Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah! (2)

0
1,378 views

unnamed

Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah! (2)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Karena memang tidak ada satu hadis pun yang shahih tentang keutamaan Mu’awiyah seperti telah dibuktikan sebelumnya sebagaimana ditegaskan para ulama Ahlusunnah… maka para Pemuja Mu’awiyah dan kezaliman serta penyimpangannya nekad membelanya dengan mengajukan apa saja untuk menyelamatkan dan membela Tuan mereka… tidak terkecuali dengan hadis-hadis palsu sekalipun!

Itulah yang dilakukan para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn termasuk Mukallid buta mereka yang sedang dipromosikan untuk menjadi Misionaris handal penyebaran kesesatan akidah Salafi, Ustadz Firanda! Ia dengan tanpa malu membela Mu’awiyah dengan mengandalkan hadis-hadis palsu. Satu dari hadis itu telah saya buktikan kepalsuanya dalam artikel sebelumnya.

Ia menulis sebuah sub pasal dengan judul:

“Kelima: Rasulullah mendoakan Mu’awiyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Mu’aawiyah

اللّهُمَّ اجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا، وَاهْدِ بِهِ

“Yaa Allah jadikanlah ia (Mu’aawiyah) pemberi petnunjuk yang mendapat petunjuk, dan berilah petunjuk (kepada manusia) dengan sebabnya” (Al-Bukhaari di At-Taariikh Al-Kabiir 5/240 dengan sanad yang shahih, Ahmad dalam musnadnya 29/426 no 17895, dan At-Thirmidzi no 3842)

Nabi juga pernah berdoa:

اللهُمَّ عَلِّمْ مُعَاوِيَةَ الْحِسَابَ وَقِهِ الْعَذَابَ

“Yaa Allahu ajarkanlah kepada Mu’aawiyah ilmu perhitungan dan hindarkanlah ia dari ‘adzab” (HR Al-Bukhari dalam At-Taariikh Al-Kabiir 7/327, At-Thobrooni di Musnad Asy-Syaamiyiin 1/190 dengan sanad yang shahih. Dan hadits ini memiliki syawahid diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya 28/382 no 17152, Ibnu Hibbaan dalam shahihnya 16/192 no 7210, Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya no 1938, At-Thobrooni dalam Al-Mu’ajam Al-Kabiir no 628 , dan lihat penjelasan Al-Bani dalam As-shahihah no 3227)”

.

Abu salafy:

Hadis pertama telah saya buktikan kepalsuannya karenanya saya tidak perlu membahasnya kembali…. kendati masih banyak bukti tambahan kepalsuannya. Sebab apa yang dapat kita buktikan dari kenyataan hidup dan seluruh sepak terjang Mu’awiyah, khususnya setelah menjabat sebagai Amir wilayah Syâm dan setelahnya ketika ia memberontak terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. dan kemudian setelahnya ketika berhasil merampas kekuasaan dan mendudukkan dirinya sebagai Pemimpin Tertinggi umat Islam… apa yang dapat Anda temukan dari tanda-tanda seorang yang diberi hidayah Allah dan dijadikan Si Pemberi petunjuk/hidayah?!

Adakah dari seluruh kehidupan Mu’awiyah kecuali yang mencerminkan kesesatan dan kefasikan serta kemunafikan?

Kejahatan apa yang tidak dijalankan Mu’awiyah?

Memberontak Khalifah yang sah… yang menyebabkan terbunuhnya puluhan ribu umat Islam. …

Membunuh kaum Mukminin yang enggan mencaci dan melaknati Sayyidina Ali ra. …

Menjungkir balikkan konsep Syura dalam pemilihan Khalifah dengan menjadikannya sebagai warisan turun temurun dengan mengangkat Yazid, si munafik, bejat durjana dan zindiq sebagai Khalifah…

Serta ratusan kejahatan lainnya…

Inikah yang mereka maksudkan dengan doa yang konon dimohonkan Nabi saw untuk Mu’awiyah tersebut: “Yâ Allah jadikanlah ia (Mu’awiyah) pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk, dan berilah petunjuk (kepada manusia) dengan sebabnya.”

Petunjuk apa yang diberikan Mu’awiyah? Dan siapa yang mendapatkan hidayah Allah Swt melalui Mu’awiyah?

Apakah, ‘Amr bin al ‘Âsh ketika ia mengangkat mushaf-mushah untuk menipu kaum awam dari prajurit Khalifah Ali ra agar mereka mau menerima perdamaian dan tahkim?!

Apakah umat Islam mendapatkan hidayah Allah ketika mereka diperintahkannya untuk melaknati Khalifah Ali bin Abi Thalib ra.?!

Apakah umat Islam mendapatkan hidayah dari Mu’awiyah ketika ia menjungkir-balikkan konsep Syura dan mengangkat anaknya Yazid, si pemabok dan fasik itu?

Apakah umat Islam mendapatkan hidayah dari prilaku Mu’awiyah yang terang-tarangan memnentang hukum Allah dan rasul-Nya dengan mengumumkan bahwa Ziyâd adalah putra Abu Sufyan kendati semua tau bahwa Sumayyah ibu Ziyad saat itu adalah istri orang… Abu Sufyan hanya menzinainya. Dan dalam hukum Islam bahwa seorang anak yang lahir dari seorang ibu harus dinisbatkan kepada suami ibu itu?!

Apakah umat Islam mendapat hidayah  dari Mu’awiyah ketika ia membunuh para pengikut Ali dengan darah dingin dan tanpa dosa selain mereka menolak untuk menuruti perintah Mu’awiyah untuk melaknati dan mencaci maki Klahifah Ali bin Abi Thalib?!

Dan apakah…. ?

Apakah ….. ?

.

Kelicikan Ustadz Firanda

Ketika menyebutkan hadis di atas, Ustadz Firanda tidak berani membeberkan sanad hadis tersebut dan keterangan para ulama Ahlusunnah tentangnya.. karena ia sangat tau bahwa dengan menyebut itu semua maka angan-angannya untuk menipu kaum awam segera terbongkar! Sebab para ulama Ahlusunnah akan menerangkan kepada Anda bahwa hadis itu sama sekali tidak shahih… ia hanya buatan para pemuja kesesatan bani Umayyah belaka!

Dan sekali lagi saya hanya mengingatkan Anda agar selalu mengingat apa yang ditegaskan para ulama Ahlusunnah bahwa tidak satu hadis pun tetnatng keutamaan Mu’awiyah yang shahih.. artinya semuanya adalah palsu.. diriwayatkan dari dan oleh para parawi yang terkenal sebagai Kadzdzâb/pembohong besar, Wadhdhâ’/pemalsu hadis, matrûkmajhûl/tidak dikenal jati dirinya… dan berbagai bentuk cacat lainnya!

Karenanya saya meminta Ustadz Firanda agar berani membeber masalah ini dengan terus terang dan tanpa dusta dan menipu!

.

Hadis Kedua Kebanggaan Ustadz Firanda Ternyata Palsu!

Hadis kedua yang dibanggakan Ustadz Firanda juga tidak kalah cacatnya dan palsunya dari hadis pertama. Karenanya Ustadz Firanda juga tidak berani menjelaskan sanad hadis tersebut.

Hadis palsu memalukan di atas pada sanadnya terdapat nama-nama perawi cacat berat, seperti;

  • Mu’awiyah bin Shaleh yang telah dicacat oleh para ulama, di antaranya adalah Ibnu Ma’în, Yahya bin Sa’îd al Qaththân, Abu Ishaq al Fizâri dan Ibnu Abi Khaitsamah, sebagaimana dirangkum pencacatan mereka atas Mu’awiyah bin Shaleh oleh Ibnu Hajar al Asqallâni dalam kitab Tahdzîb at Tahdzîb-nya,10/189.
  • Al Hârits bin Ziyâd, seorang penduduk kota Syâm. Dan tidak meriwayatkan darinya hadis itu selain Yunus bin Saif al Kilâ’i dan dia (Yunus) ini adalah seorang yang majhûl dan hadis riwayatnya munkar!

Dan Ibnu al Jauzi telah memasukkannya dalam kitab al ‘Ilal al Mutanâhiyah,1/272. Sementara adz Dzahabi dalam kitab Mîzân-nya,1/388 telah memastikan bahwamatan hadis di atas adalah munkar bi marrah/sangat munkar. Dan ketika menyebut hadis ini dengan jalur lain ia juga menegaskan bahwa pada jalur tersebut terdapat seorang perawi bernama Utsman bin  Abdurrahman, ia seorang parawi yang matrûk/dibuang/ditinggalkan hadis riwayatnya. Dan Ibnu Ma’în memvonisnya sebagai pendusta! (Al Mîzân,3/43)

Abu Salafy:

Demikianlah… mereka membangun akidah dalam mengagungkan kaum munafik dengan hadis-hadis munkar dan maudhû’/palsu yang diriwayatkan melalui jalur para parawi yang majhûl dan cacat berat!!!

Dan bagi Anda yang berminat mengetahui lebih tuntas bukti-bukti kepalsuan hadis ini maka saya persilahkan merujuk kitab Tanâqudhât al Albâni karya Sayyid Hasan bin Ali as Seqqaf –seorang ulama besar dari keturunan Nabi Muhammad saw, yang telah berjasa besar dalam membongkar kesesatan ajaran Salafi Wahhâbi-.

Jadi apa yang masih akan dibanggakan Ustadz Firanda dengan kata-katanya: “Banyak hadis yang menjelaskan keutamaan Mu’awiyyah…”

Apakah hadis-hadis palsu di atas yang Anda banggakan sebagai bukti keagungan Mu’awiyah si Penganjur Ke dalam Api Nereka itu?! Sungguh malang nasib Mu’awiyah ternyata para pemujanya hanya mampu membelanya dengan hadis-hadis palsu!

Tapi apa hendak dikata?! Hanya hadis-hadis palsu yang tersedia… sementara –seperti ditetapkan Alllah dalam Al Qur’an bahwa sesama kaum munafik akan saling membela- maka mereka pun harus membela Pemimpin kaum Munafik di zamanya dan di sepanjang zaman hingga kini… Mu’awiyah harus dibela walaupun dengan pembelaan yang memalukan dan membongkar kedok kemunafikan!

Saya harap Anda tidak salah memaknai kata-kata saya di atas! Yang saya maksud adalah mereka yang telah mengetahui dengan pasti Mu’awiyah sebagai gembong kaum munafik, penganjur ke dalam api nereka dan pembencfi Nabi saw. dan Ahlulbait-nya, namun tetap saja membela dengan kepalsuan! Bukan mereka yang sedang tertipu karena keterbatasan informasi dan karena didikan sejarah Islam yang pas-pasaan dan hanya menyentuh kulit luarnya saja!

Semoga Allah menanamkan dalam hati kita kecintaan kepada para Awliyâ’-Nya dan kebencinah kepada musuh-musuh-Nya. Âmîn.

(Bersambung  insya Allah)

__________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah (1)
  2. Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah (2)
  3. Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah (3)

NO COMMENTS