Awal Bukti Kebangkrutan Ustadz Firanda al ‘Amîl al Wahhâbi Dalam Membela Mu’awiyah! (1)

1
1,314 views

unnamed

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Membela kaum munafik bukanlah profesi baru… sebelum sekte Salafi Wahhâbi muncul kaum munafik juga saling membela dan sebagian dari mereka menjadikan sebagian lainnya sebagai awliyâ’ yang saling mencintai dan membela. Karena itulah watak kaum munafik seperti dijelaskan Allah dalam Al Qur’an al Karîm!

Dan karena kabatilan yang mereka bela sementara kebatilan itu tidak kokoh dan wataknya dia mudah sirna… maka pertama, mereka akan kesulitan mendapat dukungan bukti kebenaran, kedua, ia terpaksa menga-ngada, dan ia pasti merahasiakan kebenaran agar tidak terbongkar oleh kaum Muslimin! Itulah kira-kira yang dilakukan Ustadz Firanda ketika ia “mati-matian” membela Mu’awiyah dan Abu Sufyan; bapaknya!

Karena Al Qur’an tidak berpihak kepadanya…. as Sunnah ash Shahihah tidak mendukungnya…. dan Salaf Shaleh juga tidak merestuinya… maka Ustadz Firanda kelabakan mencari dukungan untuk pembelaannya terhadap Mu’awiyah, si penganjur ke dalam api neraka, seperti disabdakan Baginda Rasulullah saw. yang tiada berucap melainkan dari wahyu suci ilahi!

Di sini, Ustadz Firanda benar-benar bangkrut dan tidak dapat bangkit dari kebangkratannya kecuali dengan berpegangan dengan ucapan-ucapan orang-orang yang tidak layak disandingkan dan dibandingkan dengan Sayyidina Ali ra., Sayyidina Ammâr dan para sahabat Badar dan lainnya! Ia terpaksa bergantung dengan ucapan Rabî’, Ibnu Mubarak, Ahmad bin Hanbal dan Abu Ali al Hasan bin Abi Hilâl…. itupun dengan tanpa mencantumkan sanad ucapan-ucapan mereka atau membuktikan keshahihan sanad riwayat tersebut! Sungguh memalukan apa yang dilakukan Ustadz Firanda! Tapi apa hendak dikata…. tidak ada hadis shahih untuk mendukung hadis palsu pun boleh! Kalau tidak ada ucapan Salaf Shaleh yang merestui, ucapan khalaf boleh kan?

 Ustadz Firanda Tidak Konsisten!

Di bawah sub judul: Keutamaan Mu’aawiyah radhiallahu ‘anhu Ustadz Firanda menulis demikian:

“Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Mu’aawiyah. Hadits-hadits tersebut telah dibawakan oleh para ulama.”[1]

Akan tetapi anehnya, ia hanya mampu menyajikan atsar dari satu dua sahabat saja. Jadi judul yang ia ia tulis jelas menipu!

Selain itu, satu atau dua riwayat atas nama Nabi saw. yang ia sebutkan juga sangat memalukan…. Ia adalah hadis palsu, seperti akan dijelaskan nanti!

Jadi bukankah hal memalukan ketika Ustadz Firanda mengatakan Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Mu’aawiyah! Kata-kata Ustadz Firanda benar-benar licin dan licik. Ia hanya mengatakan bahwa hadis-hadis tentang keutamaan Mu’awiyah itu telah dibawakan oleh para ulama! Hanya ia itu yang ia katakan!! Ia tidak berani berterus terang bahwa hadis-hadis yang pernah diriwayatkan para pemalsu itu adalah hadis-hadis maudhû’/palsu… tidak satu pun yang shahih. Demikian ditegaskan para pembesar Ahli hadis Ahlusunnnah!Karenanya, ia takut mengatakan terus terang tantang kenyataan ini.

Sementara itu ketika misalnya, saya menyebutkan hadis tertentu ia segera mengecam saya dengan mengkritisi keshahihan hadis tersebut. Meskipun hadis yang saya bawakan itu telah masyhur di kalangan para ahli hadis dan dishahihkan sebagian ulama!

Inilah bukti kecintaan Salafi Wahhâbi kepada pohon terkutuk dalam Al Qur’an!

Ustadz Firanda Membanggakan Kesaksian Ibnu Abbas ra.

Sebaigai contoh bukti kecintaan Ustadz Firanda kepada kaum Munafik adalah bahwa ia setelah menyebutkan riwayat yang menyebut kesaksian Ibnu Abbas bahwa Mu’awiyah adalah seorang faqih/yang mendalam dalam ilmu fikih/agama… ia berkata, Lihatlah para pembaca yang budiman, siapakah yang telah memuji Mu’aawiyah?? Ibnu Abbaas..!!! sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Ahlil Bait. Dialah yang sezaman dengan Mu’aawiyah dan lebih paham tentang Mu’awiyah.

Tanpa mengkonfirmasi keshahihannya, ia seakan menemukan nafas baru… Lalu bagaimana Anda akan mendudukkan ucapan dan kesaksian Sayyidina Ali ra. tentang kemunafikan Mu’awiyah?! Apakah Anda akan mengatakan komentar yang sama tentangnya?!

Satu Lagi Bukti Kedalaman Fikih Mu’awiyah! 

Mungkin Ustadz Firanda belum mengetahui data di bawah ini dan saya yakin ada baiknya jika beliau mengetahuinya untuk melengkapi data kesimpulannya bahwa “Mu’awiyah adalah seorang Khalifah Pelanjut Rasulullah saw. yang sangat mendalami Syari’at yang sangat dibanggakan Allah dan Rasul-Nya!”

Perhatikan wahai Ustadz Firanda kefasikan Tuan Anda yang sangat Anda banggakan itu!

Para ulama di antaranya Ibnu ‘Âsakir, Ibnu Katsîr (yang sangat dibanggakan Ust. Firanda untuk membela Mu’awiyah) dan juga Ibnu Hajar meriwayatkan dari Khadîj al Khishshi (maula Mu’awiyah) berkata, “Mu’awiyah membeli seorang budak wanita kuning nun jelita, lalu aku giring ia masuk menemui Mu’awiyah (di dalam istana) dalam keadaan BUGIL/TELANJANG BULAT. Dan ketika itu di tangan Mu’awiyah ada tongkat pendek, lalu Mu’awiyah mengayunkannya ke arah vagina budak wanita itu seraya berkata, “Benda unik, andai aku juga punya benda unik. Bawa ia pergi menemui Yazid!”

Ibnu Katsîr membawakan riwayat kebejatan Mu’awiyah dan para penguasa tiran bani Umayyah untuk kemudian menggaris-bawahi bahwa Mu’awiyah sebagai seorang  FAQÎH AGUNG! Sebab kata Ibnu Katsîr, setelahnya Mu’awiyah sadar bahwa budak wanita itu tidak lagi halal bagi Yazid; putranya. Sebab seorang wanita yang sudah pernah dihasrati oleh seorang ayah maka ia haram untuk putranya!

Perhatikan apa kata Ibnu Katsîr (yang juga pemuja berat bani Umayyah, walaupun tidak separah kaum Salafi Wahhâbi),

“Dan ini adalah dari kedalaman fikih dan kehati-hatian Mu’awiyah. Karena ia telah memandang wanita itu dengan syahwat, walaupun ia menganggap lemah dirinya (untuk bersenggama) dengannya, maka dari itu ia berhati-hati sehingga tidak mau menghadiahkan budak wanita itu untuk Yazid, putranya… “[2]

.

Abu Salafy:

Dari sini, dan dari data-data kebejatan moral Mu’awiyah Anda dapat mengetahui kualitas kedunguan Salafi Wahhâbi yang masih sudi membanggakan, membela dan bahkan mengecam siapapun yang tidak mengagungkan Mu’awiyah!

Dapatkah Anda membayangkan kebejatan moral Mu’awiyah yang dibanggakan Ustadz Firanda sebagai Sahabat Agung, Sekertaris Nabi, Seorang Mujtahid Ulung, Mujahid dan segala pujian palsu yang memalukan!

Isnya Allah dalam kesempatan lain saya akan membongkar lebih jauh kebejatan moral dan prilaku sek Mu’awiyah dan para penguasa tiran bani Umayyah yang melebihi kebanyakan binatang tak bermoral sekalipun. Nantikan!!

Adapun komenatar Ibnu Katsîr maka saya serahkan kepada Anda yang masih waras akal sehatnya untuk menilai dan mengomentarinya… buat saya sudah jelas, tidak perlu dikomentari apapun tentangnya!

.

Mengapa Ustadz Firanda Mengabaikan Keterangan Ahli Hadis?!

Satu hal yang juga boleh dibilang kecurangan dan kelicikan Ustadz Firanda dan juga banyak Misionaris Salafi Wahhâbi semisalnya bahwa ia benar-benar secara sengaja menyembunyikan keterangan para ulama Ahli Hadis Ahlusunnah yang sepakat mengatakan bahwa tidak ada satu pun hadis yang shahih tentang keutamaan Mu’awiyah! Semua keterangan para ahli hadis kenamaan Ahlusunnah itu sengaja disembunyikan… dan dengan sengaja pula kaum awam Wahhâhi dibodohi dan ditipu dan dibutakan dari kenyataan bahwa sebenarnya tidak ada satu pun hadis keutamaan Mu’awiyah yang shahih!!!

Perhatikan keterangan mereka di bawah ini!

Sebelumnya saya ingin katakan, alhamdulillah segala puji bagi Allah yang menjaga agama-Nya sehingga tetap terjaga kemurniannya… dan sehingga kaum munafik tetap terbukti sebagai munafik yang harus dikutuk dan dimusuhi dan kaum mukmin sejati tetap selalu dikenal sebagai Mukmin Sejati walaupun beribu-ribu mimbar melaknatinya!

Melalui keterangan para ulama Ahlusunnah kemurnian agama Allah dapat terpelihara. Ternyata, walaupun Mu’awiyah berkuasa dan mengerahkan segala kemampuannya melalui para ulama bayaran, algojo haus darah yang siap menghabisi nyawa siapa saja yang berani menentang kebijakannya dan juga melalui para penjilat yang telah dirusak dan dibeli keimanann mereka … walaupun demikian tetap saja para ulama Ahlsunnah di sepanjang masa berani menyuarakan kebenaran bahwa Mu’awiyah adalah seorang munafik yang tidak satu hadis shahih pun ada yang memujinya.. Justeru banyak hadis Nabi saw. yang mengecam dan menvonisnya akan mati kafir, seperti nanti akan saya sebutkan dalam kesempatan lain insya Allah!

  • Keterangan Imam Ahmad Dalam Nukilan Ibnu Jauzi dan Ibnu Hajar al Asqallâni     

Ibnu Jauzi juga meriwayatkan dari jalur Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, ia berkata,

“Aku tanyakan kepada ayahku tentang Ali dan Mu’awiyah? Maka ayahku menundukkan kepala sesa’at, lalu berkata, ‘Ketahuilah bahwa Ali itu banyak musuhnya. Lalu musuhnya mencari-cari cacat Ali, tetapi mereka tidak menemukannya. Lalu mereka memuji seorang yang telah memerangi Ali sebagai bentuk makar mereka terhadap Ali.”

Dengannya Ahmad mengisyaratkan kepada hadis-hadis palsu keutamaan yang dibuat-buat untuk memuji Mu’awiyah yang sama sekali tidak punya asal muasal. Dan telah datang banyak hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, tetapi tidak satu pun yang shahih dari sisi sanad. Dan Ishaq bin Rahwaih dan an Nasa’i memastikannya demikian.”!”[3]

Penegasan Imam Ahmad di atas telah diterima dan dibenarkan oleh banyak ulama selain Ibnu Jauzi dan Ibnu Hajar. Lebih lanjut baca Tuhfatu al Ahwadzi –syarah Sunan at Turmudzi oleh al Mubârakfûri,10/342 di sana beliau mendukung keyakinannya bahwa tidak satu pun hadis keutamaan Mu’awiyah yang shahih dengan mengutip pernayataan Imam Ahmad dan penegasan Imam Ibnu Rahawaih seperti akan disebutkan di bawah ini!

.

Abu Salafy:

Saya yakin telah jelas bagi Anda bahwa musuh-musuh Ali-lah yang membuat-buat kepalsuan atas nama Nabi saw. tentang keutamaan Mu’awiyah. Lalu datanglah seorang sarjana muallaf kemudian membanggakan hadis-hadis keutamaan Mu’awiyah dan hadis-hadis itu telah diriwayat dan dibukukan oleh sebagian orang! Alangkah jahilnya seorang Sarjana S3 jika ia tidak mengetahui kenyataan ini! Dan jika ia telah mengetahuinya tetapi tetap saja menebar hadis-hadis palsu demi membela seorang munafik maka ia sungguh seorang penipu tak bermoral yang telah menjual agamanya demi Real atau Dollar dari tuan-tuannya dan demi hawa nafsunya!

Sebagaimana jelas pula bahwa para pembenci Ali ra. itu tidak segan-segan memalsu agama dengan tujuan merusaknya! Kita harus waspada! Mereka pasti bukan Ahlusunnah, tetapi mereka adalah kaum Nashibi yang menjadi Salaf kaum Salafi Wahhâbi! Ahlusunnah adalah apa yang dijelaskan oleh Sayyidina Ali dan Sayyidina Ammâr bin Yasir ra. tentang Mu’awiyah!

Dan dari ketarangan Imam Ahmad di atas jelaslah motivasi pemalsuan hadis-hadis  keutamaan Mu’awiyah! Bahwa ia hanya untuk melampiaskan kedengkian mereka kepada Sayyidina Ali ra. Jadi sudah jelas siapa di balik pemalsuan hadis keutamaan Mu’awiyah itu… mereka adalah kaum munafik yang sangat membenci Ali ra. dan mencintai Mu’awiyah! Jadi apakah kita masih akan membanggakan hadis-hadis produk kaum munafik itu?! Kalau Ustadz Firanda sudi membangun agamanya di atas hadis-hadis buatan para pembenci Ali ra., maka kami katakan bahwa kami tidak sudi menjadikan kaum munafik sebagai panutan agama kami!

  • Keterangan Ibnu Rahawaih dalam Nukilan Ibnu Jauzi dan Imam Al Hakim

Imam al Hakim meriwayatkan pernyataan sikap Imam Ibnu Rahawaih sebagai berikut:

“Aku mendengar Abul Abbas Muhammad bin Ya’qub bin Yusuf berkataa, ‘Aku mendengar ayahku berkata, ‘Aku mendengar Ishaq bin Ibrahim al Handzali berkata:

لا يصحُّ عن النبي (ص) في فضل معاوية بن أبي سفيان شيٌْ.

“Tidak satu pun hadis keutamaan Mu’awiyah yang shahih.[4]

.

Abu Salafy:

Apakah setelah penegasan Ibnu Rahawaih yang dikuatkan oleh Imam al Hakim dan Ibnu Jauzi Ustadz Firanda masih juga tidak punya malu menyebutkan dan membanggakan hadis-hadis keutamaan?! Dan dengan tanda dasar mengatakan bahwa dua hadis yang ia sebutkan itu adalah shahih?!

  • Pernyataan Ibnu Jauzi

Dalam kitab al Maudhû’ât-nya (kitab yang khusus membahas dan merangkum hadis-hadis palsu), Ibnu Jauzi menulis sebuah bab dengan judul: Bab fî Dzikri Mu’awiyah ibn Abi Sufyân. Ia mengawalinya dengan mengatakan:

“Dan telah bersikap fanatik sekelompok kaum yang mengaku perpegang teguh dengan Sunnah lalu meraka memalsu-malsu hadis tentang keutamaan Mu’awiyah untuk membuat murka kaum Rafidhah …. “[5]

Jadi pemalsuan itu dalam analisa Ibnu Jauzi di lakukan oleh kaum fanatik yang mengaku berpegang tegung dangan Sunnah nabi saw., sementara mereka itu bukan Ahlusunnah sejati. Mereka adalah Ahlusunnah gadungan aliasa Nashibi!

  • Ibnu Taimiyah Saja Mengakui!

Dan yang aneh di sini adalah bahwa Ibnu Taimiyah yang sangat membela Mu’awiyah sampai-sampai ia sudi menghina Sayyidina Ali ra. juga tidak ada jalan lain kecuali mengakui kepalsuan hadis-hadis keutamaan Mu’awiyah... Dan tentunya yang membuat hadis-hadis palsu keutamaan Mu’awiyah tidak akan keluar dari tiga kelompok:

A)    Kaun Syi’ah.

B)    Sunni

C)    Nashibi

Kaum Syi’ah jelas tidak mungkin membuat-buat hadis-hadis palsu keutamaan seorang yang telah memerangi Imam mereka dan melaknatinya di atas mimbar-mimbar.

Para ulama Ahlusunnah juga tidak akan sudi membuat-buat hadis palsu membela mantan Kafir  Musyrik dan musuh Nabi saw. dan masih tetap aktif memerangi agama!

Jadi pastilah yang membuat-buat hadis-hadis palsu keutamaan Mu’awiyah adalah kaum Nashibi; musuh Nabi dan keluarga beliau dan pecinta bani Umayyah dan kaum yang mengaku-ngaku berpegang dengan Sunnah! Dan mereka itulah Salafnya Ustadz Firanda yang hadis-hadis palsunya sangat ia banggakan!

Perhatikan Ibnu Taimiyah mengakui:

طائفة وضعوا لمعاوية فضائل و رووا أحاديث عن النبي (ص) كلها كذبٌ.

“Sekelompok kaum membuat-buat keutamaan-keutamaan untuk Mu’awiyah dan meriwayatkan hadis-hadis dari Nabi saw…. semuanya DUSTA.[6]

Bukankah Ibnu Taimiyah itu imamnya Ustadz Firanda? Lalu mengapakah sekarang ia buang Ibnu Taimiyah?!

.

Keterangan al Ajlûni

Imam al Ajlûni menegaskan juga bahwa seluruh hadis keutamaan Mu’awiyah itu palsu! Dalam kitb Kasyfu al Khafâ’:420 beliau berkata:

.

باب فضائل معاوية ليس فيه حديثٌ صحيحٌ.

Bab tentang keutamaan Mu’awiyah. Tidal ada satu pun hadis yang shahih.

.

  • Ketarangan Imam Al ‘Aini –Pensyarah Shahih Bukhari-
  • .

فإن قلت: قد ورد في فضله  يعني معاوية أحاديث كثيرةٌ؟ قلتُ: نعم, و لكن ليس فيها حديثٌ صحيح يصحُّ من طريق الإسناد. نص عليه إسحاق بن راهويه و النسائي و غيرهماز فلذلك قال يعني البخاري: (باب ذكرِ معاوية) و لَم يقل: فضيلة معاوية!

Jika kamu berkata, ‘Telah datang banyak hadis tentang keutamaan Mu’awiyah? Maka saya berkata, “Ya benar! Tetapi tidak satu hadis pun yang shahih dari sisi sanad. Demikian ditegaskan Ishaq bin Rahawaih, an Nasa’i dan selain keduanya. Oleh karena itu, ia (Bukhari) berkata, ‘Bab sebutan tentang Mu’awiyah’ ia tidak berkata, ‘Bab keutamaan Mu’awiyah.’” Lebih lanjut baca ‘Umdatul Qâri!

.

  • Penegasan Ibnu Hajar

Seperti telah Anda baca sebelumnya bahwa Ibnu hajar al Asqallâni telah menegaskan bahwa:

“Dan telah datang banyak hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, tetapi tidak satu pun yang shahih dari sisi sanad. Dan Ishaq bin Rahwaih dan an Nasa’i memastikannya demikian.”![7]

.

  • Penegasan al Mubârakfûri –pensyarah Sunan at Turmdzi-

Ketika mensyarahi dua hadis riwayat at Turmudzi tentang keutamaan Mu’awiyah, Imam al Mubârakfûri membuktikan dan menegaskan ketidak-shahihan dua hadis tersebut dengan bukti-bukti konret. Kemudian setelahnya ia menegaskan seraya berkata,

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya telah datang banyak hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, tetapi tidak satu pun yang shahih dari sisi sanad. Demikian Ishaq bin Rahwaih dan an Nasa’i dan para ulama lain memastikannya.”![8]

.

  • Keterangan asy Syaukani

Keterangan senada juga ditegaskan oleh asy Syakani dalam kitab al Fawâid al Majmû’ah-nya, “Para huffâdz telah bersepakat bahwa tidak satu pun hadis keutamaan Mu’awiyah yang shahih.”

.

.

Abu Salafy:

Setelah keterangan para ulama Ahlusunnah di atas, masihkah Anda ragu bahwa Ustadz Firanda sedang mendemonstraikan kecurangan dan penipuan publik? Bukankah ucapan Ustadz Firanda bahwa: Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Mu’aawiyah! Adalah sebuah penipuan dan kecurangan?!

Apa nilai klaim Ustadz Firanda yang mengatakan bahwa hadis ini atau itu tentang keutamaan Mu’awiyah adalah shahih! Seperti ketika ia berkata menyebut-nyebut keutamaan Mu’awiyah dan mamastikan keshahihannya tanpa dasar:

Kelima: Rasulullah mendoakan Mu’aawiyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Mu’aawiyah

اللّهُمَّ اجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا، وَاهْدِ بِهِ

“Yaa Allah jadikanlah ia (Mu’aawiyah) pemberi petnunjuk yang mendapat petunjuk, dan berilah petunjuk (kepada manusia) dengan sebabnya” (Al-Bukhaari di At-Taariikh Al-Kabiir 5/240 dengan sanad yang shahih, Ahmad dalam musnadnya 29/426 no 17895, dan At-Thirmidzi no 3842)

Nabi juga pernah berdoa:

اللهُمَّ عَلِّمْ مُعَاوِيَةَ الْحِسَابَ وَقِهِ الْعَذَابَ

“Yaa Allahu ajarkanlah kepada Mu’aawiyah ilmu perhitungan dan hindarkanlah ia dari ‘adzab” (HR Al-Bukhari dalam At-Taariikh Al-Kabiir 7/327, At-Thobrooni di Musnad Asy-Syaamiyiin 1/190 dengan sanad yang shahih. Dan hadits ini memiliki syawahid diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya 28/382 no 17152, Ibnu Hibbaan dalam shahihnya 16/192 no 7210, Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya no 1938, At-Thobrooni dalam Al-Mu’ajam Al-Kabiir no 628 , dan lihat penjelasan Al-Bani dalam As-shahihah no 3227)

.

Abu salafy:

Sungguh fanatik memang bisa membutakan dan menulikan para penyandangnya! Demi membela Mu’awiyah Ustadz kita yang satu ini menjadi buta dan tuli dari kebenaran… dengan tanpa dasar dan juga tanpa malu memastikan habwa hadis pertama yang juga diriwayatkan oleh at Turmudzi sebagai hadis dengan sanad shahih! sementara para ulama yang keterangan mereka telah Anda baca langsung menegaskan bahwa tidak satu hadispun tentang keutamaan Mu’awiyah yang shahih dari sisi sanad!! Apakah kaum Salafi Wahhâbi akan menuduh para ulama Ahlusunnah yang kita banggakan dan menjadi rujukan kita itu telah berubah menjadi Syi’ah Rafidhah atau terpengaruh oleh Syi’ah Rafidhah? Dan hanya para pemuja pohon terkutuk saja yang masih konsisten berpegang teguh dengan Sunnah dan keahlisunnahan?!

Selain itu, untuk hadis pertama, bahwa Imam Ibnu Hajar dan dan Imam al Mubârakfûri telah sepakat menegaskan bahwa hadis itu tidak shahih! Ibnu Hajar berkata, seperti dinukil dan dibenarkan al Mubârakfûri:

إسناده ليس بصحيحٍ.

“Sanadnya tidak shahih.[9]

.

Jadi, sudah seharusnya demi keilmiahan analisanya, Ustadz Firanda memaparkan alasannya dalam penshahihan itu!

Tetapi masalahnya adalah bahwa Ustadz Firanda rupanya hanya pandai bertaklid kepada seorang “Pakar Ahli Hadis Wahhâbi” yang sering linglung dan kontradiksi dalam keterangan dan analisanya. Dia adalah Syiekh Nâshiruddîn al Albâni… Akibatnya Ustadz Firanda ikut jadi linglung tak sadar akan apa yang ia katakandan jadi buta dan tuli dari keterangan para ulama besar Ahlusunnah, seperti Imam Ahmad, Imam Ibnu Rahawaih, Ibnu Jauzi, al hafidz Ibnu Hajar al Mubârakfûri dan lainnya!

Untuk sementara saya cukupkan sekian dalam menyoroti penipuan dan kekeliruan Ustadz Firanda tentang hadis keutamaan Mu’awiyah.. insya Allah saya akan kembali menyorotinya kembali.

Kaum Nashibi Sangat Berani Memalsu Atas Nama Agama!

Karenanya janganlah Anda heran jika kaum nashibi (Salaf kebanggaanya kaum Salafi Wahhâbi) sangat berani berdusta atas nama Nabi saw. .. lalu apakah mereka akan merasa perlu takut untuk memalsu atas nama para imam dan tokoh ulama Ahlusunnah seperti Imam Ahmad, Imam an Nasa’i dan selainnya?!

Tentu mereka jauh lebih berani! Karena adalah tidak bernilai sedikit pun apa yang dibawa Uatadz Firanda dengan mengatasnamakan imam-imam Ahlusunnah seperti Imam Ahmad dan an Nasa’i tentang pujian kepada Mu’awiyah!

(Besambung Insya Allah)


[2] al Bidâyah wa an Nihâyah,8/149, Tarîkh damasuq,12/238 dan al Ishâbah,4/198.

[3] Faht al Bâri,7/81. Pernyataan Imam Ahmad di atas juda dapat Anda baca dsalam kitab al Maudhû’ât karya Ibnu Jauzi,2/24.

[4]Al Maudhû’ât karya Ibnu Jauzi,2/24. Dar al Fikr. Bairut dengan tahqiq Abdurrahman Muhammad Utsman. Thn.1403 H/1983 M.

[5] Ibid.15.

[6] Minhaj as Sunnah,2/207.

[7] Faht al Bâri,7/81.

[8]Tuhfatu al Ahwadzi,10/342.

[9]Tuhfatu al Ahwadzi,10/341 ketika menerangkan hadis dengan nomer urut:3931.

1 COMMENT

Comments are closed.