satu kasus.. dalam satu ayat saja .. dan hanya untuk beberapa orang tertentu saja!

Kapan itu?

Siapa yang dikecualikan dari aturan umum Al Qur’an itu?

Mengapa dalam kasus ini Al Qur’an tidak seperti biasanya yang hanya menyebut si palaku kejahatan saja… tetapi sekarang menyebut satu keluarga besar.. ya satu keluarga besar sebagai Fitnah/cobaan bagi umat manusia (bukan hanya bagi umat Islam saja!) dan sebagai keluarga terkutuk… pohon terlaknat!

Tahukan kalian, siapa mereka itu?

Keluarga siapakah yang terkutuk dalam Al Qur’an?

Mereka adalah bani Umayyah…

Bukan hanya Abu Sufyan seorang … bukan Mu’awiyah seorang… bukan pula Yazid bin Mu’awiyah seorang… mereka adalah keluarga besar bani Umayyah

 وَ إِذْ قُلْنا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحاطَ بِالنَّاسِ وَ ما جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتي‏ أَرَيْناكَ إِلاَّ فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَ الشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَ نُخَوِّفُهُمْ فَما يَزيدُهُمْ إِلاَّ طُغْياناً كَبيراً

“Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (QS. Al Isra’;60)

Bukan hanya Abu Sufyan seorang yang terlaknat!

Bukan Mu’awiyah seorang yang terlaknat!

Bukan juga hanya Yazid putra Mu’awiyah yang  mal’ûn!

Tetapi keluarga bani Umayyah lah yang terkutuk….

Abu Sufyan… Mu’awiyah … Yazid…

Kakek… Bapak … Anak… semuanya terlaknat … semuanya adalah pohon terkutuk dalam Al Qur’an!!

Pohon terkutuk itu adalah bani Umayyah...

Baca kenyataan ini dalam berbagai kitab tafsir dengan riwayat-riwayat yang shahih dari para sahabat dan Tâbi’în!

Baca tafsir ad Durr al Matsûr karya Imam Jalaluddin as Suyuthi… beliau telah meriwayatkan fatsir ayat di atas bahwa yang dimaksud dengansyajarah mal’ûnah fîl Qur’ân adalah bani Umayyah dari riwayat:

(1) Ibnu Abi Hatim dari Ya’la  bin Murrah.

(2) Ibnu Mardawaih dari Imam Husain bin Ali ra.

(3) Ibnu Mardawaih, Ibnu Abi Hatim, al Baihaqi dalam Dalâil dan Ibnu ‘Asâkir dari Said bin Musayyib.[1]

Imam ar Râzi juga menukil dari Ibnu Abbas ra. bahwa syajarah mal’ûnah fîl Qur’ân adalah bani Umayyah![2]

Inilah kenyataan Qur’aniyah yang sering ditutup-tutupi dan diputar-nalikkan oleh para pemuja pohoh terkutuk tersebut!

Abusalafy akan membantu Anda wahai pecinta kebenaran untuk melacak ayat-ayat kecaman atas bani Umayyah agar dapat diselamatkan dari fitnah dan kejahatan mereka!

(Bersambung, Insya Allah)

 

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

NO COMMENTS