Argumen Mentah Pengikut Salafy Yang Merasa Benar Sendiri

0
1,479 views

Argumen Mentah Pengikut Salafy Yang Merasa Benar Sendiri

 

Argumen Mentah Pengikut Salafy Yang Merasa Benar Sendiri

Ditulis Oleh: Blogger secondprince.wordpress.com

http://secondprince.wordpress.com/2007/11/09/argumen-mentah-pengikut-salafy-yang-merasa-benar-sendiri/#comments

Salafy adalah salah satu golongan dalam islam, tentu sebagai suatu golongan mereka mempunyai dasar dan manhaj serta pengikut yang menunjang keberadaan mereka. Tidak ada masalah dengan mau bagaimana orang meyakini sesuatu. Yang jadi masalah adalah sikap kita dengan orang lain dan apa yang diyakininya.

 

Salafy menunjukkan sikap seolah-olah hanya mereka yang benar. Tidak jarang mereka menyatakan sesat kepada kelompok lain seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir. Tidak jarang pula mereka mengumbar-ngumbar fatwa yang cukup mencengangkan orang islam pada umumnya seperti

  1. Pengharaman Gambar dan Foto, bayangkan saja ditengah kehidupan modern seperti ini. Gambar dan foto cukup memberi manfaat bagi manusia, walaupun memang ada pula gambar dan foto yang membawa mudharat bagi manusia. Sayangnya mengambil sikap generalisasi seenaknya dengan mengharamkan semua bentuk gambar dan foto adalah suatu bentuk ekstrimitas. Ekstrimitas yang selalu diatasnamakan Islam.
  2. Pengharaman Musik dan Lagu, Ok memang banyak musik dan lagu yang seronok tetapi ada juga yang tidak dan bernuansa agamis bahkan beberapa jenis musik memberi manfaat pada manusia. Musik dan lagu adalah hal yang umum dalam kehidupan manusia sekarang. Yang sederhana saja dari dering Hp sampai Lagu kebangsaan negara. Dunia kedokteranpun sudah mulai mengalihkan perhatiannya pada musik sehingga terdapat terminologi yang disebut terapi musik. Semuanya itu ada yang biasa saja dan ada yang memberi manfaat bagi manusia. Sikap generalisasi dengan mengharamkan semua bentuk musik dan lagu adalah bentuk ekstrimitas. Sekali lagi ekstrimitas itu selalu diatasnamakan Islam.
  3. Berlebihan dalam Wala’ dan Bara’. Ini menyangkut sikap muslim terhadap nonmuslim. Salafy begitu ekstrimnya dalam masalah ini hingga mereka bahkan Mengharamkan menggunakan kata Saudara kepada orang nonmuslim. Padahal jelas sekali penggunaan kata tersebut adalah bersifat umum dan terkait dengan adab sopan santun. Saya pribadi seringkali dalam berdiskusi dengan seseorang selalu menyebut lawan bicara dengan kata saudara, terserah mau muslim atau bukan. Bagi saya larangan ini jelas berlebihan dan adalah bentuk ekstrimitas. Ekastrimitas yang diatasnamakan islam.
  4. Matahari Mengelilingi Bumi, ah yang ini pasti sudah terkenal sekali. Fatwa ini bertentangan dengan pencapaian ilmu pengetahuan sekarang yang justru membuktikan Bumi Mengelilingi Matahari. Sayangnya Salafy tidak percaya dengan pencapaian ini. Mereka lebih mengedepankan fatwa ulama mereka dan ternyata ada yang lebih ekstrim mengaitkan masalah ini dengan kafir atau tidak. Bagi saya itu keterlaluan namanya.

Cukup, daftar ini sebenarnya bisa dibuat lebih panjang tetapi bukan itu inti masalahnya. Inti masalahnya adalah

  • Ternyata Ulama itu tidak hanya dari Salafy. Ulama ada banyak dan ternyata banyak pula Ulama yang memiliki pandangan yang berseberangan dengan Salafy. Mereka bersikap moderat dalam masalah gambar,foto,musik dan lagu. Tidak masalah bagi mereka penggunaan kata Saudara kepada orang nonmuslim. Alhamdulillah, dari mereka tidak terdengar suara yang menyatakan Matahari mengelilingi bumi. Mereka cukup berhati-hati dalam masalah ini dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dipandang sebelah mata.
  • Ulama-ulama yang berseberangan dengan Salafy tidak luput dari serangan Salafy. Apa istilahnya? aah Tahzir. Ulama-ulama Salafy dalam menyikapi Ulama yang berseberangan dengan mereka ternyata memberikan vonis tahzir berupa pembid’ah dan sesat lagi menyesatkan. Vonis ini ditelan bulat-bulat oleh pengikutnya. Jadi bagi pengikut Salafy tidak ada ulama selain Ulama Salafy.

Baik sekarang kita beralih kepada pengikut Salafy. Mereka ini adalah manusia-manusia. Ya cuma itu. Dan sebagai manusia tentu punya kecenderungan. Kecenderungan merasa benar dan selain mereka adalah salah. Beberapa dari mereka membantah kecenderungan ini dengan menampilkan tulisan yang isinya justru menunjukkan kecenderungan yang ia bantah. Pokoknya Kami Yang Paling Benar.

Ah ini lumrah sekali dari mereka. Dan bisa dibilang reputasi mereka meningkat pesat karena kecenderungan ini. Kecenderungan yang tampak sekali apabila anda pernah berinteraksi(baca:berdialog) dengan mereka. Tidak jarang mereka merendahkan lawan bicaranya, menuduh yang bukan-bukan, berkata kasar dan menghapus komentar yang tidak sepaham dengan mereka(pakai ngeles kalau komentar yang dihapus itu nyampah). Mungkin tidak semua mereka begitu, Semoga saja

Kecenderungan mereka ini tampak jelas dari argumen mentah mereka yang sering mereka tunjukkan dalam berdialog. Argumen mentah yang aneh

  1. Ketika anda berbicara kepada mereka dengan menggunakan kaidah logis yang benar(ingat kaidah logis yang benar). Maka mereka akan memuntahkan kata-kata “Jangan menuhankan Akal” atau “Agama itu bukan akal” .Argumen yang mentah sekali karena bahkan Ulama-ulama mereka dalam menarik fatwa dari dalil-dalil selalu menggunakan akal.
  2. Ketika anda berbicara dengan dasar Al Quran dan hadis. Mereka akan memuntahkan kata-kata. “Jangan menafsirkan sendiri” atau “kita harus merujuk Ulama”. Oh iya ada lagi jika anda tidak menampilkan hujjah dalam bahasa arab mereka akan berkata “saya lihat anda tidak menggunakan dalil dengan bahasa arab, kita ini adalah awam sekali dalam bahasa arab” atau “lebih baik anda belajar dulu bahasa arab”. Argumen mentah yang tidak nyambung, mereka maaf bahkan tidak menunjukkan kesalahan dalam tulisan anda. Mereka Salafy itu cukup mengeluarkan argumen mentah seperti ini untuk menutupi ketidakmampuan mereka menjawab tulisan anda. Mereka pura-pura tidak tahu bahwa ada ayat Al Quran dan Hadis yang begitu jelasnya sehingga tidak butuh tafsir macam-macam.
  3. Ketika anda berbicara atas dasar Ulama, maka mereka akan berkata “kita harus merujuk kepada ulama salafus salih” atau “Kita harus berpegang pada Ulama salaf karena mereka yang lebih ahli”.Argumen ini luar biasa mentahnya, sehingga anda akan kebingungan bukankah saya berbicara dengan dalil ulama. Tidak perlu heran karena mereka Salafy punya terminologi sendiri bahwa yang namanya Ulama itu adalah Ulama Salafy selain itu atau yang berseberangan dengan salafy adalah pembid’ah dan sesat. Hal ini justru mereka dapati dari Tahzir Ulama mereka. Strategi yang hebat bukan.

Semua yang mentah-mentah ini selalu mereka tunjukkan dalam berdialog. Tidak percaya, ajak saja dialog salah satu dari mereka. Lihat sendiri buktinya. Diskusi atau dialog dengan mereka itu selalu berkesan satu arah yaitu yang penting mereka yang benar. Argumen-argumen mentah ini bukti nyata kalau mereka Salafy Merasa Benar Sendiri.

No tags for this post.

NO COMMENTS